Indonesia English
Minggu, 21 Januari 2018 |
Peristiwa

Koes Plus Berani Lakukan Revolusi Penulisan Lirik

Selasa, 31 Oktober 2017 08:53:54 wib - Komentar
Band Koes Plus

Jakarta, (Banten88.com): Berbicara tentang kreatifitas, produktifitas dan ide di jagat musik pop Indonesia, hingga saat ini belum ada band yang mampu menandingi kedigdayaan Koes Plus. Pencapaian Koes Plus yang gemilang dan spektakuler terjadi pada  1974, karena  berhasil merilis 24 album. Terdiri : Koes Plus Volume 10, 11 dan 12. Album Qasidah, Natal, The Best of Koes, Pop Anak-anak Volume 1, Another Song For You (spesial lagu - lagu berbahasa Inggris), Pop Melayu Volume 1 & 2. Pop Jawa Volume 1 & 2. Pop Keroncong Volume 1 & 2. Instrumentalia Volume 8 sampai 11.

Ini merupakan album minus one dimana suara musisi Koes Plus diganti dengan saxophone yang ditiup Albert Sumlang personel The Mercys. Ditahun 1974 itu juga Koes Plus merilis album instrumental lainnya untuk lagu-lagu dalam album The Best of Koes, album Pop Jawa Volume 1 & 2, Pop Melayu Volume 1 dan 2 serta instrumentalia lagu-lagu Pop Keroncong Koes Plus Volume 1. Soal produktifitas dan kreatifitas band sekarang macam Noah, Gigi, Ahmad Dani Band atau Sheila On 7 yang hanya mampu merilis satu atau dua album dalam setahun, pastinya band-band ini bakal "bertekuk lutut atau menyerah tanpa syarat" jika harus bersaing dengan Koes Plus.

Demikian pula dalam penataan suara, mereka "keok" melawan Koes Plus. Karena vokalis seperti Armand Maulana, Ahmad Dani dan Duta, hanya menyanyi dengan suara tunggal tanpa di dubing suara dua musisi lainnya. Ini berbeda dengan Koes Plus sebagian besar lagu mereka dilengkapi kor suara dua "yang pecah" sehingga terdengar kompak, indah dan harmonis. Bahkan trio vokalis Yon, Yok dan Tonny mampu sekaligus memadukan suara satu, dua dan tiga dengan penuh harmoni. Kekompakan dalam penataan suara inilah salah satu ciri khas yang sangat kuat dari kugiran (kelompok) bernama Koes Plus.

REVOLUSI PENULISAN LYRIK. Soal kreatifitas, Koes Plus adalah pioner. Utamanya dalam penulisan lirik untuk album pop Natal 1974. Personel band legendaris ini terdiri : Tonny Koeswoyo (Komposer, aranger, penulis lagu, leader band, lead guitar, piano, organist dan keyboardis, vokalis). Yon Koeswoyo (Lead vocal, penulis lagu dan rhythem guitar). Yok Koeswoyo (Bas gitar, spesial vokal suara 2 dan penulis lagu). Murry (Drumer, penulis lagu dan penyanyi). Koes Plus dalam album Pop Natal 1974, dengan berani  mengangkat tema kisah-kasih remaja di hari Natal. Tema seperti ini tidak ditulis baik oleh Panbers, The Mercys maupun. Bartje Van Houten dari DLloyd. Ini merupakan satu kejutan dan sesuatu yang baru tentunya bagi album Natal. 

Seperti catatan penulis, Koes Plus memiliki 3 album Natal yang dirilis pada November 1972, November 1973 dan November 1974. Revolusi penulisan lyrik dilakukan Koes Plus dalam album Natal 1974. Dialbum itu ada 3 lagu yang mengangkat tema kisah-kasih remaja di Hari Natal pada lagu berjudul Janji Setiamu (Tonny Koeswoyo), Kenangan Natal (Yon Koeswoyo) dan Bisikan di Hari Natal (Yon Koeswoyo). Saat album tsb beredar, ketiga lagu itu termasuk lagu yang cukup populer. Inilah lyrik lagu Janji Setiamu. WAKTU itu kusendiri/Dalam taman amat sunyi/Tiada lagi kasih hati/Tiada bunga yang berseri/Ku tak menyangka diriku/Akan bertemu denganmu/Kudengar kata hatiku/Ku kan menjadi milikmu/Selalu dalam ingatanku/Kau bisikan ditelingaku/Dekat pohon natal itu/Kau janjikan setiamu.

