Indonesia English
Senin, 21 Januari 2019 |
Peristiwa

Kesal Kepada Oknum Anggota Polsek, Mahasiswa Demo Polres Pandeglang

Kamis, 15 Oktober 2015 18:59:58 wib - Komentar
Mahasiswa demo kantor Polres Pandeglang. (foto newsmedia.co.id).

Pandeglang, (Banten88.com) – Kesal terhadap oknum anggota Polsek Patia yang diduga telah melakukan manipulasi penyerobotan sawah, mahasiswa yang tergabung dalam berbagai macam elemen melakukan aksi unjuk rasa di Polres Pandeglang. Mereka adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pandeglang, Pergerakan Pemuda Peduli Pandeglang (P4) dan Jaringan Aspirasi Masyarakat Miskin (Jarami) Kecamatan Patia. Aksi gabungan mahasiswa ini sontak membuat para petinggi petugas Polres Pandeglang menjadi kalang kabut.

Aksi unjuk rasa dihalaman Polres Pandeglang dilakukan mahasiswa pada Kamis, (15/10) siang. Dalam aksinya mereka menuntut, agar Polres Pandeglang menindak tegas tiga oknum Polsek Patia, yang diduga telah membantu melakukan manipulasi penyerobotan lahan sawah milik warga seluas 15.681 M2 di Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, lahan sawah milik Sakim warga Desa Cimoyan  seluas 1,5 hektar saat ini tanah telah dikuasi oleh pihak penggugat yakni Rohayati bin Salman. Penguasaan lahan milik Sakim kini statusnya telah dirubah menjadi Akta Jual Beli (AJB) atas nama Rohayati. Dalam proses pengambil alihan lahan, pendemo menuding ada keterlibatan tiga oknum anggota Polsek Patiayang telah  melakukan intimidasi kepada pemilik lahan Sakim.

”Pak Sakim di intimidasi, datanya dimanipulasi dari penggadaian sawah menjadi AJB semula dari milik Bapak  Sakim kepada Rohayati Bin Salman dan telah ditekan oleh oknum anggota untuk menandatangani Blangko AJB. Keterlibatan oknum anggota Polsek Patia yang telah mencari keuntungan dari kedua belah pihak. “Untuk itu kami meminta agar oknum ketiga anggota Polsek Patia segera diperiksa,” teriak Atang Maulana dalam orasinya.

Lebih lanjut Atang mengatakan, dalam kasus penyerobotan lahan ini sebelumnya warga sudah  melaporkan persoalan ini ke Mapolres Pandeglang pada 30 Oktober 2006 silam. Namun hingga saat ini laporan tersebut tidak pernah dilanjutkan dan tidak jelas tindak lanjutnya. “Kami minta Kapolres Pandeglang untuk menindak tegas oknum polisi tersebut, jangan biarkan rakyat selalu menjadi korban kesewenang-wenangan“ ujar Atang lagi memekikan aksinya.

Atang yang menjadi koordinator aksi meminta agar penyidik Polres Pandeglang mengambil alih untuk memeriksa dan menindaklanjuti laporan warganya. ”Dalam aksi ini sekali lagi kami meminta pihak Polres untuk menindaklanjuti laporan warga Nomor LP/30/X/2006 tertanggal 30 Oktober 2006. Mudah-mudahan aksi ini di dengar, dan jika tuntutan itu tidak diindahkan maka kami akan melakukan aksi kembali dengan masa yang lebih besar dan jangan salahkan kami jika kami akan terus menyuarakan aksi seperti ini,“ ancam Atang.

Atang dan mahasiswa lainnya yang terus meneriakan tuntutan keadilan meminta agar Polres Pandeglang objektif dalam melihat persoalan lahan yang sudah dilaporkan. Mereka berharap, fungsi Polri yakni pengayom dan pelayanan masyarakat bisa benar-benar dilaksanakan tanpa pandang bulu dan tidak berpihak kepada yang salah. Setelah puas menyampaikan orasinya, massa pun membubarkan diri dengan tertib. (Dang).

KOMENTAR DISQUS :

Top