Indonesia English
Minggu, 09 Mei 2021 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Kapolres Turun Tangan, Bentrokan Massa Dua Kampung Pejaten Damai

Minggu, 16 Agustus 2015 21:02:49 wib - Komentar
Bentrok di Serang, Banten.

Serang, (Banten88.com) – Suasana pasca bentrokan yang melibatkan warga di dua kampung di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, yaitu Kampung Pangarengan dan Kampung Kejayan berangsur pulih. Meski peristiwa tawuran dua Kampung yang terjadi Jumat, (14,8) lalu memuncak dan mengakibatkan tiga orang yaitu Robby Yusro, Opan dan dan Enjat mengalami luka cukup parah dan harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Cilegon.

Dalam aksi massa yang melibatkan dua Kampung tersebut, dipicu dari persoalan pemilihan Kepala Desa yang dimenangkan salah satu calon. Akibatnya kubu yang kalah kemudian melakukan aksi brutal dan meledaklah peristiwa tawuran dua kampong. Selain mengakibatkan sejumlah korban, dalam peristiwa tersebut juga mengakibatkan kerugian materil, yakni delapan rumah warga dan satu unit mobil kendaraan pribadi hangus dibakar massa.

Setelah insiden Jumat malam, meski sudah diredam sejumlah tokoh masyarakat dan mendapat penjagaan ketat petugas kepolisian, suasana di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu kembali mencekam pada Sabtu (15/8) malam. Kejadian ini diduga buntut dari kerusuhan kemarin malam. Sejumlah warga dua kampung kembali terjadi saling lempar batu. Beruntung aparat yang sudah melakukan siaga I mampu mengantisipasi persitiwa tawuran susulan.

"Malam tadi warga sudah saling serang lagi, sekitar pukul 10.30 sudah terlihat mencekam warga sudah saling lempar batu kendati tidak terjadi bentrokan seperti seperti malam kemarin,” kata Rohidi salah seorang warga Pejaten, Minggu (16/8).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, terjadinya peristiwa bentrokan antar Kampung tersebut dipiicu oleh dua kubu pendukung pada Pilkades di Desa itu. Dalam Pilkades di Desa Pejaten, diikuti oleh dua calon, yaitu Rafei dan Mukhlis. Pada saat pemilihan kubu pendukung Mukhlis menuding pendukung Rafei telah berbuat curang. Merasa tidak terima dengan tuduhan tersebut, pendukung Rafei balik mengejek, karena saling ejek maka tidak bisa dihindari warga dua kelompok yang sudah menjadi massa besar besar akhirnya terlibat bentrokan.

Malam itu, jalan protokol yang menghubungkan Serang-Cilegon, atau di kampung Pangarengan, seketika terjadi kemacetan panjang, karena warga smakin beringas tumpah ruah di jalan raya. Massa tidak terkendali, dan membuat jalanan menjadi lumpuh. Ribuan kendaraan yang melewati jalan tersebut tidak bisa bergerak, karena banyaknya massa membuat sejumlah aparat yang mengamankan lokasi kejadian sulit untuk melakukan tindakan.

Peristiwa yang dipicu karena kekesalan kubu yang kalah kepada kubu yang menang yang terlalu berlebihan dalam merayakan kemenangan. Akibat bentrokan itu, satu orang warga Kampung Pangarengan dikabarkan menderita luka bacokan di kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit, sementara beberapa warga lainnya mengalami luka. Bahkan, beberapa anggota polisi yang mengamankan aksi tawuran mengalami luka, akibat terkena lemparan batu warga.

"Saya melihat tadi ada korban yang sudah tergeletak bersimbah darah kena bacok orang Pangarengan, kepalanya kena. Mobil juga ada yang dibakar. Polisi juga ada yang kena lemparan batu,” ujar Odon, montir bengkel motor yang berada di lokasi kejadian.

Penyebab utama pecahnya bentrokan tawuran diduga hanya karena tipisnya angka perolehan suara dua calon Pilkdes Pejaten. Bentrokan yang didominasi dari massa pendukung Mukhlis, karena perbedaan jumlah suara hanya terpaut 59 suara dari Rafei. Mereka mengklaim, banyak warga lain dari kubu Mukhlis yang tidak bisa memberikan hak pilihnya, karena dianggap telah dicurangi oleh kubu Rafei, yang dianggap melibatkan panitia desa dalam melakukan kecurangan.

Sejauh ini dalam bentrokan tersebut petugas Polres Serang belum mengamankan pelaku kedua belah pihak. Kapolres Serang AKBP Nunung Syaifuddin ketika dikonfirmasi sudah melakukan mediasi yang melibatkan dua Kampung. Untuk menghindari peristiwa susulan, dia berjanji akan menindak tegas siapapun warga yang bersikap anarkis saat terjadi bentrokan.

Kita akan tindak tegas jika masih ada warga yang mencoba melakukan provokasi, sekarang kita sudah mengambil langkah persuasif untuk mendamaikan dua kubu. Bentrokan itu dampak dari kejadian kemarin, masih ada isu yang berusaha memprovokasi warga," ujar Kapolres Nunung Syaifuddin, Minggu (16/8)

Atas inisiatif Muspika, dengan mengundang pemuka agama dan tokoh masyarakat kedua belah pihak dilakukan mediasi dikantor Kecamatan Kramatwatu, Serang. Dihadapan Kapolres, warga  sepakat tidak akan melakukan aksi anarkis lagi. Mukhlis calon Kades yang kalah berasal dari Kampung Kejayan dihadapan petugas mengakui, warganya bergerak karena diserang terlebih dahulu oleh massa Rafei. "Mudah-mudahan saya bisa mereda, dan saya perisiwa ini tidak terjadi lagi ke depannya," katanya.

Permintaan maaf juga disampaikan Rofei Kades terpilih yang baru dilantik. Mewakili kampung pejaten dia meminta agar peristiwa serupa tidak terulang. "Saya mohon kepada tokoh masyrakat untuk bersama-sama menjaga dan mengamankan. Pernyataan saya ini disaksikan oleh semua pihak dengan harapan semoga tidak terjadi kembali dan masyarakat bisa menahan diri," ujarnya.

Setelah Rofei dan Mukhlis sepakat, Kapolres meminta warga berjanji tidak lagi saling serang. Mengantisipasi bentrok kembali terjadi warga dari kedua belah pihak sepakat akan menyelengaran Istigosah bersama. Setelah memberikan pernyataan tersebut, kedua belah pihak, kembali menandatangani surat kesepakatan yang dibuat bersama, yang disaksikan oleh masing-masing perwakilan dan tokoh masyarakat.

"Silahkan terkait rencana pelaksanaan istigosah dan do'a bersama, waktu dan tempatnya diatur dan diserahkan kepada kedua belah pihak," ujar Kapolres Nunung Syaifudin disela-sela mediasi.

Atas peristiwa itu, Kapolres menghimbau kepada warga agar sama-sama mengendalikan diri dan jangan mudah terprovokasi. "Saya minta untuk menahan diri, karena penghasutan untuk melakukan perbuatan anarkis bisa terjadi kapan dan dimana saja,” urainya.

Sementara tiga korban atas peristiwa bentrokan dua Kamung, Robby Yusro, Enjat dan Opan keadaannya masih kritis. Ketiganya tadi malam, dirujuk ke RSUD Panggungrawi, Kota Cilegon. Robby mengalami patah pada tulang betis kanan bagian bawahnya yang diduga akibat ledakan petasan. (Dang).

KOMENTAR DISQUS :

Top