Indonesia English
Jumat, 23 Oktober 2020 |
Advetorial

FANS FANATIK KOES PLUS BERI PENILAIAN ATAS PERFORMANSI BAND IMITATOR NEO JIBLES DARI PACITAN

Minggu, 06 September 2020 20:31:48 wib - Komentar
PERSONEL Neo Jibles band. Dari kiri ke kanan Ario Yudha, Ricky, Taufik dan Rizal. Band ini mampu memainkan repertoar lagu Kus Bersaudara dan Koes Plus mendekati aslinya.

Jakarta (Banten88.com) : KEHADIRAN band imitator yang melestarikan mega karya emas Kus Bersaudara dan Koes Plus, Neo Jibles dari Kabupaten Pacitan tampil seperti sebuah keajaiban.

Personelnya adalah anak muda milenial yakni Taufik (Leader/guitaris,  keyboardis dan vocal), Ario Yudha (Rhythem dan lead vocal), Ricky (bas dan vocal) serta Rizal (Drum dan vocal).

Mereka tidak pernah mengalami masa kejawaraan Koes Plus di blantika musik pop di paruh 70 an dengan personel  Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo dan Murry.

Namun Neo Jibles mampu  memainkan reportoar musik Kus Bersaudara dan Koes Plus mirip aslinya.

Pacitan (Jawa Timur) sebuah kawasan yang tidak pernah diperbincangkan dalam peta musik pop Indonesia.

Eloknya ketika lagu Koes Plus berjudul Penyanyi ciptaan Opa Koeswoyo dari album Pop Kerontjong Koes Plus Volume 2 setelah dicover Neo Jibles di You Tube ternyata berhasil mengumpulkan jumlah penonton mencapai 805 ribu orang.

Sang leader Taufik tidak menggunakan guitar merk Gibson dan organ Farfisa seperti yang dipakai mas Tonny Koeswoyo.

Tapi pimpinan Neo Jibles ini memainkan guitar merk Sammick dan keyboard merk Korg serie Crome.

Namun ia mampu hasilkan sound yang mirip Koes Plus.

Ini dikarenakan kepiawaian Taufik dibidang sound engineering meski pendidikan formalnya sarjana Ilmu Sosial Politik jurusan Hubungan Internasional.

Belum lama ini

Neo Jibles mengcover lagu berjudul Malam Minggu dari album Koes Plus 1979 bertajuk Aku dan Kekasihku di You Tube.

Dalam hati, penulis bertanya mampukah guitaris Neo Jibles menghasilkan sound seperti gitar mas Tonny yang bersuara unique dan antique yang terdengar " cekuwek kuwek.....cekuwek kuwek ". Ternyata guitaris Neo Jibles mampu hasilkan sound guitar mirip aslinya yang berbunyi cekuwek kuwek itu.

Sebelum pandemi Corona, jika artis ibukota tour show ke Pacitan dan ditonton ribuan orang, Taufik yang menangani sound systemnya karena ini merupakan bisnis utama yang digeluti pentolan Neo Jibles ini.

Masih tutur Taufik, lagu Koes Plus yang sulit dimainkan adalah lagu berjudul Hidup yang Sepi versi origional Koes Plus Volume 2.

Lagu tersebut aslinya menggunakan 5 instrumen yang dimainkan secara bersamaan.

Berikut ini penilaian para kompeten fans fanatik Koes Plus atas kehadiran Neo Jibles yang menyita perhatian dan usianyapun baru 2 tahun berjalan.

OKIE T RAHARDJO : BANYAK KEMAJUAN

Okie Raharjo tidak sebatas fans fanatik Koes Plus tapi juga Ketua Jiwa Nusantara Surabaya dan lebih dari itu, ia adalah Sejarawan Kus Bersaudara dan Koes Plus serta penulis buku John Koeswoyo sang pendiri Kus Bersaudara 1962.

Tentang Neo Jibles Oki memberi penilaian bahwa personel Neo Jibles sudah banyak belajar dengan baik. Secara musikal sudah rapi dan halus dalam menyesuaikan lagu aslinya. Masing - masing sudah tahu peranannya sehingga tidak ada yang saling serobot dalam mengisi instrumen tertentu.

Secara vocal juga banyak kemajuan. Mereka sudah belajar mengikuti vocal asli personel Koes Plus khususnya vocalis utama yang sudah memiliki soul sebagai imitator Yon Koeswoyo.

Bagi kami penggemar Koes Plus di Surabaya, Neo Jibles mampu mengisi dahaga akan munculnya jiwa muda penerus lagu - lagu Koes Plus. Demikian Okie T. Rahardjo.

NATSIR NOOR : BERASA MURRY

Bagi Natsir Noor Ketua Jiwa Nusantara Pengurus Wilayah Jateng dan DIY, bahwa prinsip performance dari sebuah band yang membawakan lagu - lagu milik sang legenda Kus Bersaudara dan Koes Plus adalah mendekati kemiripan. Hal ini relatif mampu ditampilkan oleh Neo Jibles.

Ada pembagian vocal sesuai dengan lagu aslinya.

Sang drumer selalu membawakan lagu - lagu Murry.

Saya amati fill in pukulan dan rofel drumer Neo Jibles sudah "berasa" Murry.

Secara keseluruhan team work Neo Jibles relatif mengingatkan kita atas penampilan Koes Plus ditahun 75 an dengan bermain kompak, vocal yang bersih dan padu.

Hanya perlu sedikit di poles agar gaya lebih atraktif khususnya untuk lagu - lagu yang berirama rancak. Kayaknya performansi T.Koes band bisa dijadikan referensi.

