Indonesia English
Kamis, 17 Januari 2019 |
Nasional - Seputar Banten

Korban Tsunami Banten Capai 176 orang meninggal

Minggu, 23 Desember 2018 18:18:09 wib - Komentar
Korban Tsunami Saat dievakuasi oleh TNI dan Polri.

Serang,(Banten88.com): Korban bencana tsunami dan gelombang pasang di Pesisir Barat Provinsi Banten sampai dengan pukul 18.00 WIB mencapai 176 orang meninggal, luka-luka 509 orang, dan 30 orang hilang.  Sementara itu, korban material mencapai 453  unit rumah dan 9 hotel.

Data korban tersebut diperoleh dari posko BPBD Provinsi Banten yang berada di puskesmas dekat lokasi bencana. Data dari Posko BPBD Provinsi Banten menyebutkan, korban dari Puskesmas di Kecamatan Panimbang yang meliputi Pantai Tanjung Lesung terdapat 12 Korban meninggal dan 151 korban luka-luka. Di Kecamatan Labuan terdapat 8 korban meninggal dan 53 korban luka-luka serta 2 orang masih hilang. Kecamatan Carita terdapat 135 korban meninggal dan 78 korban luka-luka  Kecamatan Menes terdapat 2 korban meninggal dan 14 korban luka-luka. Kecamatan Cigeulis terdapat 32 korban luka-luka. Kecamatan Sumur terdapat 6 korban meninggal dunia dan 60 korban luka-luka. Kecamatan Cibaliung berdasarkan informasi dari Puskesmas Cibaliung terdapat 70 korban luka-luka. Dan di kecamatan Jiput terdapat 1 korban meninggal dan 21 korban luka-luka. Sementara itu di kabupaten Serang lebih tepatnya di kecamatan Cinangka terdapat 12 korban meninggal, 30 korban luka-luka, dan 28 orang masih hilang.

Pencarian korban dan evakuasi Korban hingga saat ini terus dilakukan, mengingat masih banyak tempat-tempat yang masih belum berhasil di tembus dikarenakan terputusnya akses serta banyaknya puing-puing sisa bencana yang menghambat proses evakuasi. Selain itu lokasi bencana yang berada cukup jauh sehingga sulit untuk terjangkau.

Respon cepat Pemerintah Provinsi Banten sesuai arahan Gubernur Banten.  Dalam berbagai kesempatan Gubernur memerintahkan aparatur Pemprov Banten untuk  benar-benar mempersiapkan , penanggulangan bencana secara cepat. “Apabila di BPBD Provinsi Banten masih kurang, kita langsung minta ke pusat melalui BNPB,” ujar Gubernur. 

Upaya penanggulangan bencana di Provinsi Banten dipantau terus Gubernur Banten, H. Wahidin Halim dan Wakil Gubernur H. Andika Hazrumy.  Keduanya, meninjau langsung lokasi bencana dan penampungan pengungsi bencana tsunami yang terjadi di sepanjang pesisir Barat Provinsi Banten.  Gubernur meninjau di lokasi penampungan korban bencana di Kec. Jiput dan Kec.Mandalawangi Kab. Pandeglang.  Sedangkan Wakil Gubernur melihat lansung ke Kec.  Carita Kab. Pandeglang.

Sejak Sabtu malam tadi, 22 Desember 2018, Gubernur langsung memerintahkan kepada seluruh ASN di Lingkungan Pemprov Banten untuk cepat tanggap melakukan penanggulangan bencana tersebut. Gubernur juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.  Selain itu, gubernur juga menghimbau masyarakat untuk tidak percaya dan menelan mentah-mentah dan menyebarluaskan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Korban yang berada di wilayah Tanjung Lesung dan Sumur ditampung di Puskesmas Cigeulis, Puskesmas Cibaliung, Puskemas Sumur, dan Puskesmas Panimbang. Korban dari wilayah Carita dan Labuan, ditampung di Puskesmas Jiput, Puskesmas Labuan, Puskesmas Carita, Puskesmas Mandalawangi dan Puskesmas Menes. Sedangkan, korban yang berasal di wilayah Anyer ditampung di Puskesmas Cinangka, dan Koramil Cinangka. Apabila tidak tertangani dirujuk ke RSUD Cilegon dan RS Krakatau Medika Cilegon. Dan, korban bencana yang berada di pulau Sangiang ditampung di RS Krakatau Medika Cilegon.

Untuk para korban yang memerlukan penanganan khusus dengan luka yang cukup berat, korban di bawa dari wilayah Kab. Pandeglang dirujuk ke RSUD Berkah Kab. Pandeglang. Bila tidak bisa tertangani segera dirujuk  RSUD Banten di Kota Serang, RSUD Drajat Prawiranegara di Kota Serang dan RS Sari  Asih di Kota Serang.  Sedangkan, dari Anyer langsung dirujuk ke RSUD Drajat Prawiranegara di Kota Serang

Pemerintah Provinsi Banten sudah mendrop bantuan alat-alat berat ke lokasi bencana sejak Sabtu malam (22/12.  Alat-alat berat sudah dikrimkan tersebut berupa excavator dan loader.  Alat-alat tersebut berguna untuk membantu evakuasi korban-korban yang masih terjebak dan membersihkan puing-puing yang menghalangi akses evakuasi.  Saat ini, alat-alat berat tersebut berada di Tanjung Lesung, Sumur, Labuan dann Carita Kab. Pandeglang. (ERN).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top