Menanggapi album Koes Plus Pop Natal 1974, Okky T. Rahardjo ketua organisasi kemasyarakatan Jiwa Nusantara (JN) JawaTimur yang berkedudukan di Surabaya mengatakan, dari 3 album Natal Koes Plus, 2 album yang dirilis tahun 1972 dan 1973, Koes Plus menggunakan irama hymne dengan tidak menonjolkan permainan drum.

Sedangkan pada album Natal 1974, Koes Plus mengkedepankan irama pop macam album Volume 9, papar Okkie yang juga dikenal sebagai kolektor lengkap album Koes Bersaudara dan Koes Plus. Oleh karena itu, tutur Okkie lebih lanjut, karena album ini kuat irama pop nya, sehingga suasana Natalnya agak kurang terasa. Tapi yang unik pada lagu Tiada Lagi Sakit (Tonny Koeswoyo), musiknya menggunakan irama Cha cha. Demikian Okkie T. Rahardjo, Ketua JN Jawa Timur. Jiwa Nusantara adalah organisasi kemasyarakatan nirlaba yang mendedikasikan kegiatannya untuk melestarikan mega karya Koes Bersaudara dan Koes Plus. Organisasi ini didirikan oleh pemain bas Koes Plus Yok Koeswoyo dan Wasis Susilo seorang dosen Teknologi Informasi salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta.

Sementara itu, menurut Agusta Marshal pengasuh acara Koes Plus The Legend di Radio Sonora Jakarta, saat mengupas lagu Natal Koes Plus ketika mengudara pada Desember 2015 berkomentar, andai saja lagu-lagu dalam album Pop Natal Koes Plus 1974 lyriknya diganti yang lebih umum, lagu-lagu tersebut akan tetap enak didengar, ungkap Agusta. Namun bagi penulis album Koes Plus Natal 1974, musiknya terasa mirip dengan album Koes Plus Volume XII dengan ciri rofel drum yg dahsyat, dentuman bas gitar yang atraktif dan permainan piano dengan nada riang. Dan faktanya album pop Natal ini direkam setelah Koes Plus menyelesaikan album Volume 12 dengan hits Cinta Buta. Album Pop Natal Koes Plus 1974 diedarkan dengan kode produksi Remaco - RLL 342.

TIDAK TERKOTAK DALAM SEKAT PRIMORDIAL. 

Pada bulan November 1974 itu juga, Koes Plus merilis album Qasidah dengan kode produksi Remaco - RLL 341 yang mendapat sambutan sangat baik dari para pecinta musik pop. Dalam album ini Yok Koeswoyo tidak memainkan bas gitar, namun bersama Kasmuri sang drumer, keduanya menabuh terbana agar nuansa irama Qasidah benar-benar terdengar kuat seperti dinegara asalnya, Timur Tengah dan aslinya musik Qasidah memang tidak menggunakan iringan bas gitar. Dalam album ini, Koes Plus juga menyanyikan lagu berbahasa Jawa ciptaan Kanjeng Kiai Sunan Kalijogo ketika  menyebarkan Agama Islam di tanah Jawa. Lagu tersebut  berjudul Zaman Wis Akhir.

Sedangkan lagu indah dan tenar  lainnya dalam album Qasidah Koes Plus antara lain : Ya Allah, Nabi Terakhir, Karena Illahi, Ikut Perintahnya, Hidupku, Sejahtera dan Bahagia serta Kesyukuran yang Suci. Inilah lyrik lagu Zaman Wis Akhir. ZAMAN wis akhir/Zaman wis akhir/Bumine goyang/Ketimbang nangis/Ketimbang nangis/Anggur sembahyang/Dadi wong urip/Dadi wong urip ojo sombong-sombong/Podo elingo-podo elingo kabeh menungso/ Kabeh wis mesthi/Kabeh wis mesthi bakale mati/Ayo podho muji/Ayo podho muji marang Ilahi, MENCINTAI NKRI & KEBHINEKAAN.

Itulah dahsyatnya band besar sepanjang waktu, band legendaris Koes Plus. Kita mencintai Koes Plus dengan sepenuh hati, tanpa terkotak - kotak dalam sekat primordial yang membeda-bedakan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Koes Plus bukan milik satu golongan saja, tapi milik kita semua yang mencintai NKRI, menjunjung tinggi kebhinekaan dan toleransi serta mengkedepankan hakekat persaudaraan dan perdamaian. (Seno Supono)

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top