Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Ekonomi dan Bisnis

Hindari Rawan Pangan, Banten Bakal Bangun Gudang Pangan

Selasa, 06 September 2016 20:40:31 wib - Komentar
Padi.

SERANG,(Banten88.com):Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten akan membuat tempat stok pangan. Pasalnya Banten merupakan daerah yang rawan akan jenis bencana seperti bencana alam hingga bencana berupa gagal panen lantaran kemarau berkepanjangan.

Kepala BKPP Provinsi Banten Khairul Amri Chan mengungkapkan, pendirian rumah pangan di Banten menjadi kebutuhan pemerintah daerah. Melalui rumah pangan ini, warga Banten tidak kesulitan untuk mendapatkan pangan seperti beras ketika bencana datang.

“Rumah pangan ini sangat penting bagi daerah. Nantinya stok pangan yang ada bisa dipergunakan ketika bencana alam, bencana pangan (paceklik), atau ketika momen-momen hari besar, dimana bahan pokok mengalami kenaikan. Bisa juga nanti beras yang tersedia untuk bantuan beras miskin,” kata Amri Chan.

Nantinya, kata Amri Chan,  rumah pangan ini bisa dibuat terpusat di provinsi atau melibatkan kabupaten dan kota. Sehingga pemerintah dapat dengan mudah memantau kemampuan stok pangan seperti beras.

“Atau bisa juga ditempatkan di gapoktan-gapoktan di kabupaten/ kota. Karena mereka lebih tau persis akan kebutuhan dan kepan waktunya untuk melakukan distribusi stok beras kepada masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, apalagi untuk saat ini petani di Banten belum menjadi tuam rumah dinegerinya sendiri. Karena mereka harus menjual murah hasil panennya kepada pemilik modal maupun rekanan bulog yang menyebar di kabupaten/ kota.

“Saya kira semua petani di kabupaten/ kota itu sama nasibnya. Gimana tidak mereka harus menjual beras dengan standar tertentu. Sementara harganya jauh di bawah standar kelayakan. Misalnya untuk gabah kering petani (GKP) itu biasanya petani harus jual Rp. 41.000/ kg. Sedangkan gabah kering giling (GKG) itu dijual Rp. 36.ooo/ Kg, untuk dijual ke Bulog. Padahal seharusnya mereka bisa jual gabah kering petani itu harnya 41.000/kg,”katanya.

Kepala bidang produksi pangan BKPP Budiyana menambahkan, keinginan membuat stok pangan daerah merupakan bagian dari rencana aksi yang sudah disepakati dengan KPK. Diaman dalam rencana aski tersebut KPK menyarankan berbagai hal kaitannya dengan ketahanan pangan di Banten.

“Ini bagian dari rencana aksi dengan KPK. Di mana dalam rencana aski tersebut semua dinas gharus terlibat. Jadi untuk masalah ketahanan pangan itu tidak cukup ditangani oleh BKPP semat. Melainkan perlu juga peran dari semua SKPD seperti Dinas pertanian, DSDAP, Tata Ruang dan BLHD serta dinas terkait.(Okan).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top