Indonesia English
Minggu, 25 Agustus 2019 |
Hukum dan Kriminal

Kasus Oknum Kades Tersangkaut Narkoba, Bupati Iti Octavia Tunggu Keputusan Hukum

Kamis, 05 Januari 2017 17:38:16 wib - Komentar
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.

LEBAK,(Banten88.com): Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang terkait oknum Kepala Desa Mekarjaya, Udin Saprudin yang ditangkap Polisi  terkait dugaan  mengkonsumsi sabu di salah satu kamar karaoke di sebuah hotel di kawasan Labuan  Kabupaten Pandeglang, Rabu (28/12/2016) lalu.

Bupati mengaku, Pemkab Lebak belum bisa mengambil langkah dan sanksi apapun kepada Udin sebelum ada putusan pengadilan.

"Dalam Perda, kita tidak berwenang sebelum ada keputusan hukum. Kita tunggu saja proses hukumnya saja, apalagi ini kan kasusnya narkoba," kata Bupati.

"Kalau sudah ada keputusan pasti kita proses," sambungnya.

Diperoleh keterangan, penangkapan tersangka UN berawal ketika petugas gabungan dari Polres Pandeglang menggelar operasi pekat di sejumlah tempat hiburan malam di Pandeglang. Oknum yang diduga Kepala Desa tersebut diamankan oleh petugas beserta barang bukti berupa satu paket sabu, serta alat hisap, atau bong.
Di hadapan petugas, tersangka mengaku mendapatkan sabu dari teman wanitanya yakni berisial NY, degan cara membelinya sebesar Rp500 ribu per paketnya.  "Saya baru kali ini menggunakan sabu, lantaran diajak teman wanita di tempat hiburan malam tersebut," kata pelaku UN, saat diperiksa oleh petugas, Selasa (3/1/2017).
Kasat Narkoba Polres Pandeglang, AKP Oka Nurmulya Hayatman mengatakan jika petugas yang langsung mendapatkan keterangan pelaku langsung mengembangkan kasus ini langsung menggeledah kediaman NY di kawasan Kabupaten Lebak, dan berhasil mendapatkan lima paket sabu siap edar, serta dua alat bong, dan dua buah telpon seluler.
"Kedua pelaku ditangkap karena sedang berpesta sabu di dalam tempat hiburan malam di Pandeglang, pelaku UN yang merupakan seorang oknum aparat kepala desa dan NY merupakan DPO Polres Pandeglang yang sudah lama dicari," katanya.
Hingga kini petugas masih terus mengembangkan kasus ini, dan masih memburu bandar besar pemasok sabu kepada tersangka NY. "Menurut keterangan pelaku NY, jika barang haram tersebut didapatkan dari saudaranya yang kini mendekam di rutan Salemba," kata Oka.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, kedua tersangka dijerat pasal Undang – Undang narkotika pasal 112, 114 dan 144 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun penjara. (eli).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top