Indonesia English
Senin, 19 November 2018 |
Kesehatan

Faktor Penentu Suksesnya Jalani Metode 'Gentle Birth'

Selasa, 14 Maret 2017 17:24:54 wib - Komentar
Wanita hamil. (Pixabay)

(Banten88.com): Setiap kelahiran adalah pengalaman yang kuat dan penuh dengan emosional. Karenanya, berbagai metode kelahiran digunakan untuk memenuhi tak hanya dari sisi keselamatan ibu dan bayi, namun melibatkan sisi emosional itu sendiri.

Metode melahirkan gentle birth, belakangan kian banyak dilakukan oleh masyarakat.

Menurut Yesie Aprillia, praktisi dan trainer hypnobirthing dan gentle birth. Definisi gentle birth adalah serangkaian proses mulai dari konsepsi, masa kehamilan, proses melahirkan dengan lembut, hingga pengasuhan bayi yang dipersiapkan sedemikian rupa baik itu soul, mind & body yang dilakukan dalam kesadaran hingga tercapailah proses ramah jiwa dan minim trauma.

"Gentle birth membutuhkan persiapan sejak masa kehamilan, baik persiapan fisik maupun mental calon ibu. Persiapan fisik meliputi latihan pernapasan, olahraga ringan, pijat dan konsumsi makanan sehat," kata dia berdasarkan rilis yang diterima VIVA.co.id, Senin 13 Maret 2017 dari Komunitas Keluarga Gentle Birth.

Dia menambahkan, persiapan mental Ibu menjadi hal penting yang akan memengaruhi kesuksesan gentle birth ini. Karenanya, perlu dipersiapkan dengan rutin untuk melakukan relaksasi hypno-birthing, meditasi, afirmasi positif, dan menjaga ketenangan jiwanya. Untuk itu, para Ibu harus belajar dan memberdayakan diri.

"Gentle birth, bukan berarti harus homebirth, waterbirth, atau anti intervensi medis. Gentle birth bahkan juga bisa dilakukan pada ibu yang harus menjalani operasi caesar," ujarnya.Seperti dari rilis yang diterima Viva.co.id.

Selain sang ibu, peran birth partner, atau suami juga tak kalah penting, suami adalah yang mendukung ibu selama proses persalinan.

"Untuk mendapatkan persalinan yang nyaman, ibu dan ayah harus memperlengkapi diri dengan pengetahuan, persiapan tubuh, jiwa, dan pikiran dengan yoga, latihan napas, meditasi dan hypnobirthing, dan support system berupa komunitas dan tenaga," ungkapnya. (Sumber : Viva.co.id)

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top