Indonesia English
Selasa, 11 Desember 2018 |
Peristiwa

JEJAK SANG LEGENDA. MANS GROUP DARI PENGISI KASET SIDE B MENUJU SUPER GROUP

Jumat, 14 September 2018 21:23:21 wib - Komentar
PERSONEL band Usman bersaudara. Duduk (Usman), berdiri sebelah kiri Mamo Agil, sebelah kanan Sofyan dan paling atas Said.

Oleh : Seno Supono

INILAH kugiran atau kelompok band yang yang meniti karier dari bawah, setia dengan profesi dan bermental baja namun pada akhirnya mereka berhasil meraih ketenaran dan menjadi band papan atas Indonesia pada pertengahan dekade 70 an. Mereka adalah Usman Bersaudara Part 1 terdiri Usman (gitar rhythem/penyanyi/penulis lagu). Said (Bas, penyanyi suara 2/penulis lagu).Sofyan (Drum/penyanyi utama dan penulis lagu) dan Gufron (gitar)

Mereka mengawali karier sebagai band remaja di Surabaya pada 1960 an dan acuannya dalam bermusik adalah band tenar Kus Bersaudara.

Ibukota tetap menjadi magnet untuk mendulang popularitas dan mewujudkan impian mereka menjadi band terkenal. 1966 keempat saudara kandung ini pindah dari Surabaya ke Jakarta.

Musisi ini dikaruniai bakat alam yang luar biasa. Belajar musik dan vocal secara otodidak.

Dan pada akhirnya pintu menuju dapur rekaman terbuka. Usman Bersaudara diberi kesempatan oleh Suyoso Karsono atau akrab disapa mas Yos pemilik studio rekaman Irama Record untuk merekam album perdananya dengan bimbingan music director Jack Lesmana yang pada akhirnya dikenal sebagai " dewa " musisi beraliran jazz Indonesia.

Sehingga meluncurlah lagu : Pakpung pakmustape, Dewi malam, Senja indah dll nya dibawah bendera recording J & B. Seperti diketahui studio rekaman milik mas Yos adalah tempat band tenar Kus Bersaudara merekam lagu - lagunya.

Mendengar rekaman Usman Bersaudara di J & B Record kuat nian pengaruh Kus Bersaudara dalam aransemen musik dan penataan vocal.

Meski sudah masuk studio rekaman dan suaranya direkam dalam piring hitam impian bagi seluruh musisi dan penyanyi, namun bintang terang belum memihak kepada keempat bersaudara ini. Mereka tetap terhimpit karena Kus Bersaudara, Dara Puspita serta Rahmat Kartolo telah menguasai  peta musik pop kala itu.

IWON MASUK TERBENTUKLAH MANS GROUP

Diawal dekade 70 an, Usman Bersaudara berganti nama menjadi Mans Group ketika Iwon Sutomo melengkapi formasi band ini. Nama band yang kebarat - baratan memang saat itu sedang jadi trend. Misal di Bandung ada band  Freedom dlsbnya.

Sedikit keberuntungan mulai diperoleh Mans Group ketika mendapat job untuk mengisi kaset sisi B dari band besar Panjaitan Bersaudara di perusahaan rekaman Dimita Moulding milik pengusaha Dick Tamimi.

Perlahan nama Mans Group mulai terangkat. Ciri khas band ini adalah trio vocal Usman/Said/Sofyan yang resik ditambah vocal Said yang ngetrail memang terdengar antiq dan uniq.

Band ini meski hanya mengisi lagu di kaset sisi B namun karena kaset side A milik band terkenal Panjaitan Bersaudara, maka Mans Group secara otomatis popularitas juga ikut terkerek juga.

DIPILIH NOMO MEMPERKUAT BAND BESAR NO KOES

Bintang terang untuk Mans Group semakin mendekat ketika Nomo Koeswoyo mantan drumer Kus Bersaudara 1962 memilih Usman, Said dan Sofyan bersama Bambang Karsono dan Pompy Suryadarma untuk memperkuat band No Koes 1973.

Kepada penulis, Nomo Koeswoyo yang kini bermukim di kota Magelang mengatakan bahwa Usman, Said dan Sofyan ia pilih karena ketiga musisi ini sudah memiliki ciri khas.

Nomo Koeswoyo adalah seorang pemandu bakat yang memiliki insting yang baik dan perhitungan bisnis yang tepat. Formasi No Koes Part 1 yakni Nomo Koeswoyo (leader, penulis lagu, penyanyi), Bambang Karsono (guitaris), Pompy Surya Darna (organist), Usman (rhythem/penulis lagu/vocal), Said (Bas/penulis lagu/vocal), Sofyan (drum/penulis lagu/vocalis utama). Adalah formasi No Koes yang paling mengena dihati penggemar musik pop.

No Koes dengan formasi ini berhasil mengguncang blantika musik pop nasional dengan berbagai hits antara lain : Rindu, Kisah Seniman, Intan Berduri, Dalam Bercinta, Sok Tahu, Kulo Nuwun, Keagungan Tuhan, Perantauan, Saat Kupulang Sendiri dll nya. Ketenaran No Koes membayang - bayangi popularitas Koes Plus dan menjadi pesaing berat bagi Koes Plus.

Jika Remaco punya 6 super group terdiri Koes Plus, Panbers, The Mercys, Trio Bimbo dan Iin Parlina, Dlloyd dan Favourites. Maka super group ke 7 adalah No Koes dari label Yukawi Indomusik.

USMAN BERSAUDARA SANG SUPER STAR BARU

Band No Koes usianya tidak panjang seperti Koes Plus, Bimbo, Dlloyd dan Panbers. Sementara umur No Koes hanya sekitar 3 tahun saja namun eloknya pula diusia yang pendek itu telah meninggalkan lagu - lagu tenar yang cukup banyak seperti yang telah disebutkan diatas.

Eloknya lagi 11 lagu di album perdana No Koes dengan title Sok Tahu, tenar semuanya seperti Kembalilah, Mkmpi Indah, Sang Surya, Mandolin dllnya.

No Koes akhirnya bubar. Nomo bersama Tonny, Yon dan Yok menghidupkan Koes Bersaudara 77 dan Usman, Said, Sofyan merekrut adik kandungnya Mamo Agil organist  band Pandawa Lima Semarang mendirikan band baru bernama Usman Bersaudara.

Pecahnya No Koes di expose besar - besaran oleh media. Pembaca lalu penasaran langkah apa yang akan diambil trio bersaudara Usman, Said dan Sofyan yang namanya sudah terlanjur tenar sejajar dengan musisi Panbers yang dulu Usman cs hanya mengisi kaset sisi B super group tsb.

Pada 1976 meledaklah album perdana Usman Bersaudara bertajuk Omong Kosong yang didalamnya terdapat mega hits Kasih Mama yang ditulis Sofyan dan dinyanyikan duo bersama Said.

Sofyan jadi idola remaja setelah Yon Koeswoyo. Popularitas Usman Bersaudara melangit utamanya di Jakarta, Jateng dan Jatim. Koran Kompas Minggu menyambut kehadiran Usman Bersaudara dengan menulis : Musisi Usman bersaudara hebat karena bakat alam yang dimiliki. Setelah hits Kasih Mama membumi, disusul Anak Raja, Sorry Boy, Acc, Sok Aksi, Angkat Topi, Mula - mula, Hari Kiamat, Feby I Love You, Corina, Apa guna pacar cantik, Cinta dll nya. Bubarnya No Koes  menjadikan nama Usman, Said, Sofyan makin tenar dan menjadi idola baru. Wajah mereka yang rupawan dan penataan vocal yang rapi adalah nilai plus band bersaudara ini.

MANTAP PADA POWER HENTAKAN

Ir. Agusta Marzhall drumer T.Koes Band yang merupakan band imitator Koes Plus  kepada penulis

mengatakan, nama drumer Sofyan mencuat saat bersama kakaknya Usman dan Said memperkuat No Koes.

Ciri khas permainan drum mas Sofyan kata Agusta adalah power hentakannya yang kuat. Keistimewaan Sofyan lainnya masih ungkap drumer T.Koes Band ini adalah selain seorang drumer, Sofyan adalah vocalis utama No Koes dan band Usman Bersaudara. Posisi ini sangat jarang ditemui di band lain seorang drumer merangkap sebagai vocalis dengan posisi dibelakang. Sedang vocalis posisinya didepan.

Ini mengingatkan kita pada group legend asal Amerika Eagle yang vocalis utamanya seorang drumer. Selain sebagai drumer Sofyan juga vocalis tangguh band No Koes dan Usman  Bersaudara serta sebagai penulis lagu yang produktif. Hampir 70% komposisi lagu di No Koes dan Usman Bersaudara, Sofyan yang mencipta, tutur Agusta Marzhall mengakhiri komentarnya tentang Sofyan Usbros. Sedangkan menurut

penulis, Sofyan juga menampilkan rofel - rofel baru yang tidak dimainkan oleh drumer lainnya.

PROSENTASE TERBESAR LAGU CIPTAAN SIAPA ?

Ir.Wasis Susilo, MM pendiri organisasi Jiwa Nusantara terkait No Koes dan Usman bersaudara kepada penulis mengatakan, perlu diklarifikasi kepada  personel Usbros yang masih hidup, berapa jumlah lagu ciptaan mereka semasa di No Koes karena dalam sampul kaset No Koes tidak dicantumkan nama pencipta lagu. Seperti diketahui, masih tutur Wasis, didalam group No Koes kan ada Nomo, Bambang dan Pompy serta trio saudara kandung Usman, Said dan Sofyan. Klarifikasi itu perlu agar kita tahu prosentase terbesar lagu - lagu No Koes itu ciptaan siapa saja ? ujar Wasis bertanya. Ia menambahkan, kami di Jiwa Nusantara tidak hanya melestarikan karya Kus Bersaudara dan Koes Plus saja namun juga  No Koes, Murrys Group dan album Solo seperti Ernie Johan, Dedy Damhudi dan Chicha Koeswoyo serta Yayuk Suseno.

Dalam catatan penulis, Koes Plus pernah mendedikasikan 12 lagu ciptaanya yang orisionil untuk  dibawakan oleh Ernie Johan. Lagu yang ngetop antara lain : Mustafa, Taxi, Lonceng, Pesan Indah dll. Sedangkan Dedy Damhudi juga membawakan lagu karya Tonny K berjudul Mutiara dan Yayuk Suseno menyanyikan lagu Telaga Biru ciptaan Murry.

SOFYAN SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF

Penulis sudah menanyakan pada drumer Sofyan Jumat (14/9/2018) terkait prosentase lagu yang dicipta dan jumlah seluruh album Usman Bersaudara serta album mana saha mana saja yang meledak, namun mas Sofyan tidak bersedia berkomentar dan menyampaikan permohonan maaf.

Musisi band Usman Bersaudara kini tinggal Sofyan dan Mamo. Usman telah wafat pada 2013 dan Said wafat tahun 2017.

Sofyan dan Mamo kini bergabung di band Neo Usbros serta merekam ulang lagu - lagu mereka yang pernah merajai blantika musik pop nasional pada pertengahan dekade 70 an silam.#

KOMENTAR DISQUS :

Top