Indonesia English
Rabu, 19 Juni 2019 |
Nasional

Di Unsera Jenderal Gatot Teken Deklarasi Anti Hoax

Kamis, 14 September 2017 21:45:43 wib - Komentar
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hadir saat deklarasi yang diinisiasi oleh mahasiswa civitas akademika Universitas Serang Raya (Unsera) Kota Serang, Banten, Kamis (14/09/2017).

Serang, (Banten88.com) - Ada penegasan menarik yang disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai peran ulama di tanah air. Gatot hadir di Banten bersama ulama serta ikut mendukung dan menandatangani gerakan bersama deklarasi bersama anti hoax. Deklarasi yang diinisiasi oleh mahasiswa  civitas akademika Universitas Serang Raya (Unsera) Kota Serang, Banten, Kamis (14/09/2017).

Dalam deklarasi tersebut, Jenderal Gatot bersama dua ulama karismatik yaitu Kiai Muhtadi Dimyati dan Kiai Murtadho membuhuhi tanda tangan di lembaran kain deklarasi yang dibentangkan pihak panitia kampus. Seperti diketahui, kedua ulama tersebut adalah pengasuh Pondok Pesantren Cidahu, Cadasari, Pandeglang.

Dalam orasi kebangsaannya, dengan lantang Gatot bicara mengenai isu yang dialami bangsa mulai dari persoalan global sampai Pancasila. Perpecahan di negara lain menurutnya jangan sampai merembet ke wilayah Indonesia yang kita cintai. Karena bangsa dengan beragam suku dan berlandaskan Pancasila ini wajib dijaga karena keanekaragamannya.

"Dengan kata lain apabila ada yang mau merubah Pancasila, apalagi disampaikan ulama maka jangan dipercaya, itu adalah pengkhianat bangsa yang akan mencelakakan bangsa kita, dan itu tidak boleh terjadi," kata Gatot dalam orasi kebangsaannya di Unsera.

Dikatakan Gatot, dari  34 Provinsi yang dmiliki Indonesia, 17 ribu pulau, 714 suku bangsa dan terdiri dari 1100 bahasa lokal, harus tetap dijaga bisa tetap utuh karena nilai-nilai Pancasila yang terus diterapkan. Karena keutuhan bersama ini sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia dengan segala keanekaragamannya.

"Bila tidak ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Khonghucu itu namanya bukan Indonesia. Indonesia kita tetap beragam tapi tetap satu dan saling toleransi,  dan ini yang diwariskan oleh pejuang bangsa, kita sebagai penikmat harus menjaga ini semua," tegasnya. 

Dengan penuh semangat, kembali Gatot mengingatkan tentantang kekayaan yang dimiliki bangsa ini, menurutnya, bahwa kekayaan Indonesia akan membuat iri bangsa lain, karena kekayaan sumber daya alam justru akan menjadi petaka terhadap Indonesia bila tidak dipersiapkan dari sekarang.

“Peran pemuda sangat mendukung dalam pembangunan nasional,  kebangkitan pemuda yang bertekad berjuang mempertahankan NKRI sudah harga mati,” tukasnya.

Sementara Rektor Unsera Hamdan menyampaikan, untuk mengawali proses pembelajaran di Unsera, diharapkan kelak mahasiswa menjadi anak bangsa yang mampu di bidangnya sesuai jurusan yang diambil, sehingga jika sudah terjun ke masyarakat diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi lajunya pertumbuhan di tempat dimana mahasiswa itu tinggal.

“Karna itu kampus menjadi sarana untuk mengembangkan keilmuannya sesuai harapan, sehingga ke depan semua lulusan menjadi akuntable,” katanya. (Faiz)

KOMENTAR DISQUS :

Top