Salut dan sukses untuk Neo Jibles. Jalan kedepan masih panjang. Jiwa Nusantara boleh ikut berbangga dan apresiatif atas kehadiran Neo Jibles tutur Natsir Noor sembari memberi apresiasi 2 jempol untuk Neo Jibles.

EMIL DIANA BERI 2 JEMPOL

Emil Diana Ketua Harian Jiwa Nusantara Pusat yang juga presenter beken berwajah menawan dan bersuara merdu dari radio P2SC Jakarta memberi atensi dan apresiasi yang sangat baik dengan memberi dua jempol atas kehadiran Neo Jibles.

Seperti diketahui Radio P2SC adalah " eyang " nya pelestari mega karya emas Kus Bersaudara dan Koes Plus.

Radio P2SC telah melestarikan mega karya sang legenda sejak tahun 1978 lewat acara AKP (Album Kus Bersaudara dan Koes Plus) yang amat melegenda sampai kini.

Ditahun 78 itu penulis sudah kelas 3 SMA di SMAK Salatiga (Jateng). Penulis adalah salah satu saksi hidup meledaknya album Koes Plus 78 dengan mega hits Rahasia Hatiku dan Kereta Api Pagi yang direkam Purnama Record.

Kehadiran Murry dibelakang set drum fiberglas yang gagah telah mengobati rasa rindu mendalam fans fanatic Koes Plus.

Tiap malam TVRI memutar video mas Tonny dengan suara serak - serak keren, menyanyikan lagu Kereta Api Pagi sambil memetik gitar terlihat rancak nian. Ritme bermain gitar cepat bak berkejaran dengan kereta api.

Sementara lagu Rahasia Hatiku menggilas lagu - lagu tenar pada saat itu dan langsung betengger gagah nangkring disinggasana teratas pada acara tangga lagu - lagu yang diudarakan setiap pekan.

WOWO SASTRO : TANGGUNG JAWAB

Dalam penilaian Wowo Sastro, ketua komunitas Koes Plus Yogyakarta, bahwa semangat personel Neo Jibles sungguh luar biasa. Mereka adalah anak muda yang punya rasa tanggung jawab moral dalam membawakan lagu milik Kus Bersaudara dan Koes Plus mirip aslinya walau mereka tidak mengalami masa kejayaan Kus Bersaudara dan Koes Plus. Tetap semangat Neo Jibles, ungkap Wowo Sastro.

ABAH DINO : KULIHAT DULU VIDEONYA

Ketua Jiwa Nusantara Bekasi, Abah Dino ketika dimintai penilaiannya atas performansi Neo Jibles oleh penulis, ia mengatakan " Ini masih dijalan, tar kulihat dulu videonya baru saya beri penilaian," tutur abah Dino.

IWAN SETIAWAN : NEO JIBLES DETAIL

Bagi Iwan Setiawan pemain band pelestari Aluspat yang sekaligus sebagai Ketua Dewan Penasehat Komunitas Musik Koes Bogor (KMKB), Neo Jibles adalah anak muda yang memiliki talenta musik cukup baik dan semua personel berusaha bermain seperti apa karakter pada musisi Koes Plus.

Sang drumer berusaha suaranya mirip drumer Koes Plus, Murry. Neo sangat mempelajari detailnya. Walaupun saya belum pernah menyaksikan live show mereka. Bagaimanapun juga saya memberi 3 jempol atas kehadiran Neo Jibles. Demikian Iwan Aluspat Bogor.

PAULUS : LAGU SENDIRI

Fans Fanatik Kus Bersaudara dan Koes Plus, Paulus Tri Yuwono yang namanya sering tampil di kanal You Tube menilai dari segi permainan, Neo Jibles tidak diragukan lagi. Tinggal sekarang tugas mereka adalah membuat lagu sendiri agar terap eksis di blantika musik pop Indonesia.

MARKUS PENTA : MAU BELAJAR

Dalam penilaian Markus Penta fans fanatik Koes dari Solo, Neo Jibles bagus. Ada band pelestari dari generasi muda yang mau belajar untuk bisa bermusik sesuai dengan permainan sang legenda Kus Bersaudara dan Koes Plus. Kehadirannya sangat saya apresiasi.

AGUS KELO : MUMPUNI

Ketua Jiwa Nusantara (JN) Koes Mania Fans Club (KMFC) Tangerang Selatan, Agus Kelo Susilo katakan, Neo Jibles bagus secara keseluruhan. Sound guitar dan keyboard dibuat semirip mungkin dengan sound Koes Plus, sehingga enak didengar. Permainan musiknya pun mumpuni. Semua personelnya humble (kalem) dalam bermusik dan itu yang menjadi kunci sebuah band juga dari sisi atitude (sikap). Banyak band pelestari yang bisa dan bagus dalam memainkan repertoar lagu - lagu Kus Bersaudara dan Koes Plus karena kunci nadanya sama. Yang penting band harus punya atitude yang baik dan humble. Terus berlatih supaya tetap apik dan rapi dalan memainkan repertoar Kus Bersaudara dan Koes Plus.

KUSWANTO : BANGGA

Bagi Kuswanto Lelang, Ketua Jiwa Nusantara Tegal, hadirnya band pelestari yang melestarikan mega karya Kus Bersaudara dan Koes Plus adalah sebuah kebanggaan bagi pecinta Kus Bersaudara dan Koes Plus disaat sang legenda sudah tidak aktif lagi didunia musik.

Neo Jibles membawakan lagu Kus Bersaudara dan Koes Plus dengan apik, rapih dan sangat mirip. Ini nilai plusnya Neo Jibles sebagai band pelestari. Sudah banyak lagu Koes Plus yang di cover di You Tube. Salut dan sukses buat Neo Jibles, papar Kuswanto Lelong. (Seno Supono).

KOMENTAR DISQUS :

Top