Indonesia English
Selasa, 09 Agustus 2022 |
Hukum dan Kriminal

Kejati Banten Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT BGD

Jumat, 24 April 2015 18:53:42 wib - Komentar

Serang,(Banten88.com): Puluhan massa dari aktivis koalisi masyarakat  penyelamat aset dan keuangan Banten  melakukan aksi unjuk rasa di depan  kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten  Jalan Pandeglang Raya Pal 4 Kota Serang, Banten. Jum'at (24/4).

Para aktivis ini mendatangi Kejati untuk menuntut penuntasan dugaan korupsi penyertaan modal pemerintah Provinsi Banten pada PT Banten Global Development.  Selain itu,  Demonstran juga menyoroti, Perda tentang penyertaan modal Pemerintah provinsi  Banten kepada PT BGD, yang menyebutkan total penyertaan modal sampai saat ini adalah Rp989 miliar, atau selisih Rp5 miliar dari yang seharusnya hanya Rp984 miliar.

Ucu Jauhari dalam orasinya  mengatakan,  Ia  menuding PT Banten Global Development (BGD) diduga telah melakukan kesalahan atau penyimpangan dalam menjalankan bisnisnya, yakni berupa kerja sama operasi (KSO) atau menanamkan modal kepada sejumlah perusahaan.

“Tak kurang dari Rp20,3 miliar uang milik perusahaan daerah yang disuntikkan dari APBD Banten, tak jelas rimbanya, alias merugi,”ujar Ucu.  

Ucu juga mengatakan bahwa, Potensi kerugian Negara ini berdasarkan  data hasil audit tahun 2014 yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP). "Jadi kami meminta Kejati Banten,untuk segera mengusut tuntas dugaan kerugian Negara ini,"ungkapnya.

Ucu menjelaskan, sejumlah KSO yang mendapat kucuran dana dari PT BGD adalah KSO batching plant dengan nilai investasi Rp 1 miliar, KSO cargo (tidak diketahui nilai investasinya), dan 7 KSO briket yang bermasalah.  Ketujuhnya masing-masing, KSO briket kayu Rp 10 miliar, KSO batu split Rp 1.120.000.000, KSO slag steel Rp 1,4 miliar, KSO kapal tongkang Rp 2,5 miliar, KSO pasir laut Rp 1 miliar, KSO tanah Rp 4 miliar, dan KSO tambak udang Rp 364.582.325.

"Kami menduga,kerugian negara bisa lebih besar lagi kalau Kejati Banten melakukan pengusutan secara teliti,"ujar Ucu.(YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top