Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Nasional

HARI INI BURUH SE DUNIA PERINGATI MAY DAY TERMASUK SB/SP TANGERANG RAYA

Rabu, 01 Mei 2019 07:04:22 wib - Komentar
DWI JATMIKO Ketua DPD K SPSI 1973 Provinsi Banten bagian dari SB/SP Tangerang Raya.

Jakarta (Banten88.com) : HARI ini Rabu, 1 Mei 2019 seluruh buruh dunia memperingati May Day termasuk Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja (SB/SP) Tangerang Raya terdiri FBM, K SPSI 1973, FSB GARTEKS K SBSI, FSB NIKEUBA K SBSI, FSB KUI K SBSI, GASPERMINDO, SEKAR YASUNI dll nya.

DPD K SPSI 1973 Provinsi Banten salah satu anggota aliansi SB/SP Tangerang Raya melalui Ketua DPD H.Dwi Jatmiko, SE, MM menyerukan agar seluruh anggota DPD K SPSI 1973 Provinsi Banten  berperan aktif ambil bagian bersama rekan - rekan aliansi untuk turun kelapangan memperingati May Day dengan agenda perjuangan sbb :

1. Cabut PP Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengupahan.

2. Hapus Permenaker Nomor 15 Tahun 2018 yang merupakan instrumen penghisapan tenaga buruh.

3. Hapus Permenaker Nomor 36 Tahun 2016 tentang Pekerja Magang.

4. Hapus system Kontrak Kerja dan Outsourching.

5. Berikan kesehatan gratis dan berkualitas untuk rakyat.

6. Tindak tegas oknum Dinas  Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang menyalahgunakan jabatan.

7. Selama  peringatan May Day stop produksi dan May Day bukan acara mancing ikan massal.

8. Menolak segala bentuk campur tangan pemerintah dalam upaya pembelokan peringatan May Day.

SEJARAH MAY DAY

Dari sekretariat SB/SP Tangerang Raya, media cyber Banten88 memperoleh informasi seputar sejarah May Day yang selalu diperingati para buruh/pekerja seluruh dunia setiap tanggal 1 Mei.

Kala itu gerakan massal tsb digelar untuk menuntut 8 jam kerja dalam sehari. My Day lahir dari rentetan perjuangan pekerja untuk meraih kendali ekonomi, politik dan hak-hak  industri. Perkembangan kapitalisme di industri khususnya diawal abad 19 menghadirkan perubahan drastis dibidang ekonomi dan politik terutama di negara kapitalis Eropa Barat dan Amerika Serikat berupa pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, kemudian minimnya upah dan buruknya kondisi kerja disekitar pabrik, telah melahirkan perlawanan dari para pekerja.

Jelang 1 Mei sekitar 50.000 pekerja melakukan pemogokan. Setelah itu 30.000 pekerja lagi bergabung dengan rekan - rekannya yang telah melakukan pemogokan terlebih dahulu. Para pekerja turun kejalan dengan membawa anak dan isteri untuk meneriakan tuntutan universal  yakni bekerja selam 8 jam dalam sehari.

Pemogokan massal ini telah melumpuhkan aktifitas industri di Chichago, Amerika dan membuat kalangan Borjuis panik.

Pada 1 Mei 1886 yang kemudian dikenal dengan May Day, saat itu sekitar 350.000 pekerja di organisir oleh federasi pekerja Amerika melakukan pemogokan  diberbagai tempat di Amerika Serikat.

Pada aksi berikutnya yang digelar di bunderan lapangan Hay Market terjadi insiden. Pemerintah Amerika Serikat mengutus sejumlah polisi untuk meredam pemogokan pekerja. Polisi - polisi Amerika dengan membabi buta menembaki para pemogok kerja. 200 orang terkuka dan banyak yang meninggal dunia.

Kemudian pada bulan Juli 1889, Konggres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan bahwa peristiwa pemogokan massal di AS yang menimbulkan banyak pekerja luka dan tewas, dinyatakan sebagai hari peringatan buruh sedunia atau yang dikenal sebagai May Day. (SS).

KOMENTAR DISQUS :

Top