Indonesia English
Senin, 16 Juli 2018 |
Peristiwa

Hilang 2 Minggu, Pelajar Cikande Ditemukan di Bekasi

Kamis, 15 Maret 2018 09:03:13 wib - Komentar
Orang hilang (Ilustrasi)

Serang, (Banten88.com): Hampir dua minggu menghilang, Wiwin (18), pelajar kelas 3 Madrasah Aliyah Nur Et Taqw, berhasil ditemukan personil Polsek Cikande. Gadis cantik warga Kampung Kukun, RT 004 RW 001, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, ditemukan berada di sebuah warung makan disekitar Terminal Bekasi Kota, Rabu (14/3/2018).

"Saudari Wiwin sudah kami temukan di warung nasi disekitaran terminal. Yang bersangkutan (Wiwin, red) dirawat pemilik warung nasi karena saat ditemukan dalam keadaan melamun di terminal," ungkap Kapolsek Cikande, Kompol Hasan Khan. Kamis (15/3/2018).

Pengungkapan anak hilang ini, dikatakan Kapolsek, merupakan hasil kerja keras personil Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Dari hasil penyelidikan selama personil Bhabinkamtibmas berhasil mendapatkan informasi keberadaan korban di sekitaran Terminal Bekasi Kota. Pada Kamis (8/3/2018), petugas Bhabin dan Reskrim segera bergerak ke Bekasi.

"Setelah melakukan kordinasi dengan personil polsek setempat, kami melakukan pencarian namun korban Wiwin tidak berhasil ditemukan," terang Hasan Khan.

Karena tak berhasil menemukan, petugaspun kembali dengan tangan hampa. Meski demikian tidak menyurutkan tekad untuk mengungkap kasus anak. Berbagai cara dilakukan personil Bhabinkamtibmas untuk memperdalam informasi keberadaan korban sampai akhirnya korban ditemukan pada Rabu malam.

"Korban Wiwin sekitar pukul 23.00, kami serahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat wal'afiat. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah membantu petugas Bhabin dalam mencari orang hilang," ujar Kapolsek didampingi Wakapolsek, AKP Ate Waryadi.

Sementara itu, menurut ibunda korban, Martasiah (54), anak gadis meninggalkan rumah untuk pergi ke sekolah di Kampung Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Korban saat itu mengenakan seragam pramuka lengan panjang, rok panjang, kerudung cokelat, dan tas bahan. Anak semata wayangnya ini tidak kembali ke rumah setelah jam belajar selesai pada siang harinya.

"Pulang sekolah dia nggak langsung pulang. Bilang ke kawannya kalau mau beli gorengan. Ternyata nggak balik lagi," kata Martasiah. (Okan)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top