Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Nasional - Politik

Kapolda Beri Penjelasan, Warga Akhirnya Menerima Mutasi Polres Tangerang

Rabu, 25 November 2015 21:11:37 wib - Komentar
Elemen masyarakat kab Tangerang menyambangi Pendopo Gubernur Banten.

Serang,(Banten88.com) - Menyusul menguatnya kepastian batas wilayah Polda Banten yang akan mencakup wilayah Tangerang Raya, sejumlah elemen masyarakat dari Kabupaten Tangerang menyambangi Pendopo Gubernur Banten, Rabu (25/11/2015). Didampingi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Gubernur Banten menyambut hangat kedatangan perwakilan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah perwakilan masyarakat yang datang mengaku keberatan dengan rencana penggabungan Kepolisian Resort (Polres) Tangerang ke dalam wilayah Polda Banten umumnya mereka yang keberatan beralasan soal jarak dan kenyaman yang sudah terjalin dengan Polda Metro Jaya.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kapolda Banten Boy Raffi Amar menjelaskan bahwa masalah batas wilayah Polda Banten ini  sudah memasuki beberapa proses pertimbangan Mabes Polri, yang mana saat ini hanya tinggal menunggu keputusan Kapolri.

Lebih lanjut Boy menjelaskan, bahwa daerah penyanggah Ibukota Jakarta saat ini bukan hanya Tangerang, melainkan wilayah Provinsi Banten secara keseluruhan. Hal ini mengingat panjangnya jalur pantai di Banten yang rentan kejahatan antar negara.

“Banten ini punya garis pantai 500 kilo meter, dengan tingkat kejahatan antar negara yang sedemikian rupa. Jadi, yang menyanggah ibukota Jakarta ini sekarang bukan hanya Tangerang, tapi Banten secara keseluruhan.” Paparnya.

Dalam kesempatannya, Gubernur Banten Rano Karno  mengakui dirinya selaku kepala Daerah memberikan rekomendasi terkait batas wilayah Polda Banten. Selain karena sudah menjadi pembahasan lama di Mabes Polri, hal ini juga menurutnya berdampak pada efesiansi koordinasi antara Pemprov dan Kepolisian Daerah di Provinsi Banten.

“Memang kita memberikan rekomendasi.Karena kajian Polri ini sudah lama. Ya tentu sebagai sebuah Provinsi kita menyetujui rencana itu.” Jelas Rano.

Setelah mendengar penjelasan dari Gubernur dan Kapolda, salah seorang tokoh masyarakat yang hadir pun menyatakan kesiapannya mengajak masyarakat untuk membantu  kepoliisan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di daerahnya, apapun hasil putusan Kapolri nantinya.

“Kalo abah pribadi ini masalah kecil. Abah sendiri ini diajak rekan rekan untuk silaturahmi dengan bapak Gubernur, tapi sampai disini baru tau masalahnya.” Ungkapnya, mencairkan suasana.

Aspirasi masyarakat, adek-adek, anak anak, abah dukung. Tapi apa salahnya kalo Polda Banten juga lebih cinta kepada masyarakat. apa salahnya?” ujar tokoh masyarakat yang akrab disapa Haji Subroni Mansur. “Mau ke Polda Banten, mau ke Polda Jakarta yang penting negara aman tentrem sentosa, masyarakat enak ibadah. Ini mah terserah Kapolri. Mau Tangerang asup ke Polda Banten, mau Tangerang tetep imah-imah jeung Jakarta, terserah bapak Kapolri.” Nasehatnya, yang disambut tepuk tangan Audiens yang hadir. Audiensi antara perwakilan masyarakat Tangerang, Gubernur dan Kapolda Banten ini pun akhirnya berjalan lancar yang ditutup dengan doa untuk kebaikan Banten dan Foto bersama.(YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top