Indonesia English
Selasa, 07 April 2020 |
Kesehatan

Ini yang Harus Diperhatikan Pasien Diabetes Saat Berpuasa

Selasa, 30 Mei 2017 10:14:23 wib - Komentar
Foto: thinkstock

Jakarta, (Banten88.com):  Diabetes adalah salah satu penyakit serius yang menyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia. Penyakit ini ditandai dengan tubuh yang tidak memproduksi insulin (hormon pengendali gula darah) atau insulin dalam tubuh tidak bekerja dengan baik.

Di Amerika Serikat, pasien diabetes dengan angka HbA1c di atas 7 tidak diperkenankan puasa, karena lebih berisiko untuk terkena hipoglikemia (kadar gula rendah).

Hal yang beda berlaku di Indonesia, di mana pasien diabetes dengan tingkat gula darah tinggi pun tetap diperbolehkan menjalankan ibadah puasa. Bagaimana agar puasa tetap lancar?

"Hati-hati minumnya harus cukup, dan tanyakan dokter obatnya diganti ke arah mana atau insulinnya dikurangi berapa," tegas dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD usai temu media di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Saat pasien diabetes yang berpuasa kemudian merasa lapar dan berkeringat dingin, segera pantau kadar gula dalam tubuh. Sebab bisa jadi itu merupakan gejala hipoglikemia.

"Kalau laparnya luar biasa dan ada keringat dingin, wah hipo-nya sudah gawat, cek gula darahnya, lalu berhenti puasa," jelas dr Roy.

Kadar gula darah normal berkisar antara 70-130 mg/dL. Jika kadar gula darah berada di bawah angka 70 mg/dL, tandanya Anda mengalami hipoglikemia. Segera batalkan puasa dan konsumsi makanan yang tinggi protein dan air.

"Pastinya harus sahur, cari makanan yang agak lama tinggal di dalam perut supaya kita tidak cepat turun gula darahnya, makan makanan yang banyak airnya waktu sahur atau berbuka", pungkasnya. (Sumber : Detik.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top