Indonesia English
Selasa, 20 Oktober 2020 |
Kesehatan

KESAN JURNALIS MENJADI PASIEN HEMODIALISA (CUCI DARAH) DENGAN LAYANAN TERBAIK DI RS SEKAR KAMULYAN

Kamis, 15 Oktober 2020 19:15:06 wib - Komentar
RUMAH SAKIT SEKAR KAMULYAN

Kuningan (Banten88.com) : SAAT jumpa dokter legendaris yakni dokter Sigit Ladrang dari Rumah Sakit Sekar Kamulyan, Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, saya divonis ginjal rusak akibat terkena Diabetes Melitus (DM) type 2.  Kesalahan saya adalah sebagai Redaktur saya selalu pulang kerja jam 01 dinihari langsung makan  dan setelah itu tidur nyenyak didepan televisi sampai pagi.
Ditambah sering menghadiri undangan pers conference bidang Pariwisata dengan sajian kuliner yang cukup lezat.

Hotel besar disepanjang jalan Sudirman hingga jalan Thamrin Jakarta Pusat nyaris sudah saya cicipi makanannya secara gratis saat meliput berita.  Apalagi jika mengikuti kunjungan Menteri Pariwisata ke daerah sejak didalam pesawat hingga acara berlangsung, sajian kuliner sungguh wow lezatnya tak terkirakan.

Maskapai kala itu yang sajian makanannya cukup bagus adalah Garuda dan Sempati Air. Semua tidak saya sadari bahwa saya telah menumpuk gula di badan.  Tahun 2006 saya kena Diabetes type 2.  

Namun saya tak gentar karena terapkan hidup sehat. Makan secukupnya dan rajin minum susu Diabetasol.
Meski diserang DM, kekuatan saya masih antara 85-90%.

Saya tetap aktif sebagai jurnalis dan sore ngantor sebagai Redaktur. Pulang kerja tetap jam 01 dinihari tapi langsung tidur dan kapok makan malam.  Tekanan darah saya tetap terkontrol di angka 160.
Pada 2010 saya adalah tim media Cagub Banten pasangan Dwi Jatmiko dan Tjetjep Mulyadinata dengan jabatan staf khusus Cagub bidang Komunikasi Massa.
Semua tugas seperti membuat press release dan mengatur jadwal Cagub ketemu media, serta menjawab pertanyaan wartawan, semua bisa saya handle dengan baik.  

Setiap hari sebagai staf khusus, saya harus mondar-mandir Bekasi -Tangerang - Serang sebagai pusat Pemerintahan Provinsi Banten.
Sebagai staf khusus Cagub Banten dengan beban tugas cukup strategis dan maksimal itu tidak berdampak pada kesehatan saya meski saya penyandang DM karena saya terapkan pola hidup dIsiplin.
Karena merasa tekanan darah terkontrol terus saya abai minum obat. Dan nyaris tak pernah minum obat penyakit gula Glucopak namanya. Saya tidak tahu bakal ada bahaya dahsyat menanti didepan karena ginjal bisa rusak.  14 tahun kena DM, berat badan saya tetap gemuk mencapai 75 kg.
Saya merasa biasa saja. Tidak pernah tangan kebas-kebas seperti dirasakan penderita diabetes lain.
Hoby saya main musik dan touring berjalan normal.

Main musik berdiri nonstop 2 sampai 2,5 jam di studio sambil menyelempang guitar listrik dan sekaligus merangkap sebagai vocalis utama untuk lagu-lagu Koes Plus saya nikmati tanpa rasa lelah.
Hoby touring dengan motor Tiger tetap saya lakukan.
Jarak Bekasi - Cirebon - Kuningan saya libas dalam waktu 4 jam dan tidak pernah merasa lelah itupun sudah dipotong 15 menit untuk istirahat santap Sate Maranggi yang melegenda dikawasan Kopo, Purwakarta.

MUNTAH TAK TERPERIKAN
Sampai pada Januari 2019 saya tiba-tiba muntah. Saya menduga sakit lambung dan beli obat Impepsa. Sedikit badan enak. Saat menengok cucu di Kuningan, Jawa Barat, tiba-tiba muntah hingga 7 kali dalam sehari.  Saya direkomendasikan ketemu dr. Sigit Ladrang di RS. Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan.
dr.Sigit adalah  dokter legendaris pakar penyakit dalam. Pasiennya setiap hari ratusan jumlahnya mirip antrean bus Trans Jakarta saat PSBB.

