Indonesia English
Selasa, 11 Desember 2018 |
Pendidikan

DANA BOS DI KUNINGAN LAMBAT CAIR. BIKIN KEPALA SMPN PONTANG PANTING

Minggu, 16 September 2018 19:02:16 wib - Komentar
DANA BOS menunjang kelancara proses belajar mengajar para anak didik.

KUNINGAN (Banten88.com) : PEMERINTAH jangan pura - pura tidak tahu, akibat dana BOS Triwulan III tahun 2018 yang tak kunjung cair, telah menimbulkan penderitaan yang luar biasa disekolah - sekolah. Saking pedulinya para kepala sekolah terhadap kelancaran proses belajar mengajar, mau tidak mau suka tidak suka, dengan terpaksa mungkin juga agak malu mereka mencari hutangan. Demikian diungkapkan sumber Banten88.com.

Lalu bagaimana situasi sekolah saat ini ketika dana BOS sudah 3 bulan tidak kunjung cair. Berikut ini wawancara  Seno Supono dari Banten88.com  dengan 2 kepala sekolah yakni Kepala SMPN 1 Kuningan, H.Supriyadi, M.Pd dan Kepala SMPN 3 Kuningan H.Cucu Rojikin, M.Si.

Banten88.com : Dana BOS yang belum turun Triwulan berapa ?.

Supriyadi : Bulan Juli sampai September 2018.

Banten88.com : Berapa total jumlah uangnya ?.

Supriyadi : Rp.180 jutaan.

Banten88.com : Kegiatan sekolah harus terus berjalan dan itu memerlukan biaya. Untuk mengatasi bagaimana caranya ?.

Supriyadi : Untuk kegiatan sehari - hari yang sifatnya honor, dihutang dulu sedangkan untuk belanja yang tidak bisa ditunda terpaksa berhutang kepada pihak lain.Misalnya untuk kebutuhan Alat tulis dan kantor (ATK), membayar abonemen listrik

dan belanja untuk makan dan minum.

Banten88.com : Dana BOS sudah sering cair tidak tepat waktu. Apa saran ke pemerintah agar keterlambatan ini tidak terus terulang ?.

Supriyadi : Sebaiknya pemerintah tidak menunda - nunda pencairan dana BOS. Saya yakin uang

ada karena sudah di ploting di APBN. Cuma tinggal menyederhanakan prosedurnya saja. Sebab kegiatan sekolah tidak bisa diabaikan dan pendidikan harus terus berjalan. Kalau bangsa ini ingin maju, idealnya dana pendidikan  harus menjadi prioritas utama dibanding dengan pembangunan yang lain karena akan menentukan kemajuan bangsa.

Banten88.com : Apakah dana BOS yang cairnya sering terlambat itu memusingkeun kah?.

Supriyadi : Karena pendidikan harus tetap jalan, sehingga ketika anggaran belum turun kami sangat pusing. Apalagi sekolah - sekolah yang ada di pedesaan, kami yakin dana talangan untuk sekolah tsb tidak ada.

Banten88.com : SMPN 1 Kuningan adalah sekolah yang mendapat predikat dari nasyarakat sebagai sekolah favourite dan merupakan sekolah anak orang mampu. Masih butuh dana BOS kah ?

Supriyadi : Dengan propaganda pemerintah yang salah tentang Sekolah Gratis, dampaknya  saat ini sekolah kesulitan mencari dana untuk menyelenggarakan pendidikan, khususnya pada sekolah negeri. Maka dari itu, sekolah manapun sangat butuh BOS. Kecuali sekolah swasta mereka sangat bebas memungut biaya sesuai keinginannya

sehingga untuk pembinaan, sekolah swasta lebih leluasa maka wajar kalau mereka sangat maju. Hal ini dikarenakan sekolah swasta tsb ditopang dana besar disamping dana BOS . Mereka bisa memungut dana dengan leluasa dari orang tua siswa.

CUCU ROJIKIN : CARI DANA PINJAMAN

Akibat dana BOS triwulan III tahun 2018 belum juga cair, kesulitan juga dialami Kepala SMPN 3 Kuningan H. Cucu Rojikin, S.Pd, M.Si. Ketika media cyber Banten88.com bertanya cara mengatasi ketidakadaan biaya sementara kegiatan sekolah harus terus berjalan ?. Cucu mengatakan " Kami mencari dana talangan dari keluarga sekolah dan luar sekolah ", jawabnya.

Kemudian media ini bertanya lagi, bukankah jika meminjam uang itu terkena bunga ?. " Pinjaman yang kami terima tidak ada bunga karena berasal dari keluarga sekolah ", tuturnya.

Selanjutnya, media ini menyorongkan pertanyaan, apakah sebagai leader merasa  bahwa Depdikbud dalam hal ini yang mengelola BOS bekerja kurang proporsional sehingga BOS telat melulu ?.

" Saya tidak bisa berkomentar karena keterlambatan dana BOS ini bukan tahun ini saja ",  pungkas Cucu Rojikin. (SS).

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top