Indonesia English
Kamis, 17 Januari 2019 |
Pemerintahan

FKUB Banten Bantu Korban Tsunami, Ini Kata Wagub Andika

Selasa, 08 Januari 2019 20:52:20 wib - Komentar
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumydari FKUB Banten di Posko Utama Bencana Tsunami Selat Sunda Pemprov Banten yang belokasi di Plaza Aspirasi, Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (8/1).

SERANG,(Banten88.com):Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengaku, dirinya mewakili Pemprov Banten mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada majelis beragama yang tergabung di dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banten. Ucapan terima kasih tersebut disampaikan wagub usai menerima bantuan untuk korban tsunami Selat Sunda di Provinsi Banten dari FKUB Banten di Posko Utama Bencana Tsunami Selat Sunda Pemprov Banten yang belokasi di Plaza Aspirasi, Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (8/1).

“Saya kira ini bentuk kebersamaan dan kerukunan warga Banten yang terbukti tidak memandang perbedaan sebagai alasan untuk tidak peduli,” kata Andika kepada pers.

Andika berharap, terus mengalirnya bantuan dari berbagai pihak tersebut mampu menjadi penguat semangat warga Banten yang menjadi korban tsunami Selat Sunda.

Lebih jauh Andika juga memastikan bahwa Pemprov Banten dan pemerintah daerah di mana terjadi bencana tersebut terus melakukan upaya-upaya pertolongan dan pemulihan bencana. “Pak Gubernur (Gubernur Banten Wahidin Halim) sendiri kan sudah memutuskan masa tanggap darurat bencana sampai tanggal 9 Januari besok. Nah, sekarang kita sudah mulai fokus untuk tahap recovery,” katanya.

Untuk diketahui, Gubernur Banten Wahidin Halim menetapkan masa tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda di Provinsi Banten mulai dari 27 Desember 2018 sampai 9 Januari 2019. Penetapan masa tanggap darurat tersebut dilakukan setelah bencana tsunami yang menerjang wilayah pesisir Pandeglang dan Serang menelan korban tewas 306 orang berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten hingga Kamis (27/12) pekan lalu. Selain korban meninggal, juga terdapat 709 korban luka-luka, 46 orang hilang dan 14.587 orang masih berada dalam pengungsian.

Adapun kerugian material akibat tsunami Selat Sunda di Banten, yakni 526 unit rumah, 33 roda empat, 42 roda dua, dan 14 hotel/vila, serta 60 warung kuliner, 215 gazebo, dan 44 unit perahu.

Sementara itu, Ketua FKUB Banten AM Romly mengatakan, bantuan yang diberikan pihaknya berasal dari seluruh majelis agama yang tergabung di FKUB Banten. Majelis agama dimaksud di antaranya MUI atau Majelis Ulama Indonesia Banten, Walubi adalah Perwakilan Umat Budha Indonesia Banten, PHDI atau Parisada Dharma Hindu Indonesia Banten, dan Matakin atau Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Banten. “Bantuannya macam-macam mulai dari logistik seperti beras, pakaian sampai uang tunai,” kata Romly. (oka)

KOMENTAR DISQUS :

Top