Indonesia English
Selasa, 09 Agustus 2022 |
Seputar Banten

Habib Dr Segaf Mengajak Jamaah Memuliakan Kedua Orang Tua

Minggu, 21 Januari 2018 20:03:44 wib - Komentar
Habib Dr Segaf bin Hasan Baharun memberikan tauziah kepada para jamaah tabligh akbar di Perum Cikande Permai, Minggu (21/1/2018). (Foto :Iman).

Serang,(Banten88.com): Al Habib Dr. Segaf bin Hasan Baharun, S.HI, M.HI rektor INI DALWA sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, dari Bangil, Pasuruan, Jawa Timur menjadi salah satu penceramah di kegiatan Peringatan Hari besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Majelis Ratib Assyafi'i Al Husaini, Pimpinan Habib Yahya Bin Ali Al Habsyi blok D5, Perum Cikande Permai, Kabupaten Serang, Minggu (21/1/2018).

Dalam ceramahnya, Habib Dr. Segaf bin Hasan Baharun, S.HI, M.HI mengajak kepada seluruh jamaah muslimin dan muslimat untuk mengikuti 5 hal yakni memuliakan kedua orang tua, istri yang patuh sama suami, senantiasa menjalin tali silaturahmi dan tidak mengkonsumsi narkoba serta minuman keras.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhâri dalam Al-Adabul Mufrad, Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash Radhiyallahu anhu,dari Rasulluloh shallallahu alaihi wa salam, Beliau bersabda, “Ridha Allah SWT tergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah SWT tergantung kepada kemurkaan orang tua.”

Menurut Habib Dr Segaf bin Hasan Baharun, hadits ini menunjukkan keutamaan dan kewajiban berbakti kepada kedua orang tua, yang menjadi sebab mendapatkan ridha Allah Azza wa Jalla . Hadits ini juga mengandung peringatan keras dan keharaman durhaka kepada keduanya, yang bisa menyebabkan Allâh Azza wa Jalla murka.

“Tidak diragukan lagi, ini merupakan wujud kasih sayang Allah Azza wa Jalla kepada kedua orang tua dan anak-anak. Karena dengan ini, terjalin hubungan yang sangat erat. Tidak ada satupun hubungan yang serupa dengannya,”katanya.

Dikatakannya, kebaikan orang tua tidak bisa disamai oleh kebaikan makhluk manapun. dan juga kebutuhan anak-anak untuk berbakti kepada keduanya adalah hak yang pasti, sebagai balasan atas kebaikan keduanya, untuk memperoleh ganjaran, dan pembelajaran untuk keturunan mereka agar memperlakukan mereka seperti perlakuan mereka terhadap orang tua mereka.

“Inilah sebab-sebab yang menjadikan keridhaan kedua orang tua berkaitan erat dengan keridhaan Allâh Azza wa Jalla, begitu juga dengan kemurkaan orang tua sangat berkaitan dengan kemurkaan Allah,”kata Habib Segaf.

Habib Segaf menambahkan, diantara keutamaan istri yang taat pada suami adalah akan dijamin masuk surga. Ini menunjukkan kewajiban besar istri pada suami adalah mentaati perintahnya.

 

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854).

 

Hadits ini menerangkan jika seorang wanita beriman itu meninggal dunia lantas ia benar-benar memperhatikan kewajiban terhadap suaminya sampai suami tersebut ridha dengannya, maka ia dijamin masuk surga. Bisa juga makna hadits tersebut adalah adanya pengampunan dosa atau Allah meridhainya.

“Dengan ketaatan seorang istri, maka akan langgeng dan terus harmonis hubungan kedua pasangan. Hal ini akan sangat membantu untuk kehidupan dunia dan akhirat. Islam pun memuji istri yang taat pada suaminya. Bahkan istri yang taat suami itulah yang dianggap wanita terbaik,”ujarnya.

Sedangkan, Bertakwa kepada Allah Ta’ala dapat mengantarkan kita pada kebaikan hubungan dengan sesama manusia. Lebih khusus lagi, yaitu sambunglah tali silaturahmi dengan keluarga yang masih ada hubungan nasab (anshab) yaitu keluarga itu sendiri, seperti ibu, bapak, anak lelaki, anak perempuan ataupun orang-orang yang mempunyai hubungan darah dari orang-orang sebelum bapaknya atau ibunya. Inilah yang disebut arham atau ansab. Adapun kerabat dari suami atau istri, mereka adalah para ipar, tidak memiliki hubungan rahim ataupun nasab.

Habib Segaf mengatakan, banyak cara untuk menyambung tali silaturahmi. Misalnya dengan cara saling berziarah (berkunjung), saling memberi hadiah, atau dengan pemberian yang lain. Sambunglah silaturahmi itu dengan berlemah lembut, berkasih sayang, wajah berseri, memuliakan, dan dengan segala hal yang sudah dikenal manusia dalam membangun silaturahmi. Dengan silaturahmi, pahala yang besar akan diproleh dari Allah Azza wa Jalla. Silaturahim menyebabkan seseorang bisa masuk ke dalam surga. Silaturahim juga menyebabkan seorang hamba tidak akan putus hubungan dengan Allah di dunia dan akhirat. (Iman).



 

KOMENTAR DISQUS :

Top