Indonesia English
Kamis, 18 Oktober 2018 |
Hukum dan Kriminal

Gagal Berangkat Umroh, Puluhan Warga Lapor Polisi

Selasa, 11 April 2017 16:45:16 wib - Komentar
Kapolres Lebak, AKBP Dani Arianto saat ekpose tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus pemberangkatan umroh dan haji.

LEBAK,(Banten88.com): Puluhan masyarakat yang menjadi korban penipuan berkedok pemberangkatan umroh di Kabupaten Lebak, mendatangi Polres Lebak, untuk membuat laporan, Selasa (11/4).

Asikin (55) warga BTN Palaton, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengaku, dirinya telah menjadi korban penipuan dengan iming-iming pemberangkatan umroh dimana korban akan diminta dana awal sebesar Rp. 500 ribu.

"Awalnya baik pak diminta Rp. 500 ribu, komunikasi intens pokoknya merayu full sampai akhirnya saya membayar Rp. 26 juta untuk berangkat umroh," kata Asikin kepada wartawan di Mapolres Lebak, Selasa (11/4/).

Dirinya bersama puluhan masyarakat Lebak lainnya, dijanjikan akan berangkat pada satu tahun yang lalu. Namun, hingga saat ini belum juga terealisasi.

"Jadi awalnya kita bertemu dengan AS yang mengaku dari Agen umroh PT. Arminareka Perdana dan kita diberikan paper bag berwarna kuning yang berisikan baju koko, brosur, kartu nama dan asuransi atas nama korban," jelas Asikin.

Sementara, Kapolres Lebak, AKBP Dani Arianto mengatakan, terduga tersangka sudah kita amankan atas nama AS. Penangkapan berawal dari adanya laporan dari TR, tentang adanya dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus pemberangkatan umroh dan haji.

"Modusnya pelaku ini mendatangi masyarakat yang ingin berangkat umroh dan menawarkan paket pemberangkatan umroh melalui PT. Arminareka Perdana, dimana awalnya korban harus membayar Rp. 500 ribu untuk bukti tanda jadi," ungkap Kapolres di Mapolres saat expos,selasa (11/4).

Kata Dani, kepada polisi AS mengaku sebagai agen atau Calo dari PT. Arminareka Perdana yang akan memberangkatkan pendaftar pada 30 April 2017 ini.

"Korban diminta uang sebesar Rp. 25 juta untuk berangkat umroh dengan cara dua kali pembayaran," tuturnya.

Sampai saat ini, lanjut Dani, sudah ada 19 korban yang melaporkan bahwa telah ditipu terduga pelaku dengan iming-iming berangkat umroh. Bukan hanya itu saja, informasi yang didapat keuntungan sebesar Rp. 650 juta.

"Hasil pemeriksaan ternyata ada 35 orang yang menjadi korban dan saat ini baru ada 19 yang melapor kita terus kembangkan kasus ini,"ujarnya.(eli)

KOMENTAR DISQUS :

Top