Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Industri Petasan Walantaka Digerebek

Jumat, 26 Juni 2015 15:28:28 wib - Komentar
Ilustrasi Petasan

Serang,(Banten88.com): Jajaran anggota Polres Serang menggrebek rumah yang dijadikan industri petasan di Kp. Ciconok, Desa Pabuaran Kec. Walantaka, Kota Serang, Banten. Kamis (25/6) malam. Dari dalam rumah, polisi mengamankan Salmin, (50), pemilik  bersama barang bukti ratusan butir petasan yang siap edar  yang sudah direntet, gulungan kertas, serbuk mesiu serta peralatan pembuat petasan.  "Kita juga amankan ribuan butir petasan berbagai jenis yang belum diisi bubuk mesiu," ungkap AKP Arrizal Samelino, Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Serang, Jum'at (26/6).

Kasat menjelaskan,  penggerebekan pabrik petasan ini dilakukan atas laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas pembuatan petasan di wilayah itu. Setelah beberapa hari melakukan pengintaian, lanjut Arrizal, akhirnya polisi pun kemudian melakukan penggerebekan di tempat tersebut.

"Dari dalam rumah juga kita amankan ratusan kertas sumbu, bambu untuk memasukan bubuk mesiu ke dalam selongsong kertas, batang kayu untuk memadatkan mesiu di dalam selongsong kertas, alat penusuk untuk menutup selongsong kertas yg sudah berisi bubuk mesiu," jelasnya.

Kata Kasat, Kecamatan Walantaka dikenal sebagai daerah pembuat petasan. Namun tidak ada perizinan untuk menyimpan atau membuat petasan di wilayah tersebut. Seiring gencarnya operasi, usaha pembuatan petasan dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

"Tak ada perizinan untuk pembuatan petasan itu. Karenanya, masyarakat memproduksinya secara sembunyi-sembunyi. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menggunakan apalagi membuat petasan," katanya seraya mengatakan tersangka dijerat UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Kepada polisi, Salmin mengatakan baru kali ini membuat petasan karena desakan ekonomi. Pria yang sehari-hari bertani ini beralasan bulan Ramadhan hingga lebaran merupakan momen untuk mengais rejeki karena banyaknya pesanan petasan. "Kami sedang kesulitan ekonomi. Makanya momen ramadhan ini saya gunakan untuk membuat petasan," kata Salmin.(YAN)

KOMENTAR DISQUS :

Top