Indonesia English
Senin, 17 Desember 2018 |
Pendidikan

Gol A Gong : Sukses Berkarya Lewati Revisi Berkali Kali

Kamis, 01 November 2018 10:09:15 wib - Komentar
sastrawan Gol A Gong sedang memberikan motivasi kepada para pelajar untuk gemar membaca dan menulis.

Serang,(Banten88.com): Hari ketiga, Rabu (31/10), pelaksanaan kegiatan Festival Budaya dan Pendidikan (Fesbukan) yang digelar memperingati HUT SMA Negeri 1 Cikande ke VI, menghadirkan nara sumber seorang sastrawan. Acara yang dikemas Talkshow bersama sastrawan Gol A Gong menambah semarak acara di lapangan utama sekolah.

Kepala UPT SMA Negeri 1 Cikande, Mulyadi, S.Pd mengatakan dalam kegiatan Fesbukan yang dikemas dalam acara budaya dan seni menghadirkan tiga nara sumber yang berkompeten yakni penceramah yang sering tampil di TV, Ustad Syamsuddin Nur dari Jakarta, seorang enterpreneur pengusaha sukses, Joko Santoso, SE dan sastrawan Gol A Gong.

Menurut Mulyadi, kehadiran Gol A Gong harus menjadi inspirasi bagi siswa untuk ingin menulis, menulis apa yang mereka lakukan, menulis kejadian yang mereka alami, menulis apa saja yang positif. Mampu mengasah rasa, mengolah nalar, bisa melahirkan karya ilmiah, bisa berkarya dalam puisi dan sastra. “Untuk itu, Kita dorong program literasi di sekolah,”kata Mulyadi kepada wartawan, di sekolah, Kamis (1/11).

Sedangkan penceramah Ustadz Syamsuddin Nur, lanjut Mulyadi, membekali keimanan dan ketaqwaan bagi siswa. Ustadz Syamsuddin Nur juga seorang hafidz dan murottalnya sangat bagus sehingga dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk senantiasa mencintai Al Qur’an.

Mulyadi mengungkapkan, Figur Pak Joko Santoso adalah seorang pengusaha sukses berangkat dari bawah, mengawali karir jadi tukang amplas dengan usaha keras sekarang menjadi pengusaha sukses. “Pak Joko juga berprofesi sebagao konsultan dari beberapa perusahaan. Perjalanan karirnya harus jadi motivasi siswa agar tidak terbelenggu dalam fikiran sempit meraih sukses,”ungkapnya.

Sementara itu, Heri Hendrayana Harris, seorang sastrawan atau lebih dikenal dengan nama pena Gol A Gong, pendiri rumah dunia di Kota Serang menceritakan awal mulanya dirinya menjadi seorang penulis. Ketika usianya 11 tahun, jatuh dari pohon dan membuat salah satu tangannya diamputasi. Ada dua hal pesan yang disampaikan ibundanya yakni giat berolah raga dan membaca buku. Dua hal ini yang membawanya menjadi siswa berprestasi di bidang olah raga bulu tangkis dan menjadi seorang penulis di sekolah waktu SMA dengan menerima pesanan membuat puisi cinta.

“Menulis itu diawali dengan kebiasaan membaca. Kalau menulis puisi jangan menulis di WhatsApp. Siapa yang pernah jatuh cinta di masa SMA? Ya tinggal mengekpresikannya. Anak sekarang kurang senang melatih ketrampilan menulisnya. Maka dekati guru bahasa Indonesia tanya bagaimana cara mengekpresikan jatuh cinta. Dari pada jatuh cinta dengan hobi yang kurang baik mendingan masuk ekskul mading. Sediakan rubrik cinta dari Situterate. Hadiahnya Voucer berupa makan gratis, dananya minta kepala sekolah,”katanya.

Gol A Gong menambahkan untuk menginspirasi harus paham empat tema yakni cinta terlarang, cinderela sindrom, audios complek dan konflik dua keluarga. Jika siswa tidak paham ispirasi tidak bakal dapat harus dengan ilmu, membaca dan menulis.

“Kita lupa bahwa perintah Alloh SWT pertama adalah membaca (Ikro’). Sedangkan ulama Banten (Syech Nawawi Al Bantani ) mewariskan membaca, menulis, belajar dan mengajar. Mempunyai bakat atau tidak dalam menulis yang penting punya daya ingat, ilmu yang disampaikan dan bekerja keras. Semakin tinggi ilmunya maka akan semakin ditinggikan derajatnya. Tapi kalau lagi bosen menulis lakukan trafeling untuk mencari inspirasi. Tidak ada karya yang sukses tanpa melewati revisi berkali-kali. Karya saya sudah ada 55 buku yang sudah dicetak,”pungkasnya. (Iman).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top