Indonesia English
Sabtu, 17 November 2018 |
Ekonomi dan Bisnis

IKAN WARGA SUKAMULYA MENGGELEPAR GELEPAR LALU MATI. PERTOLONGAN DINAS PERIKANAN TAK ADA

Jumat, 12 Oktober 2018 19:07:56 wib - Komentar
JOJO JUHERDI ikan peliharaanya mengelepar gelepar terkapar lalu mati akibat pasokan air nyaris terhenti karena kemarau.

KUNINGAN, (Banten88.com) :DAMPAK kemarau panjang yang kini dirasakan peternak ikan milik warga Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat  Ratusan ikan jenis Gurame, Mas, Nila, Nilem dan Mujair karena pasokan air seret akhirnya menggelepar gelepar terkapar lalu mati. Yang masih hidup pun terlihat sempoyongan. Dampak dari kematian ikan, ujar seorang peternak ikan warga Sukamulya, Jojo Juherdi menimbulkan bau tidak sedap.

Untuk mengatasi agar ikan peliharaannya tidak mati semua, Jojo memindahkan ikan yang masih hidup ke bak mandi atau ember. Namun apapun usahanya, ujar Jojo kepada media cyber Banten88.com, yang kami perlukan hanya air. Memindahkan ikan ke bak mandi juga tidak menjamin ikan akan sehat. Bak mandi itu airnya kan statis (tetap) sedangkan ikan perlu air yang mengalir terus menerus. Masih ungkap Jojo dengan sendu.

Di Blok Manis RT 07/ RW 04 Kelurahan Sukamulya terdapat   8 pemilik balong (kolam) yang mengalami nasib yang sama dengan dirinya. " Kumaha ieu urang bade milarian solusina tapi henteu ketemu wae. Halodo panjang pisan, lauk abdi terancam paraeh sadayana ", ujar Jojo berkeluh kesah kepada media cyber Banten88.com.

Keluhan Ojo artinya dalam Bahasa Indonesia adalah : Bagaimana ini saya bingung mencari solusinya karena tidak ada solusi. Makin lama musim kemarau berlangsung, saya  khawatir ikan akan pada mati semuanya, tutur Ojo masih dengan nada pilu. Lalu media ini bertanya, sudah tahunan memelihara ikan, apa pernah ada penyuluhan mengatasi jika ikan mabok dimusim kemarau dari Dinas Perikanan Kabupaten Kuningan kah ?.  Ojo menjawab sambil menggelengkan kepala namun rautnya tetap sedih.

Perihal banyak ikan mati dan yang masih hidup pada mabok milik warga Sukamulya sudah Banten88.com infokan kepada Kepala Kelurahan Sukamulya, Yayat Hidayat. Namun hingga berita ini dimuat, belum ada tindak lanjut dari Dinas Perikanan Kabupaten Kuningan.

IKAN MENU UTAMA WARGA

Kelurahan Sukamulya status sebelumnya adalah Pemerintah Desa. Berbagai profesi digeluti warga kelurahan ini. Selain PNS, Pendidik, anggota TNI dan Polri ada juga yang menggeluti bisnis beras, bakso, bubur atau merantau ke Jakarta. Namun eloknya warga disini rata - rata memiliki balong karena hingga tahun 1985 an sumber air bersih dan bening melimpah.

Dara Sukamulya dikenal memiliki wajah menawan karena terlahir dari lingkungan yang sejuk dan sumber air yang tidak pernah putus. Ikan milik warga Sukamulya utamanya  untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan jarang dijual belikan. Ikan jenis gurame merupakan primadona karena tekstur dagingnya yang lembut dan lezat apalagi jika dimasak acar warna kuning, bukan main rasa dan aromanya.

Kuliner ini bisa dikatakan khas Kuningan. Jika hari besar tiba seperti Hari Raya Iedul Fitri jika di Jawa Tengah misalnya menu andalannya sambal goreng kacang tolo (bagolo) plus opor ayam dan ketupat, tapi dikawasan Sukamulya  yang lebih menarik adalah menu andalan berupa Acar Kuning  Ikan Gurame  yang besarnya bisa mencapai satu nampan sekitar 5 kilogram.

Tentu karena dampak dari akulturasi budaya,  warga Sukamulya juga mulai  menyediakan menu seperti sambal goreng plus opor ayam dan ketupat. Namun sajian istimewa acar kuning ikan gurame tak ketinggalan. Bahkan dalam acara pesta pernikahan atau khitanan menu acar kuning gurame adalah keharusan dan pasti diminati tamu undangan.

Kini sudah saatnya para praktisi kuliner untuk mengangkat citra menu acar kuning ikan gurame khas Kabupaten Kuningan diangkat ke skala nasional agar sejajar dengan menu khas Parahyangan yang sudah tenar seperti gurame cobek  leunca atau ikan nila bakar. (SS).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top