Indonesia English
Jumat, 19 Oktober 2018 |
Nasional - Peristiwa

Jokowi Hadiri Harlah ke 93 Al-Khairiyah di Cilegon

Jumat, 11 Mei 2018 20:09:07 wib - Komentar
Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan hari lahir (Harlah) ke-93 Al-Khairiyah di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten. Jumat (11/05/2018).

Cilegon,(Banten88.com):  Presiden Joko Widodo   menghadiri peringatan hari lahir (Harlah) ke-93 Al-Khairiyah di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon,  Banten. Jumat (11/05/2018).

Presiden tiba di Al-Khairiyah sekitar pukul 11.12 WIB didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin dan langsung disambut oleh Ketua Umum PB Al-Khairiyah Ali Mujahidi. Hadir juga pada kunjungan presiden ini Menteri Agama Lukmah Hakim Syaifudin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Andika Hazrumy, Plt Walikota Cilegon, Edi Ariyadi, Walikota Serang Tb Haerul Jaman, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, para ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.

Presiden Jokowi beristirahat sejenak di salah satu ruangan untuk bersantap bersama pengurus Al-Khairiyah dan sejumlah ulama. “Assalamualaikum,” ujar Jokowi menyapa ulama yang menyambutnya sambil menebar senyum.

Sebelum menghadiri acara Harlah Al-Khairiyah, Presiden melaksanakan salat Jumat berjemaah di masjid An-Najah yang berada di Kawasan Kampus Al-Khairiyah.

Saat bersilaturahmi dengan para ulama, Presiden mengingatkan masyarakat Indonesia untuk saling menjaga persatuan dan menghilangkan rasa kebencian, terutama jelang perhelatan pilkada serentak 2018, pendaftaran Capres-cawapres pada Agustus mendatang dan Pemilu 2019. Di hadapan ribuan masyarakata yang hadir, Presiden  menyampaikan Indonesia memiliki 263 juta jiwa yang tinggal di 17 ribu pulau, dengan 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, 524 kabupaten dan kota, hingga 34 provinsi.

“Kita lupa kalau kita ini saudara, yang seharusnya Islamiyyah nya kita perkuat. Insya Allah, sampai kiamat, kita akan bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan masyarakat untuk saling menjaga persatuan dan menghilangkan kebencian jelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

"Mari kita sadari bersama-sama, kita ini saudara sebangsa setanah air. Beda pilihan silakan, karena ini pesta demokrasi. Jangan sampai karena beda pilihan, jangan sampai kita retak atau tidak saling menyapa antartetangga," katanya.

Janji Angkat Brigjend KH Syam’un Jadi Pahlawan Nasional.

Disela-sela sambutanya, Presiden Jokowi juga menerima aspirasi dari warga Banten khususnya dari Yayasan Al-Khairiyah, untuk menjadikan Brigjen Syam'un sebagai pahlawan nasional. “Jujur saja, sampai saat ini berkasnya belum ada di meja saya. Ini apa adanya saja, belum sampai ke saya,” ujar Jokowi.

Namun begitu, Presiden berjanji bila usulan tersebut sudah ia terima, akan segera direspons. “Brigjen KH Syam’un adalah ulama besar dan berjasa bagi negara, terutama dalam pendidikan di Indonesia melalui Al-Khairiyah,” imbuhnya.(Hms Banten).

KOMENTAR DISQUS :

Top