Indonesia English
Kamis, 19 April 2018 |
Kesehatan

Ini Penjelasannya Orang Bisa Gemuk Karena Minum Soda

Kamis, 04 Januari 2018 11:01:53 wib - Komentar
Sebuah eksperimen dilakukan untuk menjelaskan bagaimana mekanisme soda bisa menyebabkan kegemukan. Foto: iStock

Jakarta, (Banten88.com): Soda dikenal sebagai minuman yang penuh kalori karena kandungan gulanya yang tinggi. Dalam satu kaleng soda diperkirakan mengandung 7 sendok teh gula. Tetapi apakah benar soda bisa membikin gemuk?

Studi terbaru yang dilakukan Birzeit University di Palestina pada sekawanan tikus menunjukkan, tikus jantan yang mengonsumsi soda mengalami penambahan berat badan lebih cepat dibanding tikus yang hanya diberi air gula biasa atau air keran.

Pertanyaan kedua, apakah penyebab gemuk dari soda berasal dari gula yang dikandungnya ataukah buihnya?

Untuk membuktikannya, BBC dan Dr James Brown dari Aston University, Birmingham melakukan percobaan yang sama, namun melibatkan sejumlah sukarelawan. Partisipan tidak diberitahu apa tujuan eksperimen mereka.

Di awal percobaan, partisipan diminta berpuasa selama 10 jam. Mereka lantas diberi sandwich keju dengan kalori terkontrol untuk dimakan. Tujuannya agar tiap partisipan memiliki kadar hormon lapar atau ghrelin yang sama besarnya.

Sejam kemudian, masing-masing partisipan diberi sejumlah minuman ringan namun secara acak. Ada yang diberi soda, soda tanpa buih, air berbuih (fizzy water) atau air biasa. Sepuluh menit kemudian dilakukan pengukuran sampel darah untuk mengetahui kadar ghrelin partisipan.

Setelah itu partisipan dibebaskan makan apa saja, namun harus tercatat dalam jurnal. Dalam dua minggu mereka diminta kembali ke lab hingga tiga kali untuk mengulangi eksperimen pertama dan melakukan pengukuran ghrelin. Hanya saja, minuman yang diberikan di tiap percobaan berbeda-beda.

Hasilnya, James menemukan kadar ghrelin pada orang yang minum minuman berbuih mencapai 50 persen lebih tinggi. Jadi setelah minum soda berbuih membuat Anda jauh lebih lapar ketimbang minum minuman yang sama tapi tanpa buih. Temuan yang sama juga berlaku untuk mereka yang minum air karbonasi.

"Orang yang minum minuman berkarbonasi rata-rata mengonsumsi 120 kalori lebih banyak daripada ketika mereka meminum minuman non-karbonasi, dan ini temuan yang sangat signifikan," tandas James.

Sejauh ini ada dua teori yang dilontarkan James terkait temuan ini. Pertama, setelah minum minuman berkarbonasi, karbondioksida dilepaskan ke dalam perut.

"Kemudian ada reseptor kimiawi dalam perut yang dapat mendeteksi karbondioksida lalu mendorong sel-sel dalam perut yang melepaskan ghrelin sehingga membuat Anda merasa lapar," jelasnya.

Kedua, alasannya bisa karena masalah mekanis, yaitu ketika perut kembung karena gas tambahan masuk akibat minum soda berbuih, ini kemudian merangsang sel-sel di perut untuk melepaskan ghrelin.

Tetapi apakah ini berarti oke-oke saja jika minum soda tanpa buih? James tetapi tidak menyarankan. "Opsi tersehat tetaplah air putih biasa," pungkasnya. (Sumber : Detik.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top