Doktet Sigit seperti punya indra keenam yang terasah. Pasien belum banyak bicara, dokter sudah tahu apa penyakit pasien.  Saya divonis ginjal rusak dan harus masuk ruang perawatan Hemodialisa (Cuci Darah).
Meski awalnya saya soak. Namun seiring waktu, saya legowo menerima keadaan ini.  Saya penggemar lagu-lagu Koes Plus yang lyriknya penuh filsafat hidup. Koes Plus selalu mengajarkan tentang Penyerahan diri kepada Tuhan, seperti pada lagu berjudul Cobaan dalam album Koes Plus in Concert 1976 yang lyriknya :
COBAAN didalam hidupku/Kurela-kurela menerima/Mengapa terjadi padaku/Hanyalah Tuhan yang tahu.
Semua telah lama kulalui derita yang pedih dihatiku/Seakan didalam impian/Disiang dan malam hari.
Bila kurenungkan diriku/Lebih terasa beban hidupku/Bila kurela menerima/Sampai kujelang hari yang bahagia.
Semua filsafat dari lagu-lagu Koes Plus sangat berpengaruh dan tertanam dalam dihati.
Ketika cobaan datang dan sakit berat, saya bisa " nrimo" atau menerima keadaan karena kuatnya pengaruh lagu Koes Plus.

NYARIS JARANG OLAHRAGA
Asupan makanan yang tidak diimbangi dengan olahraga memang membahayakan kesehatan.
Bukan saya tidak mau olahraga, tapi memang waktunya nyaris tidak ada.
Pulang dari Redaksi pukul 01 dinihari. Bangun tidur jam 8 pagi. Mandi sarapan langsung ke sumber berita untuk persiapan penulisan berita utama atau headline.
Sumber berita itu bisa di DPR RI, Kemendagri, Kejagung, KPK dan instansi yang terkait dengan Polhukam.
Usai wawancara sekitar jam 15.00  langsung ke kantor.

Jam 17.00 memulai rapat Redaksi untuk penentuan head line dan bekerja hingga pukul 24.00.
Setelah mengontrol seluruh isi halaman koran dan melapor ke Pemimpin Redaksi, barulah saya pulang.
Dengan ritme kerja dibawah tekanan waktu dan nyaris tanpa jeda, waktu untuk berolahraga memang sangat sempit dan akhirnya tak pernah berolahraga sehingga gula menumpuk ditubuh makin merajalela.

SUSTER PENUH KASIH
Sebelum dirawat di ruang Hemodialisa untuk cuci darah, saya sebelumnya minum obat herbal. Namun semua itu tidak membawa perubahan apapun. Saya tetap diteror muntah hingga lelah.
Diruang Hemodialisa itu, saya berkenalan dengan suster yang cekatan, rendah hati dan penuh kasih. Mereka adalah : Suster (Sr) Aurele Myrna Luciana, Sr. Gabriella (Gaby), Sr. Angela Titin, Sr. Happy Ester, Sr.Neni dan perawat Frans.  Ruang hemodialisa sangat bersih dengan suhu udara yang terkontrol.
Suster melayani seluruh pasien dengan cekatan dan penuh kasih.

Semua pasien mendapat perhatian yang sama. Karena filosofinya, tutur suster Happy Ester, saat dirawat di ruang Hemodialisa pasien harus merasa nyaman.
Namun suster bisa bicara tegas jika pasien bandel karena minum air terlalu banyak sehingga bisa membahayakan kesehatan pasien.

Meski tegas seperti suster Angela Titin dan Suster Aurele Myrna Luciana penyampaiannya dengan bahasa yang enak didengar, sehingga pasien mendengarnya juga nyaman.
Meski saya sakit berat, tapi ketika diruang Hemodialisa merasa terhibur dengan candaan segar Sr.Aurele Myrna Luciana, Sr. Gabriella dan Sr.Happy Ester.

Diruang Hemodialisa itu, pasien akan selamanya berinteraksi, sehingga antara pasien dan suster serta perawat pria sudah seperti keluarga besar yang saling mengasihi.
Suster Angela Titin paling senior di ruang Hemodialisa. Meski tegas namun sangat mengasihi pasien. Dia selalu memberi motivasi utamanya kepada pasien yang buruk nafsu makannya. Karena salah satu gejala pasien Hemodialisa adalah frekuensi nafsu makan yang tiba-tiba turun.

Namun suster Angela Titin tak lelah-lelah agar pasien mau makan.  Namun Sr. Aurele Myrna Luciana juga menegaskan, pasien jangan makan berlebihan karena darah bisa drop.
Suster Aurele Myrna suster senior kedua juga dikenal ramah dengan ciri khas tertawa berderai menambahkan, mesin cuci darah itu namanya NIPRO buatan Jepang.
Sedangkan tabung cuci darah namanya Dializer.
Setiap 7 kali pemakaian, tabung harus diganti. Namun ada pasien karena faktor darah, belum sampai 7 kali dializernya harus sudah diganti, tutur Sr.Aurele Myrna dengan senyum menawan.
Sedangkan suster Gabriella sangat ramah. Kala saya awal masuk perawatan Hemodialisa, suster Gaby, demikian ia disapa akrab, menegur hangat dan memberlakukan saya layaknya sahabat lama.

SANGAT CEKATAN
Yang membuat salut adalah cara suster dan perawat menangani pasien jika mereka mengalami masalah.
Pernah ada pasien yang tersedak air minum dan dikhawatirkan bisa masuk paru-paru dan itu sangat membahayakan, sementara kesadaran pasien makin menurun.
Kala itu yang bertugas Sr. Happy  dan Sr. Neni langsung bertindak cepat menyelamatkan pasien. Keduanya bekerja sangat profesional.

Seluruh suster dan perawat laki-laki di ruang Hemodialisa Rs. Sekar Kamulyan sangat terampil dan berpengalaman dalam menyelamatkan pasien
Mereka bekerja dengan tenang dan cepat tak ada keraguan sedikitpun di wajah mereka.
Kita yang melihat cara kerja mereka yang profesional sungguh sangat membanggakan dan melegakan.
RUANG HEMODIALISA TERBAIK.

Sehingga tidak berlebihan jika dikatakan, layanan terbaik yakni, ruangan Hemodialisa sangat bersih, WC sangat bersih, lantai di pel berkali-kali setiap hari bahkan lalat malas masuk ruangan Hemodialisa karena ruangannya segar tidak berbau darah, mesin Dializer  selalu stand by,  dioperasikan oleh suster dan perawat yang cekatan dalam bertindak menyelamatkan pasien dengan landasan rasa cinta kasih.
Semua layanan terbaik itu dimiliki Rumah Sakit Sekar Kamulyan, Cigugur Kuningan sesuai dengan kredo : Pancen Welas Asih ka Sesama. Ini merupakan Bahasa Sunda yang diterjemahkan bebas yakni memiliki rasa cinta kasih kepada sesama tanpa melihat apa suku dan agamanya.

TIDAK PILIH KASIH
Suster Neni menegaskan, semua pasien dibuat nyaman. Suster serta perawat melayani sepenuh hati tanpa pilih kasih.
Semua pasien mendapat pelayanan yang sama, tegas suster Neni yang dikenal sebagai pribadi tegas namun cekatan dalam bekerja.
Pasien Hemodialisa, masih tutur suster Neni harus bersyukur bisa dirawat di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sekar Kamulyan ini, karena masih banyak pasien Gagal Ginjal yang hingga kini belum dapat ruangan karena sudah penuh.
Pasien tidak usah  pilih-pilih tempat tidur. Yang penting darah dicuci dan pasien sehat kembali. Demikian ungkapan cerdas suster Neni.
Kini setelah saya cuci darah, hidup terasa normal kembali. Saya bersyukur kepada Tuhan yang berkenan memberikan karunia yang luar biasa kepada saya.
Saya kini sudah bisa menjalankan aktifitas sebagai Jurnalis. Pikiran jernih, mengetik lancar dan wawancara ok.
Tangan saya sudah lincah memainkan gitar akustik.
Saya lalu teringat ucapan dokter legendaris, Sigit Ladrang bahwa hanya dengan cuci darah sebagai sarana penyambung nyawa pasien gagal ginjal.
Terimakasih yang tiada terhingga kepada Sr.Aurele Myrna Luciana, Sr. Gabriella, Sr. Titin Angela, Sr. Happy Ester, Sr.Neni, perawat Frans serta Sr. Novita dan Sr. Endah. (SS).

KOMENTAR DISQUS :

Top