Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Nasional - Peristiwa

Dituding Tidak Adil Tertibkan Trayek, Dishub Kota Serang di Demo Angkot

Senin, 07 September 2015 18:47:43 wib - Komentar
Ilustrasi supir angkot mogok.

Serang, (Banten88.com) – Merasa kesal dengan ketentuan harus masuk kedalam terminal Cipocok, ratusan supir angkutan umum melakukan aksi unjuk rasa. Mereka mogok narik dan lebih memilih memarkirkan mobilnya di areaterminal Cipocok Jaya, Kota Serang, akibatnya para penumpang terbengkalai mencari angkot yang semuanya dalam keadaan parkir. Aksi mogok ini berlangsung cukup lama, dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (7/9).

Ratusan soir angkot menuding bahwa Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Serang tidak adil dalam melakukan penertiban trayek angkutan. Menurut para sopir, banyak angkot yang trayeknya tidak boleh masuk Cipocok, namun petugas membiarkan angkot yang memiliki trayek dalam Kota mengambil muatan dan itu dinyatakan menyalahi aturan karena tidak sesuai trayek.

Dari data yang diperoleh, sekitar 120 angkot yang ada dalam tiga trayek yaitu Serang-Cikeusal, Serang-Tunjung Teja dan Serang-Pamarayan kompak untuk tidak mengoperasikan angkotnya. Para sopirnya lebih memilih main gaple dan minum kopi dia area terminal Cipocok. “Percuma kita narik juga, kita dikejar-kejar kalau tidak member distribusi ke petugas, giliran ada angkot trayek royal yang ambil sewa petugasnya diam saja,” ujar Guntur salah satu sopir angkot.

Dikatakan Guntur, aksi ratusan sopir angkot ini adalah buntut kekecewan seluruh sopir yang harus berebut muatan dengan angkot dalam kota. Dari rebutan sewa itu, terkadang selalu memicu keributan sesame sopir, dan jika itu dibiarkan maka sama saja petugas Dishub Kota Serang yang berada di terminal mengadu domba antar sopir. Untuk itu, dia menuntut agar Dishub lebih tegas dan berani melakukan penertiban trayek sesuai operasionalnya.

"Bukan berarti kita takut tidak kebagian rizki, ini kan aturan, kalau mau menegakan aturan ya jangan distribusinya saja yang diambil. Coba saja liat angkutan kota banyak yang mengambil penumpang ke daerah Petir, nah sebaliknya kalau kita ngambil sewa di dalam kota, udah deh langsung di stop dan dikejar-kejar petugas," katanya.

Kerisauan Guntur juga benarkan oleh Amin sopir angkot Petir lainnya. Dalam aksi ini dia bersama opir angkot lainnya mengancam akan melakukan aksi lanjutan yang lebih besar, jika Dishub Kota Serang menutup mata dan membiarkan persoalan ini sampai berlarut-larut. Karena jika dibiarkan aksi ini akan mensweping angkutan kota yang masuk kedalam wilayahnya, dan tidak sesuai dengan trayek yang dimilikinya.

"Sama saja kita ini diperas, kita tidak boleh mengambil penumpang dalam kota, tapi ko angkot dalam boleh mengambil sewa dari luar. Ini bahaya kalau tidak segera ditertibkan kita akan terus aksi, kita akan lanjutkan aksi ini ke kanor Dishub, aturan harus ditegakan jangan pilih kasih, kita juga tidak ingin seperti ini,” ujarnya.

Aksi mogok ratusan sopir angkot ini terbilang tertib. Meski ada beberapa angkutan umum yang ketahuan masih beroperasi, sebagai bentuk solidaritas mereka segera menghentikan angkota tersbut dan diajak bergabung untuk mogok. Tampak ratusan mobil yang mengikuti aksi mogok terlihat menumpuk memenuhi area terminal Cipocok hingga keluar kawasan terminal. “Masih unttung hari ini tidak ada angkutan kota yang melewati kesini, kalau ada kan berabe bisa jadi urusan, ini petugas Dishubnya juga pada gak ada,” tukas Udin sopir angkot lainya. (Dang)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top