Indonesia English
Selasa, 06 Desember 2022 |
Nasional - Pemerintahan

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten urutan ke – 8

Minggu, 04 Oktober 2015 16:17:20 wib - Komentar
Gubernur Banten Rano Karo.

Serang, (Banten88.com): Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, momentum peringatan hari ulang tahun provinsi Banten ke-15  saatnya untuk ber-muhasabah dan introspeksi atas hasil-hasil kinerja yang telah dilaksanakan.  Evaluasi dan introspeksi diperlukan sebagai bahan koreksi atau perbaikan perjalanan Banten kedepan, yang difokuskan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat, peningkatan pelayanan umum dan peningkatan daya saing daerah.

“Kita patut bersyukur, pembangunan yang telah kita laksanakan bersama seluruh komponen masyarakat dan pemerintah kabupaten /kota, selama kurun waktu 15 tahun, secara umum menunjukkan tingkat kemajuan yang telah berhasil kita capai. pendapatan asli daerah  dari tahun ke tahun terus meningkat secara signifikan dimana pada tahun 2001 pendapatan asli daerah Provinsi Banten sebesar Rp. 212,39 miliar dan APBD Rp. 490,36 miliar, hingga pada perubahan APBD tahun anggaran 2015 yang telah disetujui bersama DPRD, pendapatan asli daerah meningkat menjadi Rp. 5,06 triliun dan APBD Rp. 9,27 trilyun,” sebutnya di ruang rapat paripurna DPRD Banten, Minggu (04/09/2015).

Sejalan dengan peningkatan APBD  tersebut,  Gubernur menyatakan,  kemampuan  untuk peningkatan pelayanan masyarakat akan semakin membaik, termasuk kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial-budaya, ekonomi, politik, infrastruktur wilayah dan kawasan, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta reformasi birokrasi.

“Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten dengan menggunakan metode baru yang pada tahun 2010 sebesar 67,54 meningkat menjadi 69,89 pada tahun 2014, dan secara nasional dari urutan ke – 23 sekarang menempati urutan ke – 8 berada diatas IPM nasional sebesar 68,90.

Sementara Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), menurut Gubernur, meskipun mengalami fluktuatif, tetapi secara progresif telah tumbuh dari 5,07 persen pada tahun 2003 menjadi 5,47 persen pada tahun 2014. produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tahun 2001 sebesar Rp. 50,215 triliun tumbuh menjadi Rp. 432,76 triliun pada tahun 2014. Prosentase penduduk miskin yang semakin menurun dari 9.22 persen pada tahun 2002 menjadi 5,9 persen pada maret tahun 2015. tingkat penganggguran mengalami penurunan dari 17,45 persen pada tahun 2003 menjadi 9,07 persen tahun 2014 dan menurun menjadi 8,58 persen pada februari tahun 2015. keberhasilan ini harus terus kita pacu untuk bisa lebih meningkat dan lebih baik pada masa yang akan datang.

“Kami yakin semua kemajuan yang kita capai, merupakan kinerja bersama antara DPRD dan dibarengi kerja keras seluruh jajaran aparatur pemerintah pada semua level, yang didukung oleh segenap elemen masyarakat tanpa kecuali.  untuk itu, pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Banten, atas partisipasi dan dukungannya dalam pelaksanaan pembangunan, sehingga kinerja pemerintah provinsi Banten dan pemerintah kabupaten/kota mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari pemerintah,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-15 Provinsi Banten,  diawali dengan  pembacaan risalah pembentukan Provinsi Banten  oleh tokoh masyarakat Banten Didi Supriyadi, sambutan dari Irsyad Juwaeli sebagai tokoh pembentukan Provinsi Banten, dan arahan dari Tjahyo Kumolo sebagai Menteri Dalam Negeri.

“Diusianya yang ke-15, semoga Provinsi Banten mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pemerataan pembangunan di Banten dan terus  memacu pembangunan kesejahteraan rakyat diseluruh wilayah Banten,” Kata Tjahyo Kumolo.(YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top