Indonesia English
Selasa, 06 Desember 2022 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Gelar Bodong Anggota Dewan, Diadukan ke Majelis Kehormatan

Kamis, 28 Mei 2015 23:31:38 wib - Komentar

Jakarta, (Banten88.com) -.Beragam hujatan terhadap penggunan ijazah bodong terus bergulir. Pimpinan DPR Agus Hermanto meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk mengusut tuntas laporan dugaan gelar doktor palsu anggota Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra. Tak hanya Agus, politisi PKS Fahri Hamzah dengan geram meminta jika ada anggota dewan diketmukan menggunakan ijazah bodong, diminta untuk dibakar.

Ketua MKD DPR-RI Surahman Hidayat ketika dikonfirmasi mengatakan, sebaiknya persoalan ijazah bodong tidak hanya sebatas isu saja, jika benar ada anggota dewan menggunakan ijazah bodong, maka dia minta buktinya dibawa. "Mana buktinya, bawa ke kami, pimpinan tidak bisa intervensi MKD, sebaliknya MKD malah bisa memanggil pimpinan,” tutur Surahman, di Nusantara II, komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/5).

Menyinggung kasus Frans, Surahman berharap agar laporan ini tidak langsung diartikan dengan sudah melakukan kesalahan atas apa yang disangkakan. Karena sangkaan pelanggaran terhadap etik, pelanggarannya harus dibuktikan terlebih dahulu. ‘Bagaimana mau bicara sangsi, kan harus dibuktikan terlebih dahulu kesalahannya, jangan bicara sanksi dulu, bawa buktinya, mana, baru kita pelajari," ujarnya.

Dalam persoalan Frans kata Surahman, MKD sudah menerima laporan dari Denty Novianty mantan stafnya Frans yang dipecat. Sejauh ini MKD belum bisa memberikan terbukti bersalah apa tidak, karena MKD harus memutuskan dalam rapat internal terlebih dahulu. “Kita belum berani komentar, memang benar laporannya sudah masuk, dan kita akan rapatkan di  internal, mudah-mudahan pecan depan sudah bisa kita putuskan,” jelasnya.

Disnggung jika Denty dijadwalkan hari ini dilakukan pemanggilan, lagi-lagi Surahman tidak mengomentarinya. Soal pemanggilan Denty, dia mengaku belum mengetahui karena yang mengenai agenda sudah diatur oleh sekretariat MKD. “Saya belum cek ke sekertariat agendanya, memang benar Denty akan kita minta keterangan,” katanya.

Seperti diketahui, merebaknya ijazah bodong dari berbagai universitas menjadi perhatian serius anggota DPR. Nama Anggota DPR Frans Agung MP disebut-sebut di risalah rapat Komisi II sebelumnya sudah menggunakan gelar doktor meski dia belum lulus. "Di rapat, itu yang kapan, kalau yang sekarang malah tidak pakai gelar," kata Frans ketika dikonfirmasi wartawan.

Politikus Partai Hanura ini dilaporkan oleh mantan stafnya, Denty Novianty Sari ke ke Mahkamah Kehormatan Dewan dengan laporan penggunaan gelar doktor palsu. Kepada MKD, Denty mengaku siap membuka ihwal gelar bodong tersebut. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top