Indonesia English
Selasa, 25 Juni 2019 |
Pemerintahan

Kades Pasir Kembang Diduga Lakukan Pungli

Kamis, 20 Oktober 2016 17:46:55 wib - Komentar
Kepala Desa Pasir Kembang, Akhmad.

LEBAK,(Banten88.com): Akhmad, Kepala desa Pasir Kembang, Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, Banten,  diduga melakukan pungutan liar kepada para supir truk yang melintasi kendaraan proyek di perumahan Citra Maja Raya.

Besaran nilai pungutan yang diberlakukan bervariasi mulai dari Rp 30 ribu sampai dengan Rp 50 ribu per kendaraan yang mengangkut matrial pembangunan perumahan. "Setiap truk pengangkut matrial proyek dimintai uang sebesar Rp 30 ribu sampai dengan Rp 50 ribu oleh pihak desa,"kata salah seorang narasumber yang namanya minta dirahasiahkan

Masih menurut sumber, uang pungutan liar kepada para supir truk tersebut di luar uang resmi dari perusahaan yang memberikan upah sebesar Rp 70 ribu per truk untuk tenaga bongkar muat barang material. Sehingga uang yang di Pungli tersebut diduga masuk ke kantong pribadi kepala desa, tanpa adanya payung hukum yang jelas terkait pungutan uang kepada setiap truk yang melintas.

"Pungutan tersebut tanpa dasar hukum yang jelas, tentu saja hal tersebut sudah melanggar aturan, apalagi hasil pungutan tersebut tidak jelas peruntukannya,"kata sumber lagi.

Sementara itu, Akhmad, kepala desa Pasir Kembang, ketika dikonfirmasi wartawan di kediamannya membantah telah melakukan pungutan liar kepada para supir truk pengangkut material proyek perumahan. Hanya saja kata dia, memang membenarkan adanya kucuran uang sebesar Rp 70 ribu dari perusahaan bagi siapa saja yang mau membongkar muat bahan bahan material dari mobil truk.

"Tidak benar itu ada pungutan liar, yang ada hanyalah upah bongkar muat dari perusahaan untuk siapa saja yang mau membongkar angkutan dari truk truk tersebut untuk diturunkan di sekitar lokasi proyek,"kata Akhmad, Kamis (20/10).

Masih kata Ahkmad, dirinya sama sekali tidak berani melakukan pungutan liar seperti yang dituduhkan. Karena pada nantinya jalan jalan desa yang dilalui oleh kendaraan proyek bisa jadi rusak tanpa adanya pihak yang bertanggung jawab.   "Tidak berani saya pak melakukan pungutan itu, karena nantinya truk truk tersebut membuat jalan jadi rusak. Dan tanpa ada yang bertanggung jawab,"kata Ahkmad.(Eli).

KOMENTAR DISQUS :

Top