Indonesia English
Rabu, 20 Maret 2019 |
Pemerintahan

Gubernur Banten : Hoaks itu Jahat

Rabu, 26 Desember 2018 20:37:42 wib - Komentar
Gubernur Banten Wahidin Halim saat Rapat Kerja Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten, di Rangkasbitung Kab. Lebak, Rabu, 26 Desember 2018.

Lebak,(Banten88.com): Gubernur Banten, H. Wahidin Halim menegaskan, hoaks itu jahat. “Hoaks itu jahat,” tandasnya dalam sambutannya pada Rapat Kerja Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten, di Rangkasbitung Kab. Lebak, Rabu, 26 Desember 2018.

Gubernur menegaskan, hoaks itu jahat,  tidak memiliki perasaan, apalagi dalam situasi sedang terkena bencana seperti ini. Disaat masyarakat sedang terputus  komunikasinya, lampu mati dan  bangunan banyak yg rubuh, belum lagi terluka. “Kok ada saja yang tega membuat berita palsu sehingga membuat warga menjadi panik,” tandasnya.

Gubernur mengggambarkan kondisi masyarakat akibat hoaks saat proses penanganan tsunami Selat Sunda di kawasan Sumur, Labuan, Carita Kab. pandeglang.  Tim penanganan dampak bencana, relawan dan seluruh masyarakat di sana harus lagi tunggang langgang akibat adanya isu akan muncul tsunami susulan. Dan, tidak sedikit diantara tim penangananya dampak bencana atau relawan sejenak meninggalkan upaya-pertolongan terhadap korban.  Apalagi, saat itu, banyak yang berteriak untuk menyelamatkan diri. Untuk hal ini, Gubernur menilai, sangat manusiawi apabila masyarakat menyelamatkan diri.

Saat itu, kepada masyarakat Gubernur menghimbau untuk tidak percaya hoaks. Setiap informasi yang diterima harus disaring-saring dulu kebenarannya.

Kepada para ulama Gubernur mengajak untuk bersama-sama menciptakan ketentraman dan kedamaian dalam masyarakat, menumbuhkan semangat saling bela antar kiayi untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian. Jangan percaya hoaks, saling bela antar kiayi sehingga ketentraman dan kedamaian. “Kedamaian dan ketentraman membuat kita bisa melaksanakan ibadah lebih baik. Kita berbuat lebih banyak untuk kebaikan,” katanya.

Dalam kesempatan berbeda Gubernur menghimbau kepada warga agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang pantai dan menjauhi minimal radius 1 KM dari pantai. Namun jangan panik dan tetap tenang serta waspada.

Sementara itu, Ketua Presidium FSPP Provinsi Banten, K.H. Matin Djawahir mengatakan, menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur kepada pesantren-pesantren di Provinsi Banten. “Bantuan Pak Gubernur bermanfaat untuk pengembangan pesantren di Banten,” kata Djawahir.  Sebagaimana diketahui, pada tahun 2018, Pemprov Banten menggelontorkan bantuan sebesar Rp20 juta per pesantren.  (ERN).

KOMENTAR DISQUS :

Top