Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Dianggap Kurir, Razman Mundur Menjadi Pengacara Gubernur Gatot

Selasa, 18 Agustus 2015 21:21:16 wib - Komentar
Razman Arif Nasution dan Gatot Pujo Nugroho.

Jakarta, (Banten88.com) - Perseteruan tersangka kasus suap Bansos, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan pengacaranya Razman Arief Nasution akhirnya mengalami titik nadir. Razman akhirnya resmi mundur sebagai tim kuasa hukum Gubernur non aktif Gatot dan istri mudanya Evy Susanti. Mundurnya Razman memang sangat tragis, usai resmi mengundurkan diri, kini Razman mulai membongkar aib Gatot dan Evy pelan tapi pasti.

"Bu Evy peranannya terlalu besar terhadap saya,.dan saya tidak mau diatur untuk tidak bicara A, jangan bicara B, jangan bicara ke media. Saya kan sudah diingatkan dari awal, jadi saya ingatkan kepada siapapun yang menangani kasus Bansos, BDB Sumut agar didalami dengan sebaik-baiknya," kata Razman di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (18/8).

Dengan berapi-api Razman menyebut, selama dia menjadi kuasa hukumnya, sering diintervensi Gatot dan Evy, dan itu yang membuatnya tidaak tahan hingga memutuskan untuk mundur. "Saya tidak lagi menjadi kuasa hukum beliau, saya tidak lagi bertemu dan saya harus  profesional. Saya tidak akan bisa diintervensi siapapun termasuk Bu Evy dan Pak Gatot. Saya merasa dalam hal-hal penanganan kasus selama ini, saya merasakan bahwa Bu Evy terlalu dominan," ujarnya.

Menurutnya, selama menjadi pengacaranya, dia merasa tidak lebih hanya dijadikan sebagai kurir yang diminta untuk mengirim surat. "Ya itu alasannya karena saya tidak bisa diatur-atur apalagi diintervensi oleh kilen. Saya menduga ada yang disembunyikan oleh klien saya terhadap saya dan tim. karena dalam setiap pemeriksaan, saya selalu meminta dalam setiap pertemuan bersedia bahkan bisa dikatakan seperti pengantar surat yang ditulis ibu Evy saya sampaikan ke pak Gatot, begitupun sebaliknya,"urainya.

Sebelum memutuskan mundur, Razman sempat maju-mundur dalam memutuskannya. Namun kini pendiriannya mantap untuk hengkang menjadi kuasa hukumnya Gubernur Gatot. "Prosesnya memang tidak mudah, setelah musyawarah kemudian melihat fakta dan keterangan yang saya peroleh dari klien, kami menyimpulkan dan memutuskan tidak bersedia lagi menjadi kuasa hukum dari Bapak Gatot Pujo dan bu Evy, ini final," katanya.

Tidak hanya itu, Razman menceritakan tidak kooperatifnya Gatot dan Evy. Keduanya dianggap Razman tidak jujur kepada tim kuasa hukum karena ada hal yang sengaja disembunyikan. "Itulah salah satunya, jika saya tanya terkait dengan Bansos, beliau mengatakan tidak tahu. saya tanya tentang suap, beliau juga tidak tahu. Nah, saya kan bingung. Saya tidak mau integritas saya di  pertaruhkan dengan sesuatu yang nanti di pengadilan dapat terpatahkan," tukasnya.

Razman mengaku, selama beberapa bulan menjadi kuasa hukum Gubernur Gatot Pujo dan Evy, kliennya tidak terlalu terbuka kepadanya. Bahkan, Razman merasa ada yang ditutupi oleh Gatot dan Evy terkait kasus yang menjeratnya. "Saya menduga ada yang disembunyikan oleh klien saya terhadap saya dan tim," ujar Razman

Razman mengatakan, dalam setiap pemeriksaan, ia berperan sebagai pengantar surat antara Gatot dan Evy. Keduanya memang ditahan di tempat berbeda. Gatot ditahan di rutan Cipinang, sementara Evy di rutan KPK. "Bahkan bisa dikatakan seperti pengantar surat yang ditulis ibu Evy saya sampaikan ke pak Gubernur. Pak Gubernur menulis surat, saya sampaikan ke bu Evy. Tentu saya tidak mau buka isinya," katanya.

Meski penasaran, Razman tidak mau membuka surat tersebut. Saat menanyakan isi surat tersebut kepada kliennya apakah terkait kasus yang menjerat mereka, Razman hanya menerima jawaban yang tidak pasti. Begitu pula saat Razman menanyakan latar belakang Evy karena banyak media yang mempertanyakan hal tersebut. Saat bertanya langsung, Razman mengaku mendapat penolakan dari Evy untuk menjelaskan. "Ketika itu saya tanya, 'sudah pak, tidak usah dibahas-bahas'. Oh, tidak bisa, saya sulit," katanya.

Terlebih lagi, dalam kasus ini tak hanya Gatot dan Evy yang terlibat. Sejumlah nama mulai dari tiga hakim, satu panitera, sampai pengacara Otto Cornelis Kaligis pun ditetapkan KPK sebagai tersangka. "Apalagi ini juga akan membawa, katakanlah, akan menyebutkan nama A, nama B, dalam kaitannya kasus bansos. Saya minta untuk usut setuntas-tuntasnya siapapun yang jadi kuasa hukumnya," ujarnya.

Razman mengaku mundur dari tim kuasa hukum Gatot-Evy karena dia merasa kerap mendapat intervensi dari kedua kliennya tersebut. Kasus yang menjadikan Gatot dan Evy sebagai tersangka ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK di Gedung PTUN Medan, 9 Juli. Dalam operasi itu, KPK menangkap Gerry, pengacara dari kantor hukum OC Kaligis and Partner.

Gerry diduga menyuap tiga hakim PTUN Medan, yakni Tripeni Irianto Putro, Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting, serta seorang panitera, Syamsir Yusfan. Gerry adalah pengacara yang mewakili Ahmad Fuad Lubis, pegawai Pemprov Sumut yang menggugat Kejaksaan Tinggi Sumut. Gugatan ke PTUN Medan ini berkaitan dengan surat perintah penyelidikan yang dikeluarkan Kejaksaan Tinggi Sumut atas dugaan penyalahgunaan wewenang berkaitan dengan dugaan korupsi dana bansos di Pemprov Sumut. Dalam penyuapan ini, Gerry diduga hanya menjalankan perintah atasannya. (Dang).

KOMENTAR DISQUS :

Top