Indonesia English
Selasa, 09 Agustus 2022 |
Hukum dan Kriminal

Kapolda Listyo Sigit Minta Kedua Kubu Jaga Kondusifitas Selama Pilkada Berlangsung

Rabu, 26 Oktober 2016 19:50:01 wib - Komentar
Kapolda Banten Kombes Pol. Listyo Sigit Prabowo.

SERANG,(Banten88.com): Kapolda Banten Kombes Pol. Listyo Sigit Prabowo meminta kepada dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten yakni Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) dan Rano Karno-Embay Mulya Syarief (Rano-Mulya) untuk tetap menjaga kondusifitas selama masa kampanye Pilgub Banten 2017. Pihaknya juga pada saat kampanye tidak ada yel-yel yang bernada profokatif.

“Deklarasi damai ini, merupakan suatu komitmen bersama dan modal buat kita jadikan pilkada ini damai. Saya harapkan mari kita bangun semangat yel-yel yang kondusif tidak provokatif, masing-masing juga jangan saling menyerang,” kata Sigit saat memberikan sambutan pada acara Focus  Group Discussion dan Deklarasi Pilkada Damai dan Berintegritas di salah satu Rumah Makan di Kota Serang, Rabu (26/10).

Menurut Sigit, dalam pilkada semua pihak harus bermain secara fair, ke depan siapa pun yang menang itulah yang memimpin masyarakat Banten kedepannya. Dalam Pilkada ini harus bermain secara fair. Karena setelah Pilkada semua bersatu membangun Banten.

“Nanti ada merasa yang tersakiti, dan itu bisa diproses secara hukum,” ujarnya.

Dalam acara tersebut juga, kedua kubu pasangan calon, saling bersepakat untuk menciptakan kondisi politik yang damai jelang dilaksanakannya Pilgub Banten 2017 mendatang.

Calon gubernur Banten Wahidin Halim (WH) yang berpasangan dengan Andika Hazrumy menegaskan, bahwa perselisihan dalam nuansa politik di Pilkada nanti sudah tidak efektik terjadi ditengah-tengah masyarakat yang telah cerdas menentukan pemimpinnya kedepan.

"Dengan adanya kesepakatan deklarasi Pilkada damai ini, pendukung-pendukung yang dibawah itu bisa kondusif. Sekarang yang harus kita kedepankan itu program, apalagi masyarakatnya juga sudah dewasa," katanya.

WH juga sempat menyinggung persoalan keluarga dinasti mantan gubernur Atut Chosiyah. Menurutnya, isu dinasti sudah tidak relevan untuk dijadikan media saling serang antar kubu pasangan calon.

"Jadi tidak boleh lagi itu seharusnya nyinggung-nyinggung soal dinasti karena saya juga sudah sepakat bahwa kehadiran saya, dinasti itu gak ada. Intinya gak perlu ngungkit-ngungkit masa lalu, terlebih saya kan termasuk calon gubernur yang tidak punya keterkaitan dengan dinasti," tegasnya.

WH berharap, kedua kubu pasangan calon bisa saling bersikap dewasa dalam menyikapi persoalan kompetisi politik dalam Pilkada Banten 2017 mendatang. "Jadi udah lah mending jangan saling nyerang karena nantinya malah timbul emosional. Saya berharap kedua pihak juga sepakat sehingga tinggal bagaimana ini disosialisasikan kepada pendukung supaya tidak saling serang," tukasnya.

Senada, calon wakil gubernur Embay Mulya Syarif, adanya keributan dalam iklim politik Pilkada kali ini bukanlah budaya asli dari orang Banten. Ia menegaskan bahwa masyarkat Banten selalu bisa menghargai adanya perbedaan terutama dalam persaingan pemilihan kepala daerah.

"Orang banten itu tidak pernah ribut karena persoalan politik, apalagi ribut gara-gara soal SARA, gak pernah ada dari dulu juga soalnya itu bukan budaya dari orang Banten sendiri," ujar Embay usai acara.

Menurut pasangan calon petahana rano Karno tersebut, dirinya mencontohkan, masyarakat Banten perlu mengikuti budaya yang dilakukan masyarakat adat Baduy. Ia melihat masyarakat adat Baduy tidak pernah saling meributkan hasil tentang pemilihan pemimpin mereka.

"Ada contoh yang gampang kita tiru yaitu masyarakat Baduy yang memang masyarakat tradisional asli orang Banten. Mereka tidak pernah ribut gara-gara pilih puun (pemimpin). Jadi kalau kita ribut gara-gara masalah pilih pun, kita malu sama saudara kita yang di Baduy," jelasnya.

Ditegaskan Embay, bahwa dirinya telah memberikan instruksi kepada seluruh struktur tim pemenangan, agar tidak terprovokasi atas isu apapun yang nanti kemungkinan bakal terjadi pada Pilkada Banten 2017 mendatang.

"Saya sudah pesankan ke pihak saya, jangan balas keburukan dengan keburukan tapi balas keburukan dengan kebaikan. Karena yang kita inginkan itu Pilkada yang bersih dan minim dan kesalahan supaya menghasilkan pemimpin yang terbaik," ujarnya.(AZM).

 

 

KOMENTAR DISQUS :

Top