Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Nasional - Peristiwa

Korban Pesawat Hercules Masih di Identifikasi

Selasa, 30 Juni 2015 20:04:31 wib - Komentar
Pesawat Hercules C130 jatuh di Medan, Sumatra Utara.

Jakarta, (Banten88.com) – Lagi kecelakaan pesawat berulang kembali. Pesawat Hercules C130 yang jatuh di Medan, Sumatera Utara, selama ini dikenal sebagai pesawat andalan TNI AU untuk alat pengangkut logistik dan kebutuhan lainnya. Pesawat itu memang tua secara usia, namun diklaim perkasa dalam segala cuaca.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriyatna menjelaskan, Hercules yang jatuh adalah pesawat tipe B. Ukurannya lebih kecil dan usianya lebih tua dibanding tipe AS di Magetan, Jawa Timur."Pesawat ini memang sangat bagus sekali, ini pesawat all weather, andalan kita untuk pesawat angkut, bisa membawa logistik ke mana-mana. Bisa menerjunkan, bisa landing di landasan yang tidak begitu panjang," ujar Agus kepada wartawan, Selasa (30/6).

Dikatakan Agus, pesawat tersebut diproduksi tahun 1964. Pesawat sedang dalam misi penerbangan angkutan udara militer. Pesawat bergerak ke titik pangkalan udara. Produksi Pesawat tersebut sebetulnya diinisiasi pada tahun 1951. Prototipe pertama diluncurkan pada tahun 1954 dan produknysi baru dibuat 1955.

Menurut Agus, ada total 219 unit yang diorder oleh Angkatan Udara Amerika Serikat pada tahun 1956. Produksi pertamanya adalah C-130A. Khusus C-130B diperkenalkan baru pada tahun 1959. Pesawat tersebut memiliki tambahan tangki bahan bakar di sayap dan terdiri dari empat mesin. Roda mendaratnya juga sudah diperkuat.

Sementara belum diketahui secara pasti jumlah korban meninggal dan korban selamat akibat kecelakaan terseut. Proses identifikasi para korban kecelakaan pesawat Hercules C-130 akan difokuskan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan. Posko tim Disaster Victim Identification (DVI) akan didirikan di sana.

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo ketika dikonfirmasi  menyatakan, terkait kecelakaan itu, ada dua posko yang akan dibuat. Yakni posko yang ada di lokasi jatuhnya pesawat, dan satu lagi di rumah sakit. "Posko DVI nanti itu di Adam Malik," kata Eko kepada wartawan di lokasi jatuhnya pesawat, Jalan Djamin Ginting, Medan.

Dikatakan Eko, tim DVI itu nantinya akan mengidentifikasi korban tewas dalam musibah pesawat milik TNI Angkatan Udara tersebut. Sejauh ini dilaporkan sudah 36 korban tewas yang dievakuasi ke ruang jenazah RSUP Haji Adam Malik di Jalan Bungalow, Medan. Jumlah korban terus bertambah, terdiri dari penumpang pesawat maupun penduduk.

Pesawat Hercules C-130 lepas lantas dari Lanud Soewondo, Medan, pukul 11.48 WIB. Sekitar 2 menit kemudian pesawat terhempas di permukiman warga. Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara jatuh di Kelurahan Simalingkir B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Fuad Basya membenarkan peristiwa tersebut jatuhnya pesawat tersebut. Namun sejauh ini dia belum mengetahui penyebab jatuhnya pesawat, karena masih vokus untuk mengidentifikasi korban."Informasinya benar seperti itu. Pesawat jatuh pada pukul 12.08, baru take off (lepas landas) sekitar dua menit," ujar Mayjen Fuad Basya saat dihubungi wartawan, kemarin.

Menurut Fuad, lokasi jatuhnya pesawat sekitar lima kilometer dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Soewondo. Ketika itu, pesawat akan berangkat menuju Tanjung Pinang dan mengangkut logistik. Meski begitu, Fuad Basya belum bisa memberikan informasi yang lebih detail mengenai peristiwa itu. "Belum tahu kondisinya seperti apa, jatuhnya kenapa. Panglima TNI sudah memerintahkan untuk investigasi," ujarnya. (Dang)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top