Indonesia English
Kamis, 07 Juli 2022 |
Nasional - Politik

Golkar Pecah, Kubu Agung Minta Islah Dibatalkan

Selasa, 09 Juni 2015 20:17:39 wib - Komentar

Jakarta, (Banten88.com) – Buntut penyerangan kantor DPP Partai Golkar yang berada di Slipi, Jakarta Barat oleh sekelompok orang tak dikenal kemarin, membuat kondisi dua kubu Agung dan Ical kembali meradang.  Kubu Agung yang menempati kantor itu, menyebut massa yang menyerang adalah orang yang disuruh kubu Ical. Mendapat tudingan seperti itu kubu Ical balik menyerang, dan akhirnya memuncak kubu Agung minta agar islah dibatalkan.

Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol, TB Ace Hasan Syadzily kepada wartawan mengatakan, dia sangat menyesalkan tindakan penyerangan kantor DPP oleh orang-orang suruhan Aburizal Bakrie.  "Kami sangat menyesalkan kubu sana telah mengirimkan massa bayaran untuk menyerbu kantor DPP," ujar Ace, Selasa (9/5).

Dikatakan Ace, dia meyakini sekelompok orang itu merupakan massa bayaran yang diutus oleh kubu Aburizal Bakrie. Karena dia melihat pada saat melakukan negosiasi dengan polisi terlihat wakil ketua umum mereka Aziz Syamsuddin berada di tengah-tengah mereka. "Jelas sekali ada Azis Syamsuddin yang menegosiasi dengan pihak kepolisian, agar mereka dibiarkan masuk ke DPP Partai Golkar," sangkanya.

Terjadinya peristiwa penyerangan tersebut kata Ace, kubu Munas Ancol meminta agar kesepakatan islah dua kubu Partai Golkar yang baru ditandatangani dibatalkan. "Lebih baik kesepakatan islah ditinjau ulang. kami mengapresiasi kepada pihak kepolisian yang bertindak tegas menindak pihak-pihak yang membuat keributan," jelasnya.

Pernyataan sama disampaikan Ketua DPP versi Munas Ancol Leo Nababan.Penyerangan yang dilakukan sekelompok orang yang terjadi pada pukul 03.00 WIB kemarin, mencederai proses islah antar dua kubu untuk mengamankan Pilkada. "Begini saja, saya minta tim islah  kesepakatan pilkada dibubarkan saja, buat apa? karena tidak ada gunananya. Namanya islah itu harus dengan ketulusan, dengan niat baik, bukan dengan begini," urainya.

Menanggapi kubu Agung agar islah dibubarkan, Bendum hasil Munas Bali Bambang Soesatyo menyebut justru kubu Agung yang mencederai proses islah."Jangan terbalik-balik,  mestinya mereka tahu diri bahwa sejak keputusan provisi PN Jakarta Utara, mereka sudah dilarang melakukan kegiatan dengan menggunakan atribut Golkar. Munas Ancol yang abal-abal itu dinyatakan tidak sah, dan kembali ke kepengurusan Munas Riau," ujar Bambang.

Dengan tegas Bambang membantah jika kubu Ical telah mengirimkan massa untuk menyerang kantor DPP Golkar, justru lebih dulu kubu Agung yang mengikutsertakan orang yang bukan kader Golkar untuk mengamankan kantor DPP Golkar. Dia menghargai upaya Jusuf Kalla yang mencoba mediasi antar dua kubu untuk islah demi pilkada. Jika kubu Agung mencederai proses islah maka tidak menghargai upaya Jusuf Kalla sebagai mantan ketua umum Golkar.

"Kita menghormati upaya Pak JK, bagi kami bagaimanapun juga Pak JK merupakan mahkota partai yang tidak boleh direndahkan, kalau mereka menganggap islah itu tidak ada atau minta dibatalkan, itu urusan mereka, emang gue pikirin,” kilahnya. (Dang)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top