Indonesia English
Sabtu, 17 November 2018 |
Pendidikan

Grand Final Lomba Budaya Mutu SD Tahun 2018, Tiga SD Wakili Serang Ke Nasional

Kamis, 25 Oktober 2018 09:36:09 wib - Komentar
Tiga SD dari Serang ikuti lomba Budaya Mutu tingkat nasional tahun 2018 di Jawa Tengah

Serang,(Banten88.com),-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang mengirimkan tiga sekolah dasar untuk mengikuti lomba Budaya Mutu Sekolah Dasar Tingkat Nasional tahun 2018. Tiga sekolah yang lolos kategori tersebut yakni Sekolah Dasar Rujukan diwakili SDN Cikande 1. Sekolah Dasar Negeri diwakili SDN Taman Ciruas Permai dan Sekolah Dasar Swasta diwakili SDIT Ibadurrahman Ciruas. Kegiatan lomba berlangsung dari tanggal 23 sampai 26 Oktober 2018, bertempat di Hotel Lor In, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dindikbud Kabupaten Serang, Drs. H. Aber Nurhadi, M.Pd kepada wartawan melalui telepon pada Kamis (25/10).

Aber mengatakan Lomba Budaya Mutu yg kelima Tahun 2018 ini, dibuka oleh Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hadir pada acara pembukaan ini Khamim, Direktur Pembinaan SD, Bupati Karanganyar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar.

Aber menuturkan tahapan penilaian lomba budaya mutu antara lain  Penilaian portopolio diikuti 545 Sekolah Dasar perwakilan dari 34 provinsi. Portofolio ini meliputi profil sekolah, program sekolah, program pembelajaran, manajemen berbasis sekolah (MBS),    penguatan pendidikan karakter, kegiatan ekstrakurikuker, pengembangan perpustakaan, dan kantin sehat.

Kepala SDN Cikande 1, Hj. Siti Laela, M.Pd mengatakan Visitasi Sekolah diikuti oleh sekolah yang lolos tahap pertama (portopolio) sebanyak 150 SD dari 34 provinsi. Visitasi adalah kegiatan mensinkronkan  delapan standar nasional pendidikan secara teoritis dengan kondisi riil di lapangan. Grand Final, diikuti 120 SD yang lolos dari visitasi. Kegiatan ini menampilkan paparan dan wawancara antara kepala sekolah dengan dewan juri tentang tata kelola sekolah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Dikdasmen Kemdikbud, Hamid Muhammad dalam sambutannya menyatakan Mutu pendidikan tetap jadi persoalan. Kemenkeu pernah mempertanyakan ke Kemdikbud dampak dari diberikannnya berbagai insentif kepada sekolah (dana Biaya operasional sekolah, BOS )  dan tunjangan profesi guru, karena dianggap belum memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hasil belajar siswa atau kualitas pendidikan secara umum.

Lebih lanjut Hamid mengatakan bahwa hasil penelitian suatu lembaga terhadap calistung siswa kelas 3 SD, di Indonesia bagian barat sudah dinyatakan lancar baca, tetapi di Indonesia bagian timur belum lancar baca.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan ada tiga faktor yang berpengaruh yakni Isu Guru secara nasional, kepala sekolah dan fasilitas belajar. Kekurangan guru di Indonesia saat ini diperkirakan 707 ribu orang ditambah dengan yang pensiun 50 ribu orang per tahun. Kualitas Guru rendah. Hasil Uji Kompetensi guru yang sudah dilaksanakan hasilnya masih dibawah target. Karena itu guru harus terus di up grade/ dilatih/didiklat untuk meningkatkan kompetensinya, Pemerintah Daerah punya  tanggung jawab untuk meningkatkan kompetensi guru.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, kata Hamid, harus dipilih kepsek dari guru yang terbaik, yakni yang bisa memimpin dan mengelola sekolahnya untuk berprestasi.

“Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang Tugas Tambahan Guru Sebagai Kepala Sekolah betul dijadikan pedoman dalam pengangkatan kepala sekolah,”pesannya.

Menurut Hamid, fasilitas belajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar. Sekolah yang memenuhi standar tidak sampai dua puluh lima persen. Bahkan 16 ribu SD tidak punya  toilet.

“Kami menekankan hasil belajar siswa/kompetensi siswa menjadi target utama pendidikan pendidikan, peserta didik tidak "scholling without  learneng" (anak-anak kita sekolah/datang ke sekolah tetapi tidak tahu apa yang dipelajari ). Belajar bukan hanya knowladge dan skill, tetapi jauh lebih penting atitude/sikap/karakter, dan literasi ( baca tulis, budaya, teknologi dan keuangan,”tegasnya.

Hamid Berharap guru harus mampu memberikan kompetensi abad 21 kepada peserta didik dengan C4 ( Critical and Problem Solving, Creative and Inovation, Comunication, Collaboration. (Iman).

 

 

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top