Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Nasional - Politik

Kontras Tuding Penunjukan Sutiyoso Upaya Balas Budi

Rabu, 10 Juni 2015 21:17:14 wib - Komentar
Haris Azhar

Jakarta, (Banten88.com)- Dipilihnya Letjen TNI (Purn) Sutiyoso untuk menjadi kepala Badan Intelejen Negara (BIN) menuai banyak kritik. Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar menganggap, ada politik balas budi dalam penunjukan Sutiyoso sebagai kepala BIN oleh Presiden Joko Widodo. Menurut dia, masih banyak nama lain yang layak menjadi kepala BIN.

“Ini jelas aroma politisnya, penunjukkan Sutiyoso sekadar balas budi karena menjadi pendukung Jokwi pada saat Pilpres,” ujar Haris kepada wartawan, Rabu (10/6).

Dikatakan Haris, integritas Sutiyoso untuk memimpin instansi itu patut dipertanyakan apakah dia sudah bersih diri dari pelanggaran HAM. Menurutnya, masih ada kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang diduga melibatkan Sutiyoso, tetapi belum rampung diusut aparat penegak hokum hingga saat ini.

“Semua tahu, masyarakat kita tahu, Sutiyoso adalah mantan Panglima Kodam Jaya saat peristiwa 27 Juli, ada apa dalam peritiwa itu,” tukasnya.

Selain itu, ia menambahkan, selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso banyak melakukan penggusuran dan alih lahan yang menyebabkan banjir dan hilangnya hak warga Kota Jakarta, dan kini berdampak kepada pemerintahan yang sekarang. .“Saya tidak habis piker, keputusan Jokowi menunjuk Sutiyoso memiliki nilai rendah,” katanya.

Apa boleh buat, itu pilihan Jokowi dan merupakan hak prerogatif Presiden untuk mengangkat dan memberhentikan pembantunya. Jokowi sudah menyerahkan nama Sutiyoso sebagai calon kepala BIN kepada DPR. Jokowi mengaku sudah mempertimbangkan rekam jejak dan kompetensi Sutiyoso sebelum mengambil keputusan.

Dalam kesempatan itu, Jokowi berharap DPR tidak mempersulit pencalonan Sutiyoso karena pilihannya itu sudah melalui berbagai macam pertimbangan. Artinya, sebelum memilih dan mengusulkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, dan Sutiyoso mengaku dipanggil Presiden Jokowi pada Senin kemarin untuk membicarakan pencalonannya sebagai kepala BIN.

Kepada wartawan, Sutiyoso mengaku siap menempati kepala BIN jika dipercaya karena intelejen adalah habitatnya, dan merasa memiliki kemampuan di bidang intelijen. "Di Kopassus itu ada satuan intelijen dan saya lama di satuan itu. Mudah-mudahan saya bisa memenuhi harapan Presiden," harapnya.

Bukan hanya Jokowi, Sutiyoso berharap DPR menyetujui pencalonannya sebagai kepala BIN. Selanjutnya, ia berjanji akan mundur dari posisi Ketua Umum PKPI setelah resmi dilantik sebagai kepala BIN. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top