Indonesia English
Minggu, 05 Juli 2020 |
Hukum dan Kriminal

Gelapkan Mobil, Suratman Divonis 2 Tahun Penjara

Selasa, 04 Oktober 2016 13:21:48 wib - Komentar
Ilustrasi.

SERANG,(Banten88.com): Terbukti bersalah menggelapkan mobil dengan modus sewa, Suratman,( 45), divonis hukuman pidana 2 tahun penjara di PN Serang, kemarin. Warga Kelurahan Cimuncang, Kecamatan/Kota Serang. Perbuatan terdakwa sudah memenuhi unsur dakwaan primer Pasal 378 KUH Pidana.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Suratman dengan pidana penjara selama dua tahun," kata majelis hakim yang diketuai Ni Putu Sri Andayani.

Perbuatan Suratman bermula saat mengunjungi kediamaan Siti Rohmah di Taman Lopang Indah, Kelurahan Unyur, Kecamatan/Kota Serang, pada 2014 silam. Kedatangan mantan mekanik mobil itu ditemani oleh Holis dan Rani Mardiawati. Kedua rekan terdakwa itu yang mengenalkan terdakwa kepada Siti Rohmah. Tujuannya, terdakwa ingin menyewa mobil Toyota Avanza warna Hitam Metalik Nopol A 1496 AG milik korban.
Mobil milik korban rencananya akan disewakan kepada sebuah perusahaan milik negara di Kota Cilegon. Penampilan dan ucapan terdakwa mampu meyakinkan korban. Sehingga, antara terdakwa dan korban terjadi negosiasi harga rental. Korban mematok biaya sewa sebesar Rp6 juta per bulan.

"Terdakwa menawar Rp750 ribu yang digunakan untuk biaya perawatan," ungkap Ni Putu dihadapan JPU Kejari Serang Indah Hutasoit.

Tawaran terdakwa disetujui korban. Sehingga, terdakwa berkewajiban membayar biaya sewa per bulan kepada korban sebesar Rp5,225 juta. Setelah harga disetujui, terdakwa dan korban menyepakati beberapa poin persyaaratan rental.  "Terdakwa berjanji memindahkan mobil itu kepada pihak lain seijin atau sepetanguan korban," kata Ni Putu.

Setelah kedua belah pihak sepakat, mobil dan surat tanda nomnor kendaraan (STNK) diserahkan kepada terdakwa oleh korban. Setelah menerima kunci mobil, terdakwa membawa mobil menuju kontrakkannya di Lingkungan Cimuncang. Namun, sampai di lapangan dekat kontrakan terdakwa, mobil korban tiba-tiba mogok. Lalu, terdakwa membawa mobil tersebut ke bengkel.

Seusai diperbaiki, mobil dibawa terdakwa menuju Pendi di Kampung, Duku, Desa Sukamapir, Kecamatan Biuang, Kabupaten Serang. Saat itu, terdakwa menawarkan menukar mobil Toyota Vios dengan Toyota Avanza milik korban, yang pernah digadaikan sebesar Rp20 juta oleh terdakwa.

"Biaya tambahan Rp15 juta. Perbuatan terdakwa telah merugikan korban sebesar Rp130 juta,l kata Ni Putu.
Seusai putusan dibacakan, terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir. "Pikir-pikir yang mulia,l kata Suratman.(OKAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top