Indonesia English
Kamis, 19 April 2018 |
Seputar Banten

Dwi Jatmiko : Tidak Jadi Ketua DPD K-SPSI Tidak " Patheken "

Minggu, 15 Oktober 2017 16:13:31 wib - Komentar
Dwi Jatmiko, SE, MM, Ketua Umum DPD K-SPSI Provinsi Banten banjir dukungan dari pengurus DPD, DPC dan PD FSPA se-Provinsi Banten.

Tangerang, (Banten88.com): Ketua DPD K-SPSI Provinsi Banten, Dwi Jatmiko, SE, MM periode 2016 - 2021, Jumat (13/10/2017) pasca pengurus DPD, DPC dan FSPA audiensi dengan Kepala Disnakertrans Provinsi Banten, H. Hamidi yang didampingi Kabid Pengawasan Ubaidilah. 

Dengan meminjam tempat diruang pertemuan Disnakertrans, DJ demikian Dwi Jatmiko disapa akrab langsung memimpin rapat. Rapat dihadiri seluruh pengurus DPD K-SPSI Provinsi Banten, para Ketua DPC dan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Anggota (PD FSPA). 

Dalam rapat tersebut, masing-masing pimpinan menyampaikan ikrar kesetiaan atas kepemimpinan DJ. Ikrar ini dinyatakan  sehubungan adanya beberapa gelintir orang SPSI yang akan menyelenggarakan Konferdalub. Namun tiba - tiba suasana mendadak hening ketika Ketua DPC K-SPSI Kota Serang, Drs.SImon Dililuji menyatakan dukungannya kepada DJ. 

Ia kisahkan betapa DJ benar-benar memimpin dengan hati. Kala itu ia sakit usus parah dan memerlukan biaya perawatan dan pak DJ dengan sigap turun tangan membantu. Kisah Simon kepada seluruh peserta rapat. "Entahlah pak saya tidak tahu apa yang akan saya alami saat itu, jika bapak Dwi Jatmiko tidak turun tangan  memberikan bantuan melalui sahabat saya pak Asep Danawiria, Ketua DPC K-SPSI Kota Serang," urai Simon berlinang air mata dan kontan saja membuat suasana rapat kerja menjadi hening terbawa suasana yang mengharu biru itu.

TAK JADI KETUA TAK PATHEKEN. Menanggapi adanya dukungan dari seluruh pengurus DPD, DPC dan PD FSPA, DJ merasa bangga dan terharu atas inisiatif seluruh pengurus mempertahankan kepemimpinan saya, ujarnya sambil membetulkan posisi kaca matanya. 

Namun kalau boleh menyitir ucapan yang sangat populer dari Presiden Soeharto, bahwa beliau jika tidak lagi jadi presiden, juga tidak Patheken. Demikian pula saya, urai DJ lebih lanjut. "Saya tidak Patheken jika tidak menjadi Ketua DPD K-SPSI Provinsi Banten. Sebagai pengusaha masih banyak yang bisa saya lakukan untuk membangun Banten," paparnya. (Adapun kata patheken yang Banten88.com peroleh artinya adalah : tidak mengapa/tidak jadi soal/tidak ada masalah). (Kata ini berasal dari bahasa daerah Jawa).

DJ mengakui karena keterbatasan waktu dan harus berbagi dengan kegiatan bisnis, di SPSI ini dia ingin jadi tokoh pemersatu. "Kita kumpulkan SDM K SPSI yang cerdas dan piawai dalam organisasi agar serikat pekerja ini menjadi kuat, besar, disegani dan menjadi panutan bagi organisasi serikat pekerja/serikat buruh lainnya. Ibaratnya lidi jika dikumpulkan dan bersatu akan kuat, tapi jika sendiri-sendiri bakal lemah," beber DJ berfilosofi. 

Oleh karenanya tuturnya lebih lanjut, mari kita pertahankan apa yang sudah kita miliki. Saya yakin kalau saya disakiti, rekan-rekan akan membela. Demikian pula jika rekan disakiti, saya pasti akan membela, tegas DJ yang disambut tepuk tangan meriah peserta rapat. 

"Sebagai Ketua DPD K-SPSI, saya ini mencari penghidupan sendiri. Tidak pernah meminta-minta fasilitas ke pabrik-pabrik dan bikin susah anggota. Selama saya tidak merugikan orang atau melakukan tindakan tercela, saya akan tetap melangkah dengan penuh percaya diri dan tetap berusaha sekuat tenaga untuk membantu teman - teman serikat pekerja," tegas DJ dengan intonasi mantap. 

JANGAN BIKIN MACEM-MACEM DI BANTEN. Memperhatikan adanya selentingan pelaksanaan Konferdalub yang bakal digelar di Tangerang oleh beberapa gelintir orang K- SPSI, tokoh senior Tangerang H. Tjetjep Mulyadinata, SH menyampaikan kekesalannya. Dengan mimik serius, engkong demikian ia disapa akrab menegaskan.

"Anak-anak yang katanya akan menyelenggarakan Konferdalub itu  adalah saya yang membesarkan. Tapi saya marah dan kecewa dengan perilaku mereka yang merongrong organisasi K SPSI yang sah secara konstitusi," tegas Engkong dengan suara bergetar dan mata memerah.

“Saya tidak melarang orang untuk maju, tapi harus ditempuh dengan cara-cara yang dibenarkan oleh hukum. Anak-anak ini telah mencatut nama para pinisepuh organisasi K- SPSI yang kita hormati. Kalau mereka bikin Konferdalub apa konferdalub pinisepuh. Ini jelas langkah yang ngawur," tandas Engkong Tjetjep Mulyadinata masih dalam nada tinggi.

"Dalam tanda kutip kalau mau jadi orang jangan mencari jalan instant. Tapi tempuhlah dengan sabar dan menggunakan jalur yang konstitusional. Pokoknya jangan bikin macem-macem lah di Banten ini," tandas tokoh Tangerang H. Tjetjep Mulyadinata, SH.

Sementara itu terkait rencana Musdalub, DJ mengatakan, siapapun itu orangnya jika masih tergabung di organisasi K SPSI itu adalah anggota kita wajib kita rangkul dan kita arahkan kejalan yang benar. Tapi ternyata tokoh senior, tokoh panutan kita bapak Tjetjep Mulyadinata sangat marah besar atas adanya upaya konferdalub, ujar Dwi Jatmiko.

KONFERDALUB TIDAK KONSTITUSIONAL. Menyimak rencana konferdalub yang akan digelar, Ketua Bidang Organisasi DPD K SPSI Imam Sukarsa, SH menegaskan, aturan organisasi sudah jelas menyatakan, konferdalub bisa diselenggarakan jika ketua DPD melakukan tindakan pelanggaran AD/ART organisasi K-SPSI.

Atas pelanggaran tersebut, lalu ada permintaan dari 50 persen lebih anggota untuk dilakukan konferdalub. Jika tidak terpenuhi kedua unsur diatas maka konferdalub tidak bisa diselenggarakan. Oleh karena itu, masih tegas Imam ketika pengurus DPD K-SPSI Banten mengadakan audiensi dengan Kepala Dinas Nakertrans, DPD meminta agar tidak mengindahkan atau menghadiri jika ada undangan yang disampaikan beberapa gelintir oknum K-SPSI yang akan menggelar konferdalub. Karena kegiatan tersebut inkonstitusional dan tidak memenuhi persyaratan secara organisatoris untuk menyelenggarakan konferdalub, beber Imam Sukarsa kepada Banten88.com. 

BELUM ADA HAWAR HAWAR KONFERDALUB. Menanggapi permintaan tersebut diatas, Ketua Disnakertrans Provinsi Banten H. Hamidi mengemukakan, soal dinamika organisasi seperti ini tidak hanya terjadi di SPSI. Mereka yang diberhentikan dari organisasi lalu membentuk organisasi yang sama dengan nama baru, ujar H. Hamidi.

Oleh karena itu, ia meminta agar K-SPSI Banten menjaga kekompakan agar organisasi serikat pekerja ini semakin besar, pintanya. Terkait dengan adanya rencana konferdalub, H. Hamidi menyampaikan hingga Jumat sore ini (13/10/2017) kami belum menerima undangan. Hawar-hawarnya (informasi samar-samar atau bisik-bisik) juga belum ada.

Jika  ada surat atau undangan, kami tentu akan pelajari terlebih dahulu dari aspek hukumnya bagaimana?, tutur Kadisnakertrans Provinsi Banten. "Saya harap ini hanya berita isue dan mudah-mudahan tidak ada. Karena isue bisa berkembang dan dampaknya akan saling menjatuhkan dan kami tidak suka itu," ungkap H. Hamidi lagi.  

Terhadap persoalan yang disampaikan rekan-rekan DPD K-SPSI Banten, pihaknya akan  mengadakan rapat dengan jajarannya dan melakukan pengkajian dengan seksama dari sisi hukum dan Disnakertrans Provinsi Banten tidak akan mencampuri urusan di internal organisasi serikat pekerja. Demikian penegasan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten, H. Hamidi. (SS)

KOMENTAR DISQUS :

Top