Indonesia English
Selasa, 07 April 2020 |
Pemerintahan

Dewan Soroti Lemahnya Penyerapan APBD Banten

Senin, 25 Mei 2015 17:38:50 wib - Komentar

SERANG,(Banten88.com): Realisasi penyerapan APBD Banten tahun  2015  memasuki triwulan ke-2  pada tujuh SKPD  baru mencapai 30 persen. Lemahnya penyerapan APBD Banten ini karena dipengaruhi  harga barang material untuk  bangunan tidak stabil akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Thoni Fhatoni Mukson mengatakan, lemahnya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tujuh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) rata-rata baru mencapai 30 persen. Ketujuh SKPD tersebut merupakan mitra kerja Komisi IV DPRD Provinsi Banten meliputi, Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR), Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman (DSDAP), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD), Biro Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang).

Thoni Fhatoni Mukson mengatakan, lemahnya tingkat penyerapan anggaran yang dilakukan tujuh SKPD diketahui, setelah Komisi IV menggelar rapat evaluasi kinerja dengan tujuh SKPD selama dua hari, yakni Kamis-Jumat (21/22/5/2015) di Twin Plaza Hotel Jakarta. "Jadi berdasarkan hasil evaluasi kinerja, realisasi pelaksanaan kegiatan APBD tahun anggaran 2015 pada tujuh SKPD mitra kerja Komisi IV rata-rata baru mencapai 30 persen," kata Thoni di Serang, Senin (25/5/2015).

Masih rendahnya tingkat penyerapan anggaran, terutama SKPD yang melaksanakan kegiatan fisik disebabkan beberapa faktor, antara lain harga barang material bangunan tidak stabil akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Dan kendala yang lain karena pekerjaan kegiatan fisik masih berlangsung seperti pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, gedung perkantoran, drainase, serta irigasi," ujarnya.

Dari tujuh SKPD yang melaksanakan kegiatan fisik, antara lain DBMTR melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Jalan Provinsi Ruas Jalan Ahmad Yani Labuan dengan nilai pagu paket Rp Rp 3.413.611.080,00; Pelebaran Ruas Jalan Mengger- Mandalawangi-Caringin dengan nilai pagu paket Rp 4.913.611.000,00; Pembangunan Ruas Jalan Serdang-Bojonegara-Merak dengan nilai pagu paket Rp 23.419.011.000,00; dan Pembangunan Ruas Jalan Munjul-Cikeusik dengan nilai pagu paket Rp 12.413.611.000,00.

DSDAP dengan kegiatan antara lain pekerjaan normalisasi sungai Cilemer paket I dengan harga perkiraan Rp 227 juta, paket II Rp 227 juta paket, dan  paket III Rp 212,22 juta. "Kami berharap masing-masing SKPD dapat meningkatkan penyerapan anggaran dan menyelesaikan seluruh kegiatan baik fisik maupun non fisik sehingga realisasi programnya mencapai target," harapnya. (OKA).

KOMENTAR DISQUS :

Top