Indonesia English
Minggu, 09 Mei 2021 |
Dindik Provinsi Banten 2016

Dindik Banten Kembangkan Desa Binaan Melalui KKN Bersama

Senin, 01 Agustus 2016 00:17:29 wib - Komentar
Gubernur Banten Rano Karno. (foto dok humas banten).

Mengembangkan desa binaan merupakan pilihan yang tepat dan strategis baik untuk kepentingan Perguruan Tinggi maupun kepentingan pembangunan nasional. Program ini diyakini akan memberikan dampak positif, yaitu membina sumber daya manusia di perdesaan dengan pendekatan pendidikan. Sedangkan dari sudut pembangunan nasional, desa merupakan tempat bermukimnya sebagian besar penduduk indonesia. Sebanyak 90 % penduduk indonesia hidup di perdesaan, maka membangun desa sama dengan membangun bangsa.

FILOSOFI itu termuat dalam kegiatan workshop Dinas Pendidikan Provinsi Banten yang diselenggarakan pada tanggal 12 sampai 14 April lalu, di Hotel Soll Elite Marbella Anyer, Serang. Dalam mempersiapkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa dari 129 Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta, misi yang diangkat adalah peran mahasiwa dalam membangun desa.

Seperti terurai dalam setiap pandangan, desa merupakan inti dalam menopang keutuhan dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu masyarakat perdesaan harus diberdayakan sesuai dengan kondisi dan potensinya masing-masing. Untuk itu diperlukan adanya pengembangan desa binaan yang cocok baik bagi perguruan tinggi maupun masyarakat.

Untuk itu, pengembangan desa binaan harus memperhatikan beberapa hal diantaranya, harus  dikelola melalui pengorganisasian yang dapat melibatkan semua unsur dan institusi mulai dari tingkat keluarga, RT, RW, Desa, Kecamatan, dan Kabupaten. Kemudian,  harus dijalankan secara mandiri dan terus-menerus dikembangkan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, mengenai dukungan terhadap kebijakan pusat maupun daerah, program disusun melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, monitor dan evaluasi, serta tindak lanjut yang nyata dan terarah.  Setelah itu yang tidak kalah pentingnya adalah dikembangkan prinsip-prinsip kemitraan dengan stakeholders, dan diarahkan untuk menjadi lembaga yang mampu memperkuat struktur sosial masyarakat desa.

Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, tujuan yang harus tercapai dalam melakukan KKN bersama antar Perguruan Tinggi tersebut yaitu yang pertama, desa harus melahirkan desa binaan dengan fungsi sebagai wahana pencitraan untuk mempromosikanperguruan tinggi kepada masyarakat. Kedua, sebagai lokasi pilot project dalam menerapkan penemuan dan pengembangan ipteks andalan perguruan tinggi yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Ketiga, menguatkan dan mengembangkan kemitraan perguruan tinggi dengan stakeholders, dan yang terakhir meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pembangunan pendidikan, sehingga pendidikan menjadi modal dasar untuk mengembangkan pembangunan bidang lainnya.

Fakta lain kata Gubernur Rano, memperlihatkan ekploitasi sumber daya alam di desa secara besar besaran, dengan tidak mencermati daya dukung lingkungan serta tidak melibatkan masyarakat setempat, dengan alasan kemampuan rendah dari masyarakat setempat, menyebabkan kerusakan lingkungan, baik fisik maupun sosial. Kondisi lingkungan menjadi rusak, strategi pembangunan dalam mengatasi kemiskinan tidak akan berhasil apabila tidak diintegrasikan dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan yang secara sadar merubah pola konsumsi masyarakat dan cara-cara produksi yang tidak menunjang keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Dikatakan Gubernur Rano, sasaran dari program pembangunan pedesaan adalah meningkatkan kehidupan sosial dan kehidupan ekonomi masyarakat desa, sehingga mereka memperoleh tingkat kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan material dan spiritual.Pembangunan harus memperhatikan berbagai faktor, diantaranya adalah terkait dengan pembangunan ekonomi, pelayanan pendidikan, pengembangan kapasitas pemerintahan dan penyediaan berbagai infrastruktur desa. Semua faktor tersebut diperlukan guna mengimplementasikan dan mengintegrasikan pembangunan desa ke dalam suatu rencana yang terstruktur dalam desain tata ruang. 

Menurut Gubernur, dengan melihat desa sebagai wadah kegiatan ekonomi, harus merubah pandangan inferior atas wilayah ini, dan merubahnya dengan memandang desa sebagai basis potensial kegiatan ekonomi melalui investasi prasarana dan sarana yang menunjang keperluan pertanian, serta mengarahkannya secara lebih terpadu. “Sudah saatnya desa tidak dapat lagi dipandang hanya sebagai wilayah pendukung kehidupan daerah perkotaan, namun seharusnya pembangunan wilayah kota atau daerah pedesaan secara menyatu,” katanya..

Penyusunan tata ruang desa sambung Rano, menjadi prasyarat utama dalam memulai suatu upaya pembangunan desa. Dalam proses penyusunan tata ruang desa telah dirumuskan berbagai potensi yang ada, keunikan, kultur yang melandasi harapan yang ingin dicapai, sehingga wujud desa nantinya menjadi khas, seperti desa wisata, desa tambang, desa kebun, desa peternakan, desa nelayan, desa agribisnis, desa industri, desa tradisional dan lain sebagainya.

Lebih lanjut Gubernur menandaskan, dalam tata ruang tersebut, harus tersusun rencana infrastruktur, site plan untuk office, pemukiman, comercial area, lahan usaha/budidaya berbasis sentra (satu hamparan), kemampuan daya dukung lingkungan (berdasarkan estimasi jumlah penduduk maksimal), lokasi pendidikan, sarana pelayanan kesehatan, pasar, terminal dan ruang publik (alun alun, taman) dan sebagainya sesuai kebutuhan dan kesepakatan masyarakat. 

“Disini peran Perguruan Tinggi bisa terlibat secara aktif dalam bentuk tridharma perguruan tinggi  salah satunya pengabdian kepada masyarakat,” tukasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, E. Kosasih Samanhudi menyampaikan,  pembangunan desa pada hakekatnya merupakan pengakuan dan penghargaan dari semua pihak terhadap pemerintahan dan masyarakat desa dalam upayanya mencapai harapan dengan potensi, dan kekhasannya sendiri sehingga desa seyogyanya menjadi prioritas utama pembangunan dari semua level pemerintahan. “Keberhasilan pembangunan desa akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan pembangunan secara nasional, provinsi, kabupaten dan kota,” katanya.

Dikatakan Engkos, Kuliah kerja nyata atau sering disingkat KKN ialah sebuah kegiatan pengaplikasian ilmu-ilmu yang telah kita pelajari selama perkuliahan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Dalam KKN  mahasiswa diajak untuk belajar bersama masyarakat, belajar berkomunikasi aktif dengan warga desa, melakukan pemetaan sosial mengenai kondisi masyarakat desa serta menyelenggarakan kegiatan yang dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan masyarakat desa, baik berupa penyuluhan maupun pelatihan.

“Saya menaruh harapan besar kepada peserta workshop ini karena peranan perguruan tinggi sangat strategis dalam meningkatkan sumber daya manusia. Apalagi perguruan tinggi adalah tempat mencetak anak-anak bangsa sebagai calon pemimpin masa depan,” urainya. (ADVERTORIAL).

 

 

KOMENTAR DISQUS :

Top