Indonesia English
Senin, 20 Mei 2019 |
Advetorial

HARAP HARAP CEMAS MENANTI TERBITNYA BUKU BERJUDUL KOES PLUS MENCINTAI NUSANTARA LEWAT MUSIK

Minggu, 21 April 2019 11:22:34 wib - Komentar
KOES PLUS

Oleh : Seno Supono

HINGGA saat ini terdapat 7 judul buku tentang Koes Plus yang sudah beredar dipasar. Judul buku tsb sesuai data yang penulis peroleh dari  Komunitas Koes Plus Jiwa Nusantara yakni :

1. Koes Plus Dari Pagi yang Indah Hingga Menjelang Senja.

2. Koes Bersaudara dan Koes Plus Terlalu Indah Dilupakan Dalam Catatan Penggemar.

3. Panggung Kehidupan Yon Koeswoyo (2005).

4. 40 Tahun Koes Plus, Kiprah dan Perjalanan Karier (2007).

5. Koes Plus Dari Panggung ke Panggung (2015)

6. John Koeswoyo Pendiri Koes Bersaudara (2015)

7. Kisah Dari Hati (2016).

Menurut pengamatan penulis,  buku tentang band legendaris dan super group Koes Plus, ternyata masih banyak kisah - kisah menarik tentang super group ini yang belum dikuak didalam buku. Misalnya :

1. Apa yang melatarbelakangi Koes Plus saat mulai tenar di pabrik piringan hitam (PH) Dimita Moulding dengan mega hits Mari - mari dan Pelangi, tiba - tiba di album ke 8 pindah ke Remaco ?. 

2. Benarkah alasan  kepindahan tsb hanya semata - semata karena system rekaman di Remaco lebih modern dibanding dengan Dimita?.

3. Buku tentang Koes Plus juga belum ada yang membedah aspek psikologis presdir PT.Dimita Moulding, Dick Tamimi bagaimana perasaan hatinya ketika Koes Plus yang mulai tenar di tangannya, akhirnya pindah ke Remaco ?.

4. Lalu berapa honor Koes Plus di Dimita per album dan berapa pula honor mereka setelah pindah ke Remaco ?.

5. Bagaimana suasana keluarga Koes Plus ketika mereka berada di puncak ketenaran?.

6. Berapa honor Koes Plus setiap show ?.

7. Sebagai manusia biasa apa hoby Tonny, Yon, Yok dan Murry ?. 8. Kuliner apa yang disukai masing - masing personel Koes Plus?.

9. Apa saja merk mobil para personel Koes Plus dan plat nomornya. Benarkah mas Yon hoby ngebut ?.

10. Apa yang dikerjakan personel Koes Plus di era 80 an ketika Koes Plus tak lagi merajai pasar kaset ?.

11. Bagaimana suasana hati leader Koes Plus Tonny Koeswoyo ketika lagu - lagunya tidak lagi menjadi pemimpin pasar kaset ?. 12. Tersebutlah seorang roadies atau sound man Koes Plus bernama Dipo yang sejak 1970 - 1980 selalu bersama Koes Plus. Bisa dikatakan Dipo adalah saksi sejarah Koes Plus. Darinya bisa digali kisah - kisah menarik tentang Koes Plus baik kisah keseharian maupun dahsyatnya mega Konser Koes Plus dalam formasi utuh yakni Tonny, Yon, Yok dan Murry. Kenapa sosok ini jarang dikorek karena sesungguhnya ia punya banyak kisah menarik tentang Koes Plus ?.

13. Ketika masih di Dimita Koes Plus sering dikritik soal peralatan musik yang dipakai tak sebanding dengan nama besar yang disandangnya. Benarkah itu ?. 

14. Merk alat musik apa yang dipakai Koes Plus ?.

15. Apa alasannya Koes Plus menggunakan alat musik merk itu? 16. Bicara Koes Plus tak bisa dilepaskan dari band Kus Bersaudara. Bagaimana kisah drumer Kus Bersaudara Nomo Koeswoyo pasca Kus Bersaudara bubar dan pada 1969 nama band kemudian berubah menjadi Koes Plus dengan masuknya Murry dalam posisi drum. Apa saja yang dilakukan Nomo pasca keluar dari Kus Bersaudara sebelum membentuk band No Koes pada 1973. Kisah tentang Nomo Koeswoyo jika diungkap tentu akan sama menariknya dengan kisah Tonny, Yon, Yok dan Murry.

17. Penting pula dikuak profil presdir Dimita Dick Tamimi dan presdir Remaco Eugene Timothy karena dari dua pabrik piringan hitam besar ini, sejarah Koes Plus di blantika musik pop dimulai hingga mencapai puncak ketenaran.

HARAP HARAP CEMAS

Kini para fans Koes Plus yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar diseluruh Nusantara, dengan harap - harap cemas menanti terbitnya buku berjudul Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik.

Buku ini diharapkan bisa menyuguhkan kisah lebih lengkap dan mampu menguak sisi - sisi humanis Tonny, Nomo, Yon, Yok dan Murry yang belum dipaparkan oleh buku - buku tentang Koes Plus yang sudah beredar sebelumnya.

Buku berjudul Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik ditulis oleh Ir.Wasis Susilo, MM, Ketua Jiwa Nusantara periode 2004 - 2007. Wasis adalah sosok kredibel dan kompeten jika bicara seni dan ilmu tentang Koes Plus (Kus Bersaudara).

Berikut ini wawancara penulis dengan Wasis Soesilo terkait penulisan buku Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik.

Penulis : Apa point penting yang layak dikedepankan dari buku Koes Plus yang mas tulis ?.

Wasis : 1. Mendetailkan hijrahnya keluarga Koeswoyo dari Tuban ke Jakarta.

2. Alasan Tonny Koeswoyo membentuk band sebagai profesi.

3. Proses rekaman album Kus Bersaudara " To the Guilties ".

4. Masuknya 2 Plus yakni Totok AR sebagai basist dan Murry pada drum.

5. Strategi akulturasi budaya lokal Indonesia dengan medium perangkat musik Barat.

6. Aktualisasi konsep harmonisasi keberagaman suara alat gamelan pada musik.

Penulis : Soal sumber penulisan ?.

Wasis : Bersumber dari kliping berita dan kita kroscek lagi. Disusun secara kronologis dan diramu sebagai " untold story " dilengkapi dengan hasil wawancara dengan personel Koes Plus dan orang - orang yang secara teknis mem"  back up " Koes Plus. Selain " untold story " juga visualisasi peristiwa.

Penulis : Berapa jumlah halaman buku Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik dan akan dijual dengan harga berapa ?

Wasis : Sekitar 600 sampai 700 halaman dengan harga jual yang telah disetujui penerbit Gramedia Rp.100.000,- .

Penulis : Dari beberapa buku tentang Koes Plus yang telah beredar, ternyata masih banyak kisah menarik tentang Koes Plus yang belum terungkap. Tanggapan mas ?.

Wasis : Saya mencoba menulis buku Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik secara lebih lengkap, termasuk yang " panjenengan " (anda) ingin tahu, walau masih jauh dari sempurna.

Penulis : Tanggapan mas tentang Kus Bersaudara dan Koes Plus ?.

Wasis : Koes Bersaudara dan Koes Plus adalah entitas yang berbeda dan dengan prestasi yang berbeda pula.*

 

KOMENTAR DISQUS :

Top