Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Nasional - Ekonomi dan Bisnis

Empat Izin Perusahaan Tambang Di Banten Segera Dicabut

Senin, 07 Agustus 2017 08:16:07 wib - Komentar
Ilustrasi.

SERANG,(Banten88.com): Pemprov Banten melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten akan mencabut empat izin perusahaan pertambangan. Pencabutan izin tersebut dilakukan lantaran tiga perusahaan sudah habis izinnya dan tidak bisa diperpanjang lagi, sedangkan satu perusahaan tidak memiliki izin atau ilegal. 

Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten Eko Palmadi mengatakan, pencabutan izin perusahaan tersebut merupakan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari hasil rapat evaluasi dengab KPK setidaknya terdapat 44 perusahaan usaha tambang yang ada di Banten yang harus dievaluasi ulang. 

“Dari jumlah itu, empat diantaranya izinya dicabut. Sisanya ada yang petanya ngga bener dan saling tumpang tindih,” kata Eko, Minggu (6/8). 

Saat ditanya nama perusahaan yang dicabut izinya, Eko mengaku tidak begitu hafal. “Yang pasti yang tiga perusahaan itu izinya sudah habis dan tidak bisa diperpanjang lagi karena sudah telat satu tahun. Kalau satu lagi bisa disebut ilegal karena tidal memiliki  izin,” ujarnya.  

Untuk 40 perusahaan sisanya, lanjut Eko, pihaknya saat ini tengah memfasilitasi.  “Jadi yang petanya ngga sesuai, sekarang lagi disesuaikan. Kan sebelumnya peta itu ada di kabupaten/kota sekarang kita benahin semuanya. Kalau yang tumpang tindih salah satunya dicabut, kalau bisa dua-duanya dicabut,” jelasnya.

Menurutnya, ada perusahaan yang masuk wilayah petambangan negara dan itu harus dikeluarkan.  “Kita dan kabupaten ngga bisa keluarin izin di situ, karena wilayah itu khusus buat cadangan tambang,” katanya. 

Dijelaskan Eko, 44 perusahaan yang bermasalah itu merupakan bagian dari 224 perusahaan tambang yang ada di Banten.“Kebanyakan di Lebak dan rata-rata tambang non logam kaya pasir, batu bara, ada juga dua perusahaan di Pandeglang tapi itu sudah selesai. KPK meminta itu harus selesai 10 Agustus,” ujarnya.(Okan).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top