Indonesia English
Senin, 19 November 2018 |
Nasional - Politik

Ical: Jusuf Kalla Minta Agung Tidak Banding

Minggu, 24 Mei 2015 18:41:27 wib - Komentar
Aburizal Bakrie

Jakarta, (Banten88.com) – Pertemuan kubu Aburizal Bakrie dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla rupanya tidak hanya membahas penyelamatan partai Golkar menuju islah. Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas mengenai putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, yang membatalkan SK MenkumHAM terkait pengesahan kepengurusan Golkar Munas Ancol, JK berkeinginan agar MenkumHAM dan Agung tidak melakukan banding.

Namun keinginan mantan Ketum Golkar Jusuf Kalla ini, tidak direspon MenkumHAM Yasona Laoly, saat itu juga dia memutuskan banding. Setali tiga uang, Agung Laksono yang membawa gerbong Golkar munas Ancol-pun melakukan banding. Sikap MenkumHAM dan Agung itu, disayangkan JK, dan meminta agar tidak perlu lagi ada upaya banding.

"Tidak ada, tadi saya sudah bicara, enggak ada banding lagi. Sebagai keluarga besar Golkar, Pak JK sudah bicara dengan Pak Agung untuk tidak banding, dibawah komando Pak JK Agung sudah setuju," ujar Ical penuh semangat, usai pertemuan di rumah Dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta, Sabtu (23/5).

Menurut Ical, permintaan JK agar Agung tidak melakukan banding, tak lain adalah demi menyelamatkan agar kader di daerah bisa mengikuti tahapan Pilkada serentak. Karena, ke-ikutsertaan Golkar menyesuaikan dengan PKPU terkait syarat peserta Pilkada. Resikonya, jika KPU menunggu putusan inkcraht dikhawatirkan tidak akan selesai sebelum batas pendaftaran.

 “Tidak akan selesai akhir 28 Juli, sementara tahapan-tahapannya harus dipersiapkan, untuk itu jalan islah yang terbaik untuk menyelamatkan kader kita di daerah,” kata Ical.

Sementara Agung Laksono ketika dikonfirmasi wartawan, membantah jika Wapres Jusuf Kalla memintanya banding. Agung menepis statment Ical yang mengklaim sudah mendapat restu JK. Meski masih ada upaya islah,  namun banding tidak serta merta dapat dibatalkan, karena baik MenkumHAM maupun kubunya sama-sama sudah mendaftarkan banding.

"Islah itu untuk memastikan kader Golkar baik di Provinsi, Kabupaten maupun Kota bisa mengikuti Pilkada serentak. Inikan islah terbatas saja, jadi lebih kepada penyelamatan kader kita yang akan mengikuti Pilkada 9 Desember yang akan dating,” ujar Agung, di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (24/5).

Menurut Agung, memori banding sudah siap dan akan didaftarkan Senin (25/5) besok, jadi tidak mungkin kalau banding dibatalkan. "Mekanismenya kita tem,puh, mengenai banding kan hak warga Negara, jadi banding tetap berjalan, jika memungkinkan islah bisa tuntas kita liat saja prkembangannya,” tandasnya.

Sebelum Ical bertemu JK lanjut Agung, dia telah melakukan pertemuan dengan Wapres JK di waktu yang berbeda dengan Ical. Pada pertemuan tersebut baru dibahas mengenai model islah agar Golkar bisa ikut Pilkada, jadi tidak bicara soal putusan PTUN. "Dalam pertemuan dengan JK, disepakati untuk mencari jalan keluar agar Golkar bisa ikut Pilkada. Nah disitu ditawarkan kalau perlu ada islah, ya islah, tapi islah terbatas,” kilahnya. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top