Indonesia English
Senin, 25 Maret 2019 |
Advetorial

DALAM ALBUM POP NATAL 1974 KOES PLUS DENGAN BERANI LAKUKAN REVOLUSI PENULISAN LYRIK.

Senin, 10 Desember 2018 15:11:28 wib - Komentar
SAMPUL album pop Natal Koes Plus 1974.

Oleh : Seno Supono Fans Fanatic Koes Plus.

BULAN  Desember menyongsong perayaan Hari Natal pada 1972, 1973 dan 1974 ditandai dengan dirilisnya 3 album Natal milik band legendaris Koes Plus. 1 album berisi 4 lagu yakni Malam Kudus, Dari Pulau dan Benua, Gloria dan Haleluya. 2 lagu terakhir adalah ciptaan Tonny Koeswoyo. Album Natal perdana milik Koes Plus ini dirilis di perusahaan rekaman Dimita Moulding. Pada sampul Piringan Hitam (PH) tertulis judul album " Natal Bersama Koes Plus ". bergambar lonceng Gereja dengan latar bangunan mirip Gereja Kathedral Jakarta dengan tata warna hijau ciri khas pohon cemara yang biasa digunakan sebagai pohon Natal. Album ini diedarkan pada Desember 1972.

Kemudian Desember 1973, Koes Plus kembali merilis album Rohani Natal yang berisi lagu - lagu Natal abadi seperti Malam Kudus, Hai Mari Berhimpun, Dengarlah Malaikat Menyanyi, Menuju Bethlehem dan lain - lainnya. Tonny Koeswoyo mempersembahkan satu lagu ciptaannya berjudul Kidung Aku. Dalam album ini permainan organ Tonny terdengar kuat dengan unsur gerejawi yang sahdu dan menggetarkan kalbu mewarnai seluruh lagu. Album Rohani Natal Koes Plus 1973 direkam di label terbesar se Asia Tenggara PT. Remaco dengan dengan judul album Koes Plus Christmas Song 1973.

Selanjutnya Desember 1974 ketika sedang berada di puncak ketenaran, untuk ketiga kalinya

Koes Plus kembali merilis album Pop Natal 1974. Ada beberapa point yang perlu dikedepankan dalam album ini antara lain :

1. Terdapat 12 lagu Pop Natal orisionil karya Tonny, Yon dan Yok.

2. Soal musik dalam album ini adalah musik khas Koes Plus yang energik dan riang sehingga dengan pas menggambarkan suasana gembira menyambut datangnya hari Natal.

Di album ini, Tonny Koeswoyo memberi ruang yang luas kepada Murry untuk berimprovisasi sehingga menghasilkan beat - beat variatif nan dynamis. Ini berbeda dengan Album Rohani Natal Koes Plus 1973 dimana suara drum tidak terlalu dominan, karena permainan organ Tonny sangat memimpin guna melukiskan suasana gerejawi yang sahdu.

Musik yang dihasilkan dalam album Koes Plus Pop Natal 1974 adalah musik Koes Plus yang baku seperti misalnya yang terdapat di album Koes Plus Volume 12.

3. Dalam album ini Tonny dan Yon dengan berani melakukan revolusi penulisan lyrik  dengan mengangkat tema kisah - kasih di Hari Natal pada lagu Janji Setiamu (Tonny Koeswoyo), Bisikan di Hari Natal (Yon Koeswoyo) dan Kenangan Natal (Yon Koeswoyo).

Pada eranya ketiga lagu tersebut populer. Ide Koes Plus dalam mengangkat tema kisah - kasih dihari Natal memang tergolong berani karena tema ini tidak diangkat musisi sekaliber A. Riyanto (The Favourites Group), Charles Hutagalung (The Mercys), Bartje Van Houten (Dlloyd), Benny Panjaitan (Panbers) dan Henky MS (Black Brothers). Soal ide, kreatifitas dan produktifitas Koes Plus selalu tampil terdepan.

Inilah lyrik lagu berjudul Kenangan Natal yang ditulis Yon Koeswoyo.

KEPADAKU kau ucapkan.

Bersama air matamu.

Kau tempuh jalan hidupmu.

Karena hal memaksamu.

Natal hari ini.

Kukenangkan lagi.

Semoga abadi.

Dalam hati.

Bertahun tahun berlalu.

Tak pernah aku bertemu.

Doaku selalu untukmu.

Bahagialah dalam hidupmu.

Tonny Koeswoyo adalah sosok aranger yang genius. Tema tentang kebesaran jiwa Yon Koeswoyo dengan tulus  mendoakan mantan kekasihnya agar hidup bahagia ditangkap dengan brilyant oleh Tonny yang menghadirkan aransemen musik terasa mengharu biru dengan permainan organ yang menyayat hati, menimbulkan suasana sendu. Dilengkapi vocal Yon yang jernih dan penghayatan total sehingga lagu Kenangan Natal terdengar indah dan istimewa.

Adapun lagu - lagu bertema tentang keceriaan menyambut datangnya Hari Natal dalam album ini antara lain Haleluya Natal (Yok Koeswoyo), Natal Dihatiku (Yok Koeswoyo), Hening (Yok Koeswoyo), Lahir Putra Maria (Yok

Koeswoyo). Terkait lagu Lahir Putra Maria, hingga saat ini lagu tsb selalu dinyanyikan dalam liturgi di Gereja pada saat menyambut datangnya Hari Natal. Lagu lainnya adalah Kasih Abadi (Tonny Koeswoyo), Tiada Lagi Sakit (Tonny Koeswoyo), Du Ri Ram (Tonny Koeswoyo), Hari Natal Telah Tiba (Yon Koeswoyo), Natal Dihatiku (Yon Koeswoyo) dll.

KOES PLUS MILIK KITA SEMUA

Namun yang harus digarisbawahi, meski Koes Plus dengan sukses merilis 3 album Natal. Bukan berarti Koes Plus hanya milik  golongan tertentu. Koes Plus adalah milik kita semua yang mencintai NKRI, Kebhinekaan, Persaudaraan dan Toleransi. Sejak Koes Plus merilis serial lagu berjudul Nusantara. Mulai dari Nusantara 1 terdapat di Album Koes Plus Volume V tahun 1971 hingga Nusantara 9, semua

lirik bertutur tentang keindahan alam Nusantara, kekayaan alam, persatuan dan kesatuan bangsa, toleransi dan spirit generasi muda.

Dengan merilis lagu serial Nusantara sesungguhnya band legendaris ini telah berkomitmen bahwa NKRI Adalah Harga Mati. *

KOMENTAR DISQUS :

Top