Indonesia English
Selasa, 25 September 2018 |
Politik

Cuti Kampanye, Rano Karno Bakal Mondok Di Masjid

Rabu, 12 Oktober 2016 18:50:49 wib - Komentar
Gubernur Banten Rano Karno.

SERANG, (Banten88.com):  Bakal calon gubernur Banten  Rano Karno mengaku akan tinggal di Masjid  selama masa kampanye. Ditambah pada 28 Oktober nanti, dirinya sudah mulai cuti dan akan disibukkan dengan kegiatan kampanye Pilgub Bangen 2017.

"Kita mau tinggal di Masjid aja. Untuk Sara dihindari lah, kita kan NKRI," kata Rano, saat ditemui di ruangannya, di KP3B, Kota Serang, Rabu (12/10).

Meski begitu, Rano mengakui, mendapatkan amanat untuk memenangkan Pilgub Banten dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, pasca berziarah ke Makam Bung Karno.  Kalau strategi khusus enggak di omongin sekarang. Ya ada tapi rahasia, yang pasti harus menang," jelasnya.

Diungkapkan pemeran Si Doel Anak Sekolahan tersebut, dalam memenangkan Pilgub Banten, salah satu caranya adalah dengan menyertakan komunitas-komunitas yang ada di Banten.

"Yang pasti tugasnya gotong royong, ada komunitas apa di Banten hayu gotong royong, itu perintah ibu (Megawati)," tegasnya.

Sementara, warga dan tokoh agama di Malingping, Kabupaten Lebak, menyatakan dukungannya kepada bakal calon wakil gubernur Banten Embay Mulya Syarif di Pilgub Banten.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh salah satu tokoh masyarakat Jejen, yang menyatakan dukungan kepada Embay Mulya Syarief, saat mengunjungi dan memenuhi undangan masyarakat dan para tokoh agama di salah satu rumah tokoh masyarakat.

"Saya dan keluarga sangat kenal sekali dengan sosok pak Embay. Beliau salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten bersama haji Uwes Qorni. Insya Allah masyarakat Malingping akan mendoakan beliau dan pak Rano untuk membenahi Banten sesuai dengan tujuan awal pendirian provinsi ini," kata Jejen.

Sebelumnya, , putra mantan Bupati Lebak dua periode Mulyadi Jayabaya, Mochamad Hasbi Asyidiqi Jayabaya menegaskan bahwa dirinya? mendukung pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarif (Rano-Mulya) di Pilgub Banten. Sikap ini ia ambil sebagai kader PDI Perjuangan yang kini duduk di DPR-RI.

Menurut Hasbi, perbedaan politik jangan sampai menimbulkan perpecahan. Kedewasaan berpolitik harus dikedepankan dan itulah yang diajarkan Mulyadi Jayabaya sang ayah kepada dirinya.

"Mungkin sebagian para tamu undangan disini tahu, bapaknya mah ngadukung Wahidin Halim. Bagi saya itu tidak masalah, semalam saya ngobrol dengan bapak (Mulyadi Jayabaya). Pak, kenapa Hasbi mendukung Rano Karno, karena Rano Karno pertama kali mencalonkan diri menjadi gubernur. Sebelumnya beliau adalah wakil gubernur. Kemudian menjadi gubernur definitif menggantikan gubernur sebelumnya," katanya.

"Kita semua tahulah kejadiannya, tapi kita nggak usah membuka aib orang. Nanti malah menjadi dosa, para kyai disini mungkin lebih tahu," sambung Hasbi.

Dirinya berharap, ke depan Banten memeiliki pemimpin yang track recordnya bersih.  "Saya berharap Banten ini memiliki pemimpin yang track record yang bersih, saya pun bicara ke partai saya. Kalau ayah saya sekalipun yang mencalonkan ya belum tentu saya mendukung ayah saya. Maka ketika ayah saya tidak mencalonkan dan mendukung yang lain, lalu yang didukung ayah saya apakah calon yang lebih baik, ya belum tentu," tegasnya.

Lebih lanjut Hasbi, ayahnya menyetujui dirinya berseberangan pandangan dan dukungan di Pilgub Banten. Ini pun sebagai dasar pengalaman agar dirinya ke depan menjadi calon pemimpin yang memiliki dasar prinsip yang kuat.‎(AZM).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top