Indonesia English
Senin, 21 Januari 2019 |
Nasional - Politik

Ical Pecat Kader Golkar Penyokong Kubu Agung

Sabtu, 13 Juni 2015 19:45:23 wib - Komentar
Aburizal Bakri

Jakarta, (Banten88.com) – Konflik Partai Beringin tak kunjung reda, setelah penyerangan kantor DPP Partai Golkar oleh sekelompok orang, kini dua seteru Aburizal Bakrie dan Agung Laksono kembali memuncak. Ancaman dua kubu kepada kader Golkar, baik dipusat maupun daerah yang melakukan pembangkangan mulai dihembuskan untuk di pecat.

Ketua Umum Golkar Munas Riau dan Bali, Aburizal Bakrie menyoroti pergerakan seterunya kubu Ketum Golkar Munas Ancol Agung Laksono yang telah melakukan sejumlah Musyawarah Daerah (Musda)‎ di berbagai daerah. Ical menyebut pergerakan kubu Agung itu illegal, dan kepada kader golkar yang melakukan pembelotan untuk mengacaukan kesepakatan islah akan dikenai sanksi pemecatan.

"Terpaksa saya harus menghentikan langkah mereka dengan penegakan disiplin organisasi. Saya sudah menandatangani sanksi‎ termasuk melakukan tindakan terberat bagi kader yang nyata-nyata melanggar hukum," tandas Ical di mimbar Rapimnas VIII Golkar, Hotel Shangri-La, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (13/6).

Dikatakan Ical, pergerakan kubu Agung telah dikategorikan pelanggaran hukum, karena‎ Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah mengeluarkan putusan provisi yang menyatakan kepengurusan Munas Riau 2009-lah yang sah. ‎ "Dan saya tegaskan kembali, seluruh langkah yang diambil Munas Ancol adalah illegal dan sudah melawan hukum," ujarnya.

Dikonfirmasi lebih jauh, Ical yang sudah turun dari dari podium masih enggan untuk menyebut siapa kader yang sudah dilakukan pemecatan, dia hanya menyatakan sudah banyak yang bakal dapat sanksi. Namun Ical enggan merinci lebih lanjut.  "Sudah ada beberapa yang jelas-jelas melanggar hukum, tidak boleh berada dalam Partai Golkar," tutur tukasnya. ‎

Upaya memecah partai Golkar kata Ical, ada konspirasi yang menghancurkan partainya. Dan perpecahan ditubuh beringin sepeti tidak pernah berujung. "Masalah ini bukan hanya masalah internal Partai Golkar, tetapi ada indikasi konspirasi yang ingin menghancurkan Partai Golkar ini," katanya.

Pernyataan Ical disambut tepuk tangan menggemuruh dari sekitar 300 orang pengurus daerah tingkat I dan II Golkar. Mereka mengamini analisis Ical. Untuk itu, Ical menekankan, Golkar tak boleh diobrak-abrik oleh pihak luar. Dia menyebut pihak pemerintahan ingin memporak-porandakan partai berlambang pohon beringin ini. "Kita harus berani main panjang, yang kita hadapi bukan saja internal Partai Golkar yang ingin merebut kekuasaan tanpa mengindahkan AD/ART, tetapi juga oknum-oknum dalam pemerintahan itu sendiri," tutur Ical.

Senada dengan Ical, Sekjen Idrus Marham menyatakan usulan pemberian sanksi juga berasal dari daerah. Misalkan saja, Idrus mencontohkan‎, dari Golkar Bangka Belitung, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau, atau daerah lain yang melapor ke DPP, maka laporan itu akan menjadi bahan pertimbangan DPP Golkar.

"‎Yang melakukan Musda, tidak semua Munas Ancol, tetapi yang nyata-nyata memprakarsai Musda setelah tanggal 1 Juni putusan provisi PN Jakut. Setelah 1 Juni itu kegiatan Munas Ancol ilegal. Sesuatu yang ilegal masa kita tolerir," katanya.

Jadi sambung Idrus, tidak hanya terbatas kubu Munas Ancol‎ saja yang terancam sanksi berat dari Ical, namun juga siapa saja yang menyokong kegiatan Musda-musda Munas Ancol akan mendapat sanksi serupa. Sayangnya Idrus tak bisa menyebutkan berapa saja pengurus daerah juga pusat yang kena pemecatan. "Sabar, akan kita data ya‎," imbuhnya.. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top