Indonesia English
Rabu, 22 Januari 2020 |
Pendidikan

Kabid SD Ajak Guru Terapkan Pembelajaran HOTS

Selasa, 12 November 2019 11:19:10 wib - Komentar
Kabid SD Dindikbud Serang, H. Aber memberikan pembinaan pada pertemuan gugus 1 di SDN Pabuaran.

Serang (Banten88.com): Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) maka peranan pendidikan khususnya di sekolah dasar harus didukung oleh pendidik yang berkualitas. Guru yang  berkemampuan profesional dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Kepala sekolah yang berkemampuan profesional dalam mengelola manajemen sekolah dan pengawas yang profesional dalam melakukan pembinaan serta pengawasan sekolah. Ketiga unsur di sekolah dasar saling terkait satu sama lain dalam suatu ikatan profesional. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dindikbud Kabupaten Serang, H. Aber Nurhadi saat memberikan sambutan sekaligus pembinaan pada kegiatan pertemuan gugus I di SDN Pabuaran, kecamatan Cikande, Selasa (12/11/2019).

H. Aber mengatakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar antara pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah serta pengawas sekolah dasar harus bekerjasama dalam satu langkah yang harmonis dengan peran dan fungsi masing-masing.

Untuk itu, lanjut H. Aber, sistem pembinaan profesional guru, kepala sekolah dan pengawas dalam satu kesatuan dan mekanisme yang lebih dinamis perlu digalakan dengan dilandasi satu cita-cita maju bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal tersebut didasarkan satu penilaian bahwa pendidikan yang berkualitas harus ditangani oleh para pengelola pendidikan yang berkualitas pula. Potensi yang ada harus dipupuk dan didorong serta dilengkapi dengan pengetahuan baru agar dapat menumbuhkan sikap profesional yang makin matang, melalui suatu wadah pembinaan profesional lainnya yakni kelompok kerja guru (KKG) kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) dan kelompok Kerja Pengawas sekolah (KKPS).

Dikatakan H. Aber, Penguatan Pembelajaran dan Penilaian dengan Pendekatan HOTS ( Higher Order Thinking Skill ) atau pendekatan pembelajaran dengan mengunakan berpikir tinggi. Di era 4.0 pembelajaran harus mengembangkan kemampuan siswa untuk  memiliki 4C ( Creatifitas, Critis, Cominicatif, and Colabiratif ).

Oleh karena itu, tambah H. Aber, pembelajaran harus mengembangkan kemampuan tingkat tinggi/HOTS, yang tentunya untuk mengembangkan HOTS harus diketahui dahulu tingkat penguasaan  LOTS ( Low Order Thinhking Skill )nya. HOTS dikembangkan menurut teori Bloom. Yang terdiri dari mengingat, memahami, penerapan ( LOTS ), analisis, evaluasi, mencipta ( HOTS ).

“Dalam penerapan HOTS guru harus benar-benar menanamkan konsep dalam setiap pembelajaran, sehingga siswa bakan hanya tahu dan paham tapi dapat menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta dari apa yang dipelajarinya,”terang H. Aber.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Pabuaran, Subari, S.Pd didampingi Korwas wilayah kerja kecamatan Cikande, H. Sugino, MM.Pd mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memahami tugas dan fungsi para guru terutama tentang implementasi penguatan pendidikan karakater (PPK) dan gerakan literasi sekolah (GLS), memahami tentang pentingnya lomba budaya mutu dan sekolah berwawasan lingkungan (Adiwiyata). Selain itu para guru dapat memahami implementasi sistem pembinaan profesi melalui gugus, memahami tata cara penyusunan dupak dan kenaikan pangkat serta konsep lomba gugus dan manajemen administrasi gugus. “Praktek pear teaching yang ditunjukan dalam pertemuan gugus ini diharapkan dapat diimplementasikan oleh guru pada saat mengajar di kelas,”pungkasnya. (Iman).

 

 

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top