Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Nasional - Politik

Di Rumah Dinas JK, Golkar Islah Untuk Kedua

Sabtu, 11 Juli 2015 22:42:17 wib - Komentar
Jusuf Kalla

Jakarta, (Banten88.com) – Dua kubu Partai Golkar kembali untuk kedua kali di-islahklan di rumah dinas Wapres Jusuf Kalla. Kedua kubu Golkar sore ini menyatakan diri sepakat untuk mengajukan calon yang sama dalam Pilkada serentak yang akan digelar akhir 2015 ini. Kesepakatan itu ditandatangani kedua Ketua Umum Golkar dari kedua kubu, yakni Aburizal Bakrie dan Agung Laksono dan disaksikan oleh Jusuf Kalla.

Kedua kubu Golkar sore ini bertemu di kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7). Ketua Umum Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie datang lebih awal, setelah itu menyusul kemudian Sekjen Golkar Idrus Marham. Kedatangan Ical disambut JK di dalam rumah. Tak lama, JK mengajak Ical memasuki ruang pendopo rumah di mana akan dilaksanakan penandatanganan bersama. JK dan Ical tampak mengenakan kemeja batik berwarna kuning, khas Golkar.

Setelah beberapa menit, tidak lama kemudian Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono tiba di ruang pendopo. Di situlah Ical dan Agung bertatap muka di depan publik setelah terakhir terlihat pada 30 Mei 2015 lalu. Keduanya agak berjarak, namun terlihat senyum tersungging dari bibir masing-masing.

Keduanya sempat menyapa awak media yang berkumpul di depan mereka. Ical dan Agung ditempatkan di satu meja, namun duduk mereka terpisah oleh Wapres JK. Terlihat baik Ical maupun Agung tampak keduanya begitu mesra, meski baru saja kemarin putusan PTTUN memenangkan Golkar kubu Munas Ancol, Agung Laksono.

Suasana terlihat melunak, setelah itu Sekjen Golkar Munas Bali Idrus Marham dan disusul oleh Sekjen Golkar Munas Ancol Zainudin Amali masuk dalam ruangan pendopo. Kedua Sekjen tak kalah mesrahnya, mereka terlihat akrab dan Idrus Marham sempat merangkul pundak Zainudin dan saling berbincang. Idrus Marham mengambil posisi duduk di samping Ical, sementara Zainudin Amali duduk di samping Agung Laksono.

Dalam sambutannya, Wapres Jusuf Kalla yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar meminta agar dua kubu pengurus Golkar semakin kompak. Dengan demikian, para pengurus bisa meyakinkan para calon kepala daerah bahwa mereka bisa mengikuti pemilihan kepala daerah sebagai calon resmi yang direkomendasikan Golkar.

Pernyatanyaan JK disampaikan menyusul kesepakatan antara KPU dan Komisi II DPR  yang memperbolehkan calon kepala daerah yang sama diajukan dua kubu pengurus Partai Golkar. "Kalau mau jujur sebenarnya Golkar sudah bersatu, tinggal pengurusnya belum kita kompakkan, jadi tahap kedua dulu, tahap ketiga mudah-mudahan selesai dengan mulus. Calon kepala daerah diberikan respon dan keyakinan kalau dia daftar di Golkar, itu calon resmi," ujar JK usai penandatanganan kesepakatan dua kubu Golkar.

Dikatakan JK, sebagai pilar demokrasi, Partai Golkar harus dikelola secara demokratis. Partai Golkar sedianya bisa menjadi contoh dalam menangani masalah internal. "Semua bisa selesai, apapun masalah bisa diselesaikan kalau mendahulukan kepentingan bersama dengan dialog dan saling menghargai," ujarnya.

Lebih rinci JK menilai, dinamika yang terjadi di internal Partai Golkar merupakan suatu konflik yang wajar. Dengan enteng JK mengibaratkan suatu partai dengan pasar modal kondisinya tidak jauh berbeda.  "Kalau di ibaratkan, partai itu kaya pasar modal, perlu berita supaya pasar naik, ini berita baik benaran bukan karangan, fundamental," urainya.

Setelah islah ditandatangani dua belah pihak, pada kesempatan itu, JK menyampaikan terimakasih kepada pemerintah, KPU, dan DPR yang menyelesaikan polemik mengenai siapa yang mendatangani rekomendasi pencalonan kepala daerah yang masih belum menyelesaikan konliknya. “Itu kerja bagus, artinya ada jalan tengah,” tukasnya.

Secara umum, kesepakatan yang ditandatangani kedua kubu berisikan tata cara penentuan calon kepala daerah yang akan diusung Golkar. Kesepakatan ini disusun setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengizinkan dua kubu di Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan untuk mengusung calon bersama-sama.

Kesepakatan ini ditandatangani kubu pengurus hasil Musyawarah Nasional Bali yang diwakili Aburizal Bakrie (Ketua) dan Idrus Marham (Sekretaris Jenderal), serta pengurus Golkar hasil Musyawarah Nasional Ancol, yakni Agung Laksono (ketua) serta Zainuddin Amali (Sekretaris Jenderal).

Adapun garis besar kesepakatan yang ditandatangani hari ini mengatur bagaimana tim penjaringan bekerja bersama untuk menetapkan calon kepala-kepala daerah. Apabila ada daerah yang berbeda calon dari masing-masing pihak dan tidak bisa disatukan melalui musyawarah maka penentuannya dilakukan dengan cara survei. (Dang).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top