Indonesia English
Selasa, 20 Oktober 2020 |
Pendidikan

DEDE ROSMEDI : PERSYARATAN SEKOLAH SEHAT ANTARA LAIN WC HARUS BERSIH

Minggu, 11 Oktober 2020 19:23:04 wib - Komentar
DEDE ROSMEDI, S.AG, M.PD.

Kuningan (Banten88.com): DEDE ROSMEDI, S.AG, M.PD sudah menginjak hari ke 32 saat memimpin SDN 2 Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jabar.
Kepada Banten88.com, Dede menguraikan program 100 Hari Pertama. Antara lain :
Melakukan sosialisasi dan konsolidasi serta mengenalkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan.

" Pada event kegiatan sosial saya manfaatkan untuk ikut guyub dengan masyarakat. Karena tak selamanya perkenalan itu dengan retorika. Kehadiran termasuk perkenalan," ungkap Dede kepada media cyber Banten88.com.
" Alhamdulillah 32 hari pertama 60% sudah mengenal termasuk saat rapat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Sukamulya," tambahnya.
Dalam Musrenbang itu, paparnya lebih lanjut, selaku Kepala Sekolah SDN 2 Sukamulya, saya mengajukan beberapa program pembangunan.

Diantaranya, karena saya punya misi 2 tahun kedepan SDN 2 Sukamulya menjadi sekolah sehat. Untuk itu saya ajukan pembangunan WC yang yang bersih. Karena WC yang ada sudah kumuh dan sangat perlu perbaikan. Sebab persyaratan Sekolah Sehat diantaranya adalah WC harus bersih. Karena WC yang buruk jauh dari kesehatan, urai Dede lebih lanjut.

Dalam Musrenbang tersebut saya mengajukan juga masalah Keamanan dan Kebersihan utamanya dalam hal penataan lingkungan dan teralis untuk keamanan sekolah.
Terkait dengan masalah filosofi kepemimpinan, masih ujar Dede, bahwa satu contoh perilaku akan lebih baik jika dibandingkan dengan seribu nasehat.
Sedangkan prinsip saya sebagai pemimpin adalah melayani teman-teman guru. Bukan minta dilayani, tegasnya.

DARING, LURING & TATAP MUKA
Terkait pembelajaran secara Daring, Luring dan Tatap Muka, disekolah ini semuanya sudah dilaksanakan dan tergantung situasi anak, jelas Dede.
Tidak ada kendala masalah sinyal. Artinya proses pembelajaran dilakukan secara lancar.
Jika ada kendala, itu terkait kondisi ekonomi. Karena tak semua anak didik atau orang tua punya HP Android. Jika orang tua memiliki satu HP Android tapi itu harus digunakan secara  bergilir dengan kakaknya yang di SMP atau SMA.

Proses belajar Daring masih urai Kepala SDN Sukamulya 2 ini, tidak seperti pembelajaran tatap muka yang disampaikan sekarang dan bisa langsung diketahui hasilnya.
" Ini prosesnya lama tapi karena situasi menuntut seperti itu dan tidak boleh sering bertemu.
Tapi proses pembelajaran mulai dari merencanakan, pelaksanaan sampai evaluasi dan analisis semua dilakukan oleh guru dan itu bisa dibuktikan karena ada bukti phisiknya," paparnya.
Meski target tercapai, namun tidak semua bisa diterangkan atau dijelaskan secara explisit dari A sanpai Z tapi hanya point-pointnya saja. Setiap langkah kadang ada kendala.

Kami menerima kendala keluhan orang tua, mengingat kompetensi orang tua juga berbeda-beda karena latar belakang pendidikannya masing-masing berbeda pula.
Adakalanya mereka kurang mampu memahami kompleksitas dari materi yang diajarkan guru.
Tapi dari pihak sekolah tetap " open ended " (membuka dan menutup) artinya ketika ada kepentingan pembelajaran orang tua, para guru akan ikut menjelaskan.

Karena kehadiran guru juga demi melayani proses pembelajaran orang tua. Demikian Dede Rosmedi, S.Ag, M.Pd, pimpinan SDN 2 Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jabar. (SS).

KOMENTAR DISQUS :

Top