Indonesia English
Sabtu, 13 Juli 2024 |
Ekonomi dan Bisnis

IHSG Diperkirakan Masih Bergerak Positif

Jumat, 02 Desember 2016 12:13:01 wib - Komentar
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Jakarta, (Banten88.com): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Jumat (2/12/2016) diperkirakan masih akan melaju pada pergerakan positif dengan rentang pergerakan 5.180-5.257.

Pada perdagangan kemarin, Kamis (1/12/2016) IHSG ditutup menguat 49,84 poin (0.97 persen) di level 5.198,75 dengan volume cukup tinggi diawal bulan.

"Sektor pertambangan memimpin penguatan dengan menguat 2,45 persen," tulis Lanjar Nafi analis dari Reliance Securities, Jumat.

Naiknya harga batubara, kata Lanjar, mampu membuat optimisme pasar kembali mengarah pada produsen komoditas.

Aktivitas manufaktur Indonesia bulan November tercatat meningkat jadi 49,7, dari level 48,7 di periode sebelumnya.

Tingkat inflasi naik di atas ekspektasi akibat terdepresiasi mata uang rupiah.

Sedangkan tingkat inflasi inti stabil dan justru turun di level 3,07 persen dari 3,08 persen menandakan kondisi ekonomi Indonesia di akhir tahun masih cukup terkendali.

"Investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 181,27 miliar, telah mengecil jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya," imbuh Lanjar.

Bursa Global

Mayoritas bursa di Asia dibuka melonjak optimistis diwarnai aksi beli investor karena kesepakatan untuk memangkas produksi minyak dunia hingga saham-saham produsen energi menguat.

Harga minyak naik 0,8 persen dan sempat kembali di atas 50 dollar AS per barrel pada perdagangan Kamis.

Selain itu sentimen ekonomi di awal pekan seperti index aktivitas manufaktur di Jepang dan China mengalami peningkatan masing-masing meningkat di level 51,3 di Jepang dan 51,7 di China.

"Penjualan mobil pun naik di Jepang sebesar 13,9 persen dari 0,8 persen di periode sebelumnya," kata Lanjar.

Bursa Eropa terkoreksi setelah data ekonomi awal bulan tidak sebaik Asia di mana data aktivitas manufaktur tidak begitu baik disusul oleh tingkat inflasi.

Investor fokus pada ketidakpastian politik Italia menjelang referendum pada Minggu dan implikasinya ke sistem perbankan.

"Data ekonomi selanjutnya, diantaranya indeks harga produksi di Eropa dan tingkat pengangguran di Amerika Serikat," ujar Lanjar.  (Sumber : Kompas